Breaking

Rangkuman Berita: Target Skrining Hepatitis hingga Isu Bullying

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 03 Juni 2026
Rangkuman Berita: Target Skrining Hepatitis hingga Isu Bullying
Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kendari mengambil sampel darah warga yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis. (Sumber: NET)

JAKARTA - Sederet kabar di bidang humaniora yang tayang kemarin dinilai masih sangat menarik untuk disimak kembali.

Topik utama yang diangkat berkisar dari target pemenuhan skrining penyakit hepatitis lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga lonjakan Angka Partisipasi Sekolah pada jenjang PAUD yang kini sukses menyentuh angka 88 persen.

Mendiktisaintek: Kampus boleh dirikan SPPG sebagai sarana praktik

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memaparkan bahwa pihak perguruan tinggi kini diizinkan untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fasilitas tersebut nantinya dapat difungsikan sebagai media teaching factory maupun lokasi simulasi praktik secara langsung bagi seluruh mahasiswa.

Kemendikdasmen: Angka Partisipasi Sekolah PAUD naik jadi 88 persen

Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengonfirmasi bahwa langkah penguatan intervensi yang dikemas lewat agenda advokasi serta sosialisasi terbukti andal.

Langkah tersebut sukses mendongkrak Angka Partisipasi Sekolah (APS) di tingkat PAUD hingga menyentuh persentase sebesar 88,38 persen yang tersebar di 146 kabupaten/kota pada sepanjang kalender 2025.

Menkes: Lewat CKG, RI kejar target skrining hepatitis B-C 90 persen

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengutarakan bahwa via pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), jajaran kementeriannya tengah memacu target pemenuhan skrining sebesar 90 persen bagi penderita hepatitis B dan C.

Ketentuan angka tersebut mengacu pada standar yang telah digariskan oleh WHO sebagai langkah konkret memitigasi risiko penyakit hati serta kanker.

Pemerintah usut kasus dugaan fabrikasi riset WNI di konferensi ISPPD

Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melayangkan pernyataan tegas akan melakukan investigasi mendalam seputar kasus dugaan manipulasi atau fabrikasi riset yang diinisiasi oleh oknum Warga Negara Indonesia (WNI).

Kasus tersebut mencuat dalam pelaksanaan agenda konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang diselenggarakan di negara Denmark.

Mendikdasmen ingatkan panggil teman dengan julukan bisa jadi bullying

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti memberikan peringatan dini bahwa aktivitas memanggil seseorang menggunakan nama julukan yang mengarah pada kondisi fisik dapat dikelompokkan ke dalam varian aksi perundungan (bullying).

Oleh sebab itu, ia mendorong manajemen sekolah agar konsisten mengupayakan iklim lingkungan belajar yang menonjolkan sisi humanis, inklusif, serta mengedepankan aspek partisipatif.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua