Breaking

Hasilkan Rp 1,99 M, Ratusan Bank Sampah Aktif di Semarang

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 04 Juni 2026
Hasilkan Rp 1,99 M, Ratusan Bank Sampah Aktif di Semarang
Pemilahan Sampah di Kota Semarang.(Sumber:NET)

SEMARANG - Kota Semarang terdata memiliki ratusan unit bank sampah aktif yang sanggup memproses hingga melampaui seribu ton sampah pada tiap tahunnya.

Nilai perputaran roda ekonomi dari gerakan tersebut ditaksir menyentuh angka sebesar Rp 1,99 miliar.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjabarkan, sampai pada tahun 2025 kemarin, jumlah unit bank sampah yang berdiri sudah menyentuh 857 titik dengan menjaring sebanyak 15.725 nasabah.

"Hingga tahun 2025, Kota Semarang memiliki 857 bank sampah aktif dengan 15.725 nasabah," kata Agustina, Rabu (3/6/2026).

Lewat inisiasi Program Semarang Wegah Nyampah, langkah memperkokoh unit bank sampah, perluasan ekonomi sirkular, sekaligus penyaluran edukasi kepada warga, Agustina terus memacu peralihan kebiasaan dalam mengelola sampah langsung dari skala rumah tangga.

"Sampah yang berhasil dikelola mencapai 1.705,7 ton per tahun dengan nilai ekonomi sirkular mencapai Rp 1,99 miliar," katanya.

Untuk periode tahun ini, pemerintah kota memasang sasaran supaya jumlah unit bank sampah dapat digenjot naik hingga menyentuh angka 1.486 unit.

"Pada tahun 2026, jumlah bank sampah ditargetkan meningkat menjadi 1.486 unit dengan proyeksi pengelolaan sampah mencapai 2.823,4 ton per tahun," terang Agustina.

Pengelolaan Sampah di Bulusan

Agustina memberikan gambaran, salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan sampah tersebut dapat dijumpai di daerah Kelurahan Bulusan.

Proses pengelolaan sampah di wilayah ini tidak sekadar berpusat pada perbaikan kondisi lingkungan semata, melainkan juga sukses memunculkan potensi yang bernilai ekonomi.

Agenda ini pun dipandang sanggup mempererat tali gotong royong antarwarga, sekaligus mengikis kebiasaan lama demi mendirikan pola hidup yang berkelanjutan di tengah lingkungan sosial masyarakat.

Kinerja Kelurahan Bulusan ini bahkan memperoleh sanjungan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat saat menggelar agenda kunjungan kerja pada Selasa (2/6/2026).

Agenda kunjungan itu dijadwalkan guna memantau secara langsung alur pemrosesan sampah organik lewat pemanfaatan temuan inovatif Biowash Promic, yang dirintis oleh Yayasan Peduli Lingkungan Penghijauan Melindungi Bumi dari Polusi.

Temuan inovasi tersebut memaksimalkan kegunaan bioaktivator yang berbasis mikroorganisme guna memicu proses pembusukan sampah organik agar lebih kilat berganti wujud menjadi media tanam, pupuk organik, ataupun nutrisi tanaman yang aman bagi ekosistem.

Bukan cuma menjadi tempat pemrosesan sampah, lokasi tersebut kini beralih rupa menjadi pusat edukasi bertema lingkungan, gerakan penghijauan, konsep urban farming, hingga sarana pemberdayaan kelompok masyarakat.

Berawal dari pergerakan di lingkup RT 04 RW 04 Kelurahan Bulusan, aksi swadaya ini bertumbuh menjadi teladan nyata dari penerapan ekonomi sirkular yang turut mengikutsertakan warga setempat secara aktif.

Di sela-sela peninjauannya, Jumhur memberikan pandangan bahwa apa yang telah diinisiasi oleh warga Bulusan menjadi bukti konkret jika jalan keluar atas problem sampah dapat diinisiasi dari level terbawah serta menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan finansial warga.

β€œDari RT di Kota Semarang melahirkan satu gagasan bahwa ternyata sampah itu menguntungkan dan itulah ekonomi sirkular. Sampah bukan masalah, bahkan bisa menjadi bagian dari peningkatan kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua