Breaking

TSI II Prigen Sambut Kelahiran Langka 4 Anak Harimau Sumatra

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 04 Juni 2026
TSI II Prigen Sambut Kelahiran Langka 4 Anak Harimau Sumatra
Empat harimau sumatera berhasil dilahirkan dalam proses konservasi yang dilakukan Taman Safari Indonesia II, Prigen.(Sumber:NET)

PASURUAN - Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen memperlihatkan empat ekor anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang lahir ke dunia pada 23 Maret 2026.

Bayi-bayi harimau tersebut merupakan buah dari perkawinan antara indukan jantan bernama Praja dan betina bernama Dini.

"Keberhasilan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan kelahiran kedua bagi indukan Dini setelah sebelumnya melahirkan dua anak harimau sumatra bernama Isyana dan Aura pada 4 Mei 2021," kata Vice President (VP) of Life Sciences Taman Safari Indonesia drh Bongot Huaso Mulia di Pasuruan, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Kamis (4/6/2026).

Keempat anak satwa tersebut mencakup tiga ekor jantan serta satu ekor betina.

Berdasar pada penuturannya, harimau sumatra tergolong ke dalam rumpun spesies yang teramat sulit untuk dibudidayakan.

Perkara ini dipicu oleh tingginya tingkat pemilih saat berjalannya proses reproduksi, terdapatnya risiko luka, trauma, hingga peluang kematian sewaktu menyatukan pasangan satwa.

Tidak sampai di situ saja, daya tampung dari lembaga konservasi guna mengawal kelangsungan hidup anak harimau supaya mampu tumbuh besar sampai usia dewasa ikut menjadi kendala yang berat.

Ia menjabarkan kalau lahirnya empat ekor anak dalam satu kali proses persalinan ini berada di atas angka rata-rata.

Pada umumnya, harimau sumatra cuma melahirkan dua ekor anak saja dalam sekali periode melahirkan.

Keberhasilan dari jalannya program penangkaran ini, terangnya, dipengaruhi oleh bermacam aspek.

Mulai dari kecakapan perawat satwa dalam mendeteksi masa subur pada indukan betina, kesuksesan memantau proses perkawinan, sokongan dari tim medis dokter hewan, sampai pengadaan kandang melahirkan yang steril serta nyaman.

"Kami terus meningkatkan program pengembangbiakan harimau sumatra dan paling tidak menargetkan ada satu kelahiran setiap tahun untuk mendukung pelestarian populasi spesies ini," kata Bongot.

Ia memastikan bahwa keberadaan 24 ekor harimau sumatra yang bermukim di dalam fasilitas Taman Safari Indonesia sama sekali bukan ditujukan untuk kepentingan komersial.

Orientasi pokoknya murni bertindak sebagai bentuk konservasi satwa dalam rangka mendongkrak jumlah populasi mereka yang saat ini berada di dalam status terancam punah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua