Breaking

Mensos Sambut Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat di Pekanbaru

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 15 Juni 2026
Mensos Sambut Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat di Pekanbaru
Mensos Saifullah Yusuf saat berbicara dengan orangtua calon siswa SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru. (FOTO:NET)

PEKANBARU - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut kedatangan ratusan orang tua serta calon siswa untuk tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 31 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Saifullah dalam pidato sambutannya pada agenda "Open House" bersama para orang tua siswa di Pekanbaru, Minggu menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat sudah berjalan selama 11 bulan dibuka khusus bagi keluarga yang tidak mampu.

Saat ini tercatat ada 166 SR yang beroperasi dengan daya tampung lebih dari 15 ribu siswa, dan pada tahun ini jumlah yang akan diterima bakal melonjak di atas 32 ribu anak sehingga totalnya akan mencapai 45 ribu lebih siswa.

"Di Pekanbaru ini ada dua sekolah rintiasan, satu SRMP dan satu lagi, SRMA sudah beroperasi tahun lalu, in syaa Allah tahun ini kita akan menambah SR dengan menggunakan gedung permanen di Kabupaten Kuantan Singingi," katanya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru pada Gedung Sentra Abiseka Kemensos di Rumbai, Pekanbaru.

Di wilayah Kuansing, dirinya menyambung bahwa proses pembangunannya sekarang telah rampung kisaran 80 persen dan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 orang siswa.

Presiden pun memberikan target agar pada akhirnya tiap-tiap kabupaten/kota memiliki satu unit gedung permanen untuk Sekolah Rakyat.

Bagi keseluruhan wilayah Riau, pada tahun ini dialokasikan menerima sebanyak 420 siswa, yang mana 300 anak di antaranya ditempatkan di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru.

Operasional SR di Pekanbaru untuk saat ini masih memanfaatkan Gedung Sentra Abiseka sembari menanti proses pembangunan fisik, yang mana lahan seluas 10 hektare telah disediakan.

Dirinya mengutarakan bahwa SR menjadi program strategis dari Presiden Prabowo Subianto demi menjangkau lapisan masyarakat yang berada di posisi paling bawah.

Sistem di Sekolah Rakyat ini tidak memberlakukan proses pendaftaran karena para pesertanya langsung dijangkau secara aktif oleh petugas pendamping lapangan untuk disaring mana saja yang sanggup memenuhi kriteria.

"Anak-anakku sekalian ini yang duduk di depan ini yang sudah terjangkau tahun lalu. Bapak Ibu sekalian yang diundang di sini adalah yang terjangkau tahun ini. Bapak Ibu sekalian silahkan dilihat tampilan anak-anak kami ini yang sedang mengikuti proses pembelajaran selama 11 bulan bulan hari ini sudah kelihatan ganteng-ganteng, bersih," ungkapnya.

Kondisi tersebut menurut dirinya lantaran SR menerapkan konsep sekolah berasrama atau "boarding school", yang mana pada waktu pagi hingga siang hari mereka diajar oleh jajaran guru, sementara saat sore harinya bakal didampingi oleh wali asrama beserta wali asuh.

Keberadaan para wali asrama dan wali asuh ini juga turut membantu dalam proses pembentukan serta pendidikan karakter mereka.

"Bisa dilihat anak yang dulu minder sekarang sudah berani bicara dan pidato empat bahasa. Karena mereka dilatih percaya diri dan dikawal sesuai dengan minatnya, tapi tetap ada penguatan akademik dan disiplin," sebutnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua