Breaking

Respons Berbagai Partai Soal Isu Prabowo-Gibran Dua Periode

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Senin, 22 Juni 2026
Respons Berbagai Partai Soal Isu Prabowo-Gibran Dua Periode
Prabowo dan Jokowi. (FOTO:NET)

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo meminta PSI untuk mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar bisa berjalan hingga dua periode.

Berbagai tanggapan pun bermunculan menanggapi arahan yang diberikan oleh Jokowi kepada PSI tersebut.

Arahan dari Jokowi ini disampaikan oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Bestari Barus.

Bestari diketahui melangsungkan pertemuan dengan Jokowi di Solo pada Kamis (18/6) pagi.

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Bestari mengungkapkan bahwa Jokowi berpesan agar keharmonisan tetap dijaga serta terus memberikan dukungan pada pemerintahan Prabowo-Gibran yang sekarang sedang berjalan.

"Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," katanya.

Sejumlah partai politik pun turut menyampaikan pandangan mereka.

1. NasDem

Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, memberikan tanggapan mengenai arahan Jokowi tersebut.

Sahroni menyatakan bahwa partainya saat ini tengah berfokus untuk memberikan dukungan penuh pada berjalannya pemerintahan Prabowo.

"Mengawal Pak Prabowo itu wajib sampai tuntas dukung pemerintahan saat ini," kata Sahroni.

Menurut pandangannya, Prabowo kelak bakal mempunyai penilaian tersendiri mengenai partai politik mana saja yang akan diajak bekerja sama pada Pilpres 2029 mendatang.

Meski demikian, ia memastikan bahwa saat ini NasDem tetap solid dalam menyokong pemerintahan Prabowo.

"Urusan politik yang akan datang Pak Prabowo pasti akan menilai partai mana yang bisa diajak untuk bersama-sama membangun negeri ini makin baik dan terus hebat ke depannya," ujarnya.

"Saat ini kami dari NasDem solid dukung Presiden Prabowo berjalannya pemerintahan," sambungnya.

Lebih lanjut, Sahroni menjelaskan bahwa partainya hingga kini masih belum melakukan pembahasan terkait Pilpres 2029.

Walau begitu, ia memastikan seluruh kader bakal patuh pada instruksi dari Ketum NasDem, Surya Paloh.

"Belbelum (bahas Pilpres 2029) sama sekali, kami ikut arahan Ketua Umum Bang Surya. Tapi perintah ketum saat ini kami wajib dukung pemerintah," tuturnya.

2. Demokrat

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menuturkan bahwa partainya belum masuk ke dalam pembahasan mengenai Pilpres 2029.

Ia menilai bahwa arahan yang disampaikan tersebut merupakan hak sepenuhnya dari Jokowi.

"Kami belum membahas (Pilpres 2029), apalagi Undang-Undang Pemilu juga belum dibahas," kata Herman kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

"Saya kira itu hak Pak Jokowi untuk menyampaikan hal itu, yang pasti kami belum membahas pilpres, dan fokus membantu pemerintahan Presiden Prabowo," sambungnya.

Herman menambahkan bahwa Demokrat saat ini masih memusatkan perhatian pada upaya menyukseskan berbagai program kerja pemerintahan Prabowo.

Hal itu termasuk di dalamnya agenda besar berupa Asta Cita.

"Kami masih fokus menyukseskan program utama dan Asta Cita Presiden Prabowo, agar berhasil dan dapat dirasakan keberhasilannya oleh masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, situasi global beserta dinamika dunia pada saat ini masih berada dalam fase ketidakpastian.

Oleh sebab itu, ia memandang fokus paling utama yang mesti dilakukan sekarang adalah menyokong program-program pemerintah.

"Dengan kondisi ketidakpastian dan dinamika dunia saat ini, sangat perlu memberi perhatian khusus pada pembangunan ekonomi nasional, agar tumbuh dan memberi manfaat kepada rakyat," tuturnya.

"Kami juga masih melakukan konsolidasi internal, musyawarah daerah dan musyawarah cabang Partai Demokrat di seluruh indonesia, jadi belum membicarakan terkait Pilpres ke depan," imbuhnya.

3. PKS

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai sebagai sebuah hal yang wajar jika Jokowi mengharapkan pemerintahan Prabowo-Gibran bisa dikawal hingga dua periode.

Menurut hematnya, permohonan tersebut dinilai masuk akal demi menjaga keberlanjutan.

"Wajar Pak Jokowi minta dua periode. Alasannya masuk akal, agar ada kelanjutan. Dan dalam pikiran Pak Jokowi, dua periode agar stabil," kata Mardani kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Mengenai kelanjutan kepemimpinan di masa depan, PKS memandang hal tersebut akan sangat bergantung pada Prabowo sendiri.

PKS menyerahkan segala keputusan kepada Prabowo, termasuk perihal sosok yang akan menjadi wakilnya kelak.

"PKS melihat bahwa apakah akan berlanjut dua periode sangat tergantung Pak Prabowo. Presidennya Pak Prabowo. Beliau punya hak untuk memilih siapa yang akan dampingi pada periode berikutnya," ujarnya.

4. Golkar

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menganggap dukungan tersebut berhasil mematahkan upaya dari pihak-pihak yang ingin mengadu domba Jokowi dan Prabowo lewat narasi 'dua matahari'.

"Pesan yang disampaikan Pak Jokowi itu kan sebenarnya lebih pada penegasan bahwa, pertama, saat ini Presiden, yang bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, adalah Pak Prabowo. Hal itu untuk menjawab adanya anasir-anasir 'dua matahari' yang selama ini coba dikembangkan untuk mengadu domba antara Solo dan Hambalang. Jadi menurut saya, pernyataan penegasan itu bagus dan memang seharusnya begitu," ujar Doli kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Wakil Ketua Baleg DPR ini menyebutkan bahwa penegasan tersebut menjadi poin kunci agar semua pihak di lingkaran pemerintahan fokus menyukseskan program Prabowo-Gibran hingga tuntas.

Ia pun berharap agar konsentrasi tersebut tidak buyar oleh interupsi dari agenda-agenda politik luar.

"Relevan dengan itu, saya kira kita harus fokus pada upaya menyukseskan seluruh agenda dan program pemerintah. Konsentrasi kita jangan diinterupsi dengan agenda politik 2029 yang masih jauh. Urusan pilpres ada saatnya nanti menjelang 2029 kita bahas. Bila seluruh program pemerintah delivered, insyaallah kita tidak akan mengalami kesulitan menghadapi pilpres," ujarnya.

Doli menyatakan bahwa Golkar berkomitmen penuh untuk selalu mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

Golkar bahkan mendorong agar Prabowo bersama Gibran kembali maju pada Pilpres 2029 nanti.

"Sikap Partai Golkar sudah jelas, kita akan berada di depan mengawal dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran, karena kami yakin dengan suksesnya pemerintahan ini, kita akan mudah melanjutkan kembali kepemimpinan Pak Prabowo untuk periode kedua, yang sudah kami putuskan pada forum Rapimnas Partai Golkar," ujarnya.

"Soal wakilnya, pada saatnya nanti akan kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo, walaupun kami berharap Pak Gibran bisa tetap bersama," lanjut Doli.

5. PKB

Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menyampaikan bahwa partainya lebih memilih untuk mendengarkan aspirasi dari rakyat.

Untuk saat ini, Daniel menegaskan partainya fokus mengawal agar program dari pemerintah yang sedang berjalan bisa terlaksana secara baik.

"Itu keputusan dan komunikasi internal mereka, sementara PKB saat ini fokus memastikan agar program-program pemerintahan bisa berjalan dengan baik sekaligus mampu menjawab harapan dan suara rakyat yang saat ini bergema," kata Daniel Johan saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa partainya bakal berfokus memberikan masukan-masukan yang sifatnya konstruktif kepada Presiden Prabowo Subianto.

Khususnya, kata dia, masukan yang selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.

"Dengan memberikan masukan konstruktif agar setiap program pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat," ucap dia.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa partainya akan terus memperjuangkan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Sekaligus juga berupaya menjaga kekuatan daya beli dari masyarakat.

"Mampu membuka lapangan kerja, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan UMKM," ujarnya.

6. PDIP

Politikus PDIP, Guntur Romli, ikut memberikan tanggapan atas arahan yang diberikan Jokowi.

Ia menerangkan bahwa partainya sampai saat ini belum memikirkan perihal kontestasi Pemilu 2029.

"PDI Perjuangan belum berpikir soal Pemilu 2029. Instruksi dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri), kami harus gerak di akar rumput, menangis dan tertawa bersama rakyat. Menjadi solusi di tangan persoalan ekonomi, politik, dan sosial di masyarakat," kata Guntur Romli saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

Guntur memberikan penekanan bahwa bagi PDIP, aktivitas politik bukanlah semata-mata urusan kekuasaan.

Terlebih, ia menganggap permintaan tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan sekarang.

"Bagi PDI Perjuangan, politik bukan soal kekuasaan, apalagi sudah bicara dini soal Pemilu 2029, tapi benar-benar perjuangan untuk rakyat," ucap dia.

7. PAN

Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Daulay, menegaskan bahwa partainya memegang loyalitas yang tinggi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menyebut saat ini partainya tengah fokus untuk merealisasikan berbagai program kerja pemerintah.

"PAN adalah anggota koalisi. Bahkan adalah anggota koalisi yang sangat loyal. Tidak pernah gentar apalagi berpikir mundur. Karena itu, PAN tetap akan bersama Prabowo-Gibran sampai akhir periode ini," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

"PAN sekarang sedang bekerja. Membantu mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami fokus di situ. Belum berpikir lebih," sambungnya.

Meski demikian, Ketua Komisi VII DPR ini tidak mempermasalahkan apabila ada pihak lain yang berniat membahas dukungan politik untuk periode berikutnya.

Menurut pandangannya, hal semacam itu bisa didiskusikan kembali ketika momentumnya sudah tepat.

"Kalau ada yang minta lebih, silakan didiskusikan. Kalau PAN insyaallah sudah memutuskan akan tetap menjaga kebersamaan bersama Prabowo. Bagaimana format ke depan, nanti saja dibicarakan," katanya.

Ia menilai apa yang tengah dijalankan oleh Prabowo saat ini sudah berada di jalur yang benar.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan penuh.

"Kalaupun ada kritik, silakan disampaikan secara tertib dan teratur. Dan tentu sangat perlu memperhatikan tutur kata dan tata krama sesuai adat ketimuran yang ada di Indonesia," ujar dia.

"PAN tidak mau gaduh. PAN mau teduh. Semua harus dirangkul. Semua harus diberdayakan. Mari bekerja bersama. Wujudkan Indonesia sejahtera," imbuhnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua