Breaking

Kalah Saing, Yum! Brands Jual Pizza Hut Senilai Rp47,8 Triliun

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 23 Juni 2026
Kalah Saing, Yum! Brands Jual Pizza Hut Senilai Rp47,8 Triliun
Bangunan Pizza Hut.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pemegang takhta jaringan restoran cepat saji global, Yum! Brands secara resmi mengumumkan pelepasan aset jaringan restoran Pizza Hut dengan nilai valuasi menyentuh US$ 2,7 miliar atau setara dengan Rp 47,87 triliun (mengacu pada kurs Rp 17.730).

Langkah besar ini ditempuh pihak manajemen sesudah merek kuliner pizza legendaris tersebut dihantam beraneka macam kendala bisnis yang pelik, mulai dari penyusutan angka omzet penjualan hingga ketatnya situasi kompetisi pasar.

Proses pelepasan aset restoran ini nantinya bakal direalisasikan lewat dua skema transaksi yang terpisah.

Merek Pizza Hut diproyeksikan bakal diambil alih oleh sebuah korporasi ekuitas swasta bernama LongRange Capital dengan kesepakatan senilai US$ 1,5 miliar, sedangkan untuk unit bisnis yang beroperasi di wilayah China akan dibeli oleh Yum China Holdings lewat angka penawaran US$ 1,2 miliar.

"Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang membawa keahlian mendalam di industri restoran," kata Kepala Eksekutif Yum! Brands, Chris Turner dikutip dari BBC, Rabu (17/6/2026).

Melalui kebijakan untuk melepas kepemilikan Pizza Hut ini, pihak Yum! Brands mempunyai intensi kuat guna mengerucutkan fokus operasional serta alokasi sumber daya perusahaan pada jajaran merek inti mereka yang tersisa seperti KFC dan Taco Bell.

Rangkaian transaksi bisnis dengan LongRange Capital bersama Yum China ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada kuartal III-2026, dengan catatan wajib mengantongi lampu hijau persetujuan dari pihak otoritas regulasi.

Pihak Yum! Brands sendiri sejatinya sudah mulai membocorkan rencana peninjauan potensi penjualan ini semenjak bergulirnya bulan November 2025 silam, sesudah melewati catatan beberapa kuartal yang menunjukkan kemerosotan hasil penjualan pada gerai-gerai sejenis di area Amerika Serikat (AS).

Wilayah pasar domestik tersebut dinilai memegang peran yang amat vital bagi keberlangsungan jaringan bisnis ini lantaran menyumbang porsi hingga 40% dari total kalkulasi penjualan berskala internasionalnya.

Anjloknya capaian performa korporasi tersebut dipicu oleh eskalasi persaingan yang kian sengit dari para kompetitor bisnis restoran cepat saji kompetitif yang tengah berekspansi pesat seperti Domino's, Papa John's, serta Little Caesars.

Tatkala kondisi tekanan inflasi sedang melambung tinggi, para kompetitor tersebut terpantau bergerak sangat agresif dalam menggelontorkan program potongan harga atau diskon demi merebut minat dan loyalitas para pelanggan.

Sebagai dokumentasi historis bahwa gerai Pizza Hut pertama kali dibangun pada tahun 1958 silam, yang bermula dari buah pemikiran kreatif sepasang saudara kandung di wilayah Wichita, Kansas.

Merek dagang kuliner tersebut selanjutnya dibeli oleh raksasa PepsiCo pada tahun 1977, sebelum akhirnya dilepaskan melalui pembentukan entitas mandiri Yum! Brands pada tahun 1997.

"Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia dan kami bangga dengan peran penting yang telah dimainkannya dalam sejarah Yum!," kata Turner.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua