Breaking

Penjual Lompong Sagu di Padang Setia Jaga Resep Autentik

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 24 Juni 2026
Penjual Lompong Sagu di Padang Setia Jaga Resep Autentik
Proses memasak lompong sagu dan palai bada rumah gadang milik titin agustina di Kota Padang. (FOTO:NET)

PADANG - Di sebuah sudut Jalan Muhammad Hatta, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, keharuman khas dari masakan Minangkabau masih konsisten menyambut setiap orang yang lewat.

Di tengah maraknya jajanan modern yang terus berganti tren, sebuah tempat memasak sederhana justru tetap mempertahankan cita rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun silam: Lompong Sagu dan Palai Bada Rumah Gadang.

Di balik bisnis tersebut, terdapat sosok Titin Agustina, seorang wanita yang saban hari merawat warisan resep keluarga supaya tetap eksis di tengah pergeseran masa.

Lompong Sagu merupakan kudapan tradisional dari bahan baku sagu yang dikemas menggunakan daun pisang.

Tekstur makanan ini terasa kenyal disertai cita rasa gurih dan manis yang otentik, serta lazim dinikmati sebagai panganan ringan atau pendamping minum teh.

Sedangkan Palai Bada ialah hidangan dari ikan berukuran kecil yang dipadukan bersama parutan kelapa serta bumbu-bumbu rempah, kemudian dibalut daun dan dipanggang sampai memicu aroma harum serta matang dengan merata.

Bagi Titin, bisnis kuliner ini bukanlah sebuah kisah yang ia rintis dari titik nol.

Ia sekadar meneruskan langkah panjang yang telah diawali oleh pihak mertuanya semenjak tahun 2000 yang lalu.

“Saya melanjutkan usaha dari mertua saya. Usaha Lompong Sagu dan Palai Bada ini sudah cukup lama kami jalankan, dari tahun 2000 sampai sekarang,” ujar Titin, Selasa (23/6/2026).

Semenjak waktu itu, dapur berukuran kecil di kediamannya tidak pernah benar-benar menyudahi kegiatannya.

Asap hidangan dan keharuman bumbu masakan telah menjadi rutinitas harian yang hampir tidak pernah bergeser.

Ketika ada banyak pebisnis bidang kuliner memilih mengikuti tren-tren baru, Titin justru memantapkan diri untuk tetap patuh pada resep kuno.

Menurut pandangannya, kekuatan yang paling utama bukan terletak pada pembaruan yang berlebihan, melainkan pada ketetapan rasa yang sudah dihafal oleh para pembeli sejak lama.

“Saya tetap mempertahankan dan menjaga resep yang sudah paten dari mertua saya. Meskipun banyak jajanan kekinian di luar sana, jualan kami tetap dicari orang karena rasanya yang khas,” katanya.

Kepatuhan terhadap cita rasa itulah yang menjadikan Lompong Sagu dan Palai Bada Rumah Gadang tetap mendapat ruang di tengah ketatnya persaingan dunia kuliner saat ini.

Bukan cuma masyarakat sekitar saja, pembeli pun ada yang berasal dari kaum perantau yang sengaja memburu kembali rasa masa lalu ketika sedang mudik ke Padang.

Proses dalam mempertahankan bisnis kuliner ini tidak ia lalui seorang diri saja.

Titin saat ini juga ikut bergabung menjadi anggota kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pasar Ambacang yang berjalan di bawah bimbingan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

Adanya bimbingan tersebut turut menyokong para pebisnis kecil agar mengerti cara mengelola usaha sekaligus bertahan di tengah persaingan pasar yang kian sengit.

Bagi Titin, hal yang ia rawat sampai detik ini bukan cuma sebatas cara untuk mencari nafkah, melainkan juga merawat memori perihal dapur keluarga yang diturunkan kepadanya.

Pada tiap-tiap porsi Lompong Sagu dan Palai Bada yang diproduksi dari tempat memasaknya, terdapat sebuah kisah panjang mengenai keberlanjutan, dari mertua kepada menantu, serta dari masa lampau hingga ke masa sekarang.

Ia pun hingga kini masih sering mengundang khalayak ramai untuk mampir dan merasakan langsung keaslian rasa yang sudah ia rawat selama bertahun-tahun.

“Untuk saudara-saudara yang ada di sekitar Kota Padang maupun yang berada di rantau, mampirlah ke sini untuk membeli Lompong Sagu,” tuturnya.

Di tengah tingginya arus perubahan selera masyarakat, dapur tua yang sederhana itu tetap terus berasap.

Dan di area dalamnya, cita rasa lama tetap selalu menemukan celah untuk terus bertahan hidup.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua