Breaking

Pelarian Berakhir, Polisi Tangkap Buron Penganiaya Pacar di Bandung

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Rabu, 24 Juni 2026
Pelarian Berakhir, Polisi Tangkap Buron Penganiaya Pacar di Bandung
Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penganiayaan sadis pacar saat ditangkap polisi.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial YTR (29), akhirnya berakhir.

Setelah sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Taufik berhasil ditangkap jajaran Polda Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) malam.

Penangkapan tersebut langsung menjadi perhatian publik.

Di media sosial, banyak warganet menyambut positif keberhasilan polisi membekuk tersangka dan berharap proses hukum berjalan tegas hingga menjatuhkan hukuman yang setimpal.

Taufik ditangkap setelah polisi melacak keberadaannya melalui aktivitas transaksi yang terdeteksi di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.

Petunjuk tersebut mengarahkan tim gabungan Polda Jabar ke sebuah kompleks perumahan yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya berhasil mengidentifikasi lokasi tersangka melalui sejumlah aktivitas yang terekam selama pelarian.

"Bersangkutan melakukan beberapa transaksi, ya, ini menjadi petunjuk buat kami," kata Rudi seperti dikutip dari detikJabar.

Sekitar pukul 18.30 WIB, polisi berhasil meringkus Taufik tanpa perlawanan.

Sebelumnya, ia sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang untuk menghindari kejaran aparat.

Namun, menurut hasil pemeriksaan awal, Taufik mengaku merasa takut dan curiga terhadap orang-orang di sekitarnya selama menjadi buronan.

Kondisi itu membuatnya kembali ke Jawa Barat dan bersembunyi di rumah kerabatnya di Majalaya.

"Yang bersangkutan juga merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu," ujar Rudi.

Kasus yang menjerat Taufik menjadi sorotan karena dugaan penyekapan terhadap korban berlangsung dalam waktu yang sangat lama, yakni hampir tiga tahun.

Selama periode tersebut, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik yang menyebabkan luka berat permanen.

Dalam pemeriksaan awal, Taufik mengaku kerap mengonsumsi minuman keras sebelum melakukan penganiayaan.

Ia juga menyebut percekcokan dengan korban sering menjadi pemicu tindak kekerasan yang terjadi berulang kali.

Saat ini, Taufik ditahan di Mapolda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil tes urine menunjukkan tersangka negatif narkoba.

Mesedikit pun polisi berencana melibatkan ahli kejiwaan guna mendalami kondisi mental tersangka mengingat tindakan yang dilakukan dinilai sangat sadis dan tidak lazim.

Untuk alasan keamanan dan pengawasan, Taufik ditempatkan di sel khusus yang dipantau kamera CCTV selama 24 jam.

"Kami akan teruskan lagi pemeriksaan-pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, termasuk juga melibatkan beberapa ahli, ahli kejiwaan, supaya kami mempunyai data awal bagaimana kondisi kejiwaan tersangka," kata Rudi.

Penangkapan Taufik memicu gelombang reaksi di media sosial.

Banyak warganet mengungkapkan kemarahan dan simpati kepada korban yang diduga mengalami penderitaan selama bertahun-tahun.

"Alhamdulillah, penjahat Taufik Hidayat sdh berhasil ditangkap oleh Polisi....Semoga penjahat keji tersebut, dijatuhi hukuman yang berat," doa @WongAlasRoban.

"Apa yg dialamin korban slma 3 thn ini adl bentuk kekerasan berbasis gender yg sangat ekstrem.Ga ada alasan apa pun yb bisa membenarkan tindakan pelaku. Keadilan kudu ditegakin dgn hukuman seberat2 nya bagi Taufik Hidayat," ucap @amjussuf.

"Binatang buas berwujud manusia ini tak layak jika hukuman metong langsung di jatuhkan ke atasnya. Cocoknya di siksa sejadi-jadinya selama setahun biar dia tahu seperti apa rasanya sakit, barulah eksekusi di jalankan. Ini Taufik Hidayat, manusia keji yang baru di tangkap," kata @AnakLolina2.

"Jangan ada iba sama dia ya, dia ini monster!! Semoga hukuman seumur hidup ini badjingan Taufik Hidayat," ucap @scrolltkp.

Komentar serupa juga bermunculan dari banyak akun lain yang berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

Selain itu, tidak sedikit yang mendoakan agar YTR dapat pulih secara fisik maupun mental setelah mengalami pengalaman traumatis tersebut.

Saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam rangkaian peristiwa yang terjadi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua