Breaking

Tabrakan KA Logawa di Nganjuk Bikin Macet Surabaya-Madiun 4 Km

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Jumat, 10 Juli 2026
Tabrakan KA Logawa di Nganjuk Bikin Macet Surabaya-Madiun 4 Km
Viral memperlihatkan detik-detik kereta api Logawa menyerempet sebuah truk di wilayah Nganjuk, Jawa Timur. (FOTO:NET)

NGANJUK - Perlintasan jalan nasional yang menghubungkan kota Surabaya dan Madiun didera kemacetan yang terhitung sangat parah pada Kamis (9/7/2026) sore.

Penumpukan kendaraan dilaporkan sempat mengular hingga sepanjang 4 kilometer pada kedua lajur jalan akibat berlangsungnya proses evakuasi dari insiden kecelakaan tersebut.

Kepadatan arus lalu lintas ini dipicu oleh kecelakaan fatal yang melibatkan Kereta Api (KA) Logawa relasi Purwokerto–Ketapang, sebuah truk jasa pengiriman barang, serta motor Honda Supra di perlintasan sebidang JPL 103, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pihak kepolisian terpaksa mendatangkan unit kendaraan derek untuk memindahkan bagian badan truk ekspedisi yang mengalami kerusakan fatal setelah terhantam kereta.

Proses evakuasi bangkai truk dari area kecelakaan tersebut memerlukan waktu kurang lebih 15 hingga 20 menit.

Dikarenakan dimensi kendaraan yang sangat besar serta titik kejadian yang berada persis di jalur arteri utama, pergerakan kendaraan di Jalan Raya Surabaya–Madiun sempat mengalami mati total.

"Akibat proses evakuasi, arus lalu lintas di Jalan Raya Surabaya–Madiun sempat mengalami kepadatan cukup panjang. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar empat kilometer di kedua arah," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, Kamis.

Guna mengurai sumbatan arus kendaraan yang memanjang itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk segera memobilisasi sejumlah personel untuk menjalankan sistem rekayasa sekaligus penataan lalu lintas manual.

Kondisi arus di jalur tersebut baru berangsur pulih dan normal kembali sesudah armada truk berhasil ditarik menjauh dari jalur rel kereta dan badan jalan utama.

"Kami juga fokus melancarkan arus lalu lintas," tambah Wahby.

Menurut data yang berhasil dihimpun, peristiwa tabrakan berdarah ini terjadi sekitar pukul 14.15 WIB.

Kecelakaan bermula sewaktu truk ekspedisi dengan nomor polisi L 9417 CL yang disopiri oleh Tabah Nur Arriski (21) melaju dari wilayah barat menuju ke arah timur.

Di saat yang bersamaan, sebuah sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi AG 3530 XA yang dikendarai Djamiran (64) bergerak searah di posisi dekat armada truk tersebut.

Sangat disayangkan, sewaktu kedua kendaraan tersebut sedang melewati perlintasan rel di JPL 103, KA Logawa muncul dari arah timur melesat menuju ke barat.

Indikasi sementara memperlihatkan bahwa oknum petugas yang berjaga di perlintasan itu terlambat menurunkan palang pintu pengaman jalan.

"Identifikasi awal, kemungkinan petugas penjaga jalan lintasan telat menutup palang pintu," ungkap Ipda Wahby.

Dugaan kuat mengenai adanya unsur kelalaian ini juga diperkuat lewat data rekaman kamera pemantau (CCTV) di sekitar lokasi kejadian perkara.

Melalui potongan rekaman tersebut, palang pengaman jalan terlihat baru turun beberapa saat setelah benturan keras terjadi antara lokomotif kereta dengan truk.

Akibat tabrakan lokomotif yang begitu keras, bagian depan truk angkutan barang hancur lebur dan terpelanting ke sisi samping hingga menimpa pengendara motor Honda Supra yang berkendara di dekatnya.

Peristiwa nahas ini mengakibatkan sopir truk JNT, Tabah Nur Arriski, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat menderita luka yang sangat parah pada bagian kepala, tangan, serta kaki.

Jenazah korban langsung dipindahkan oleh petugas menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

Sementara itu, untuk pengendara sepeda motor yang bernama Djamiran, menderita luka patah tulang di lengan sebelah kanan serta luka robek di kaki kanan.

Korban selamat tersebut segera dievakuasi menuju ke RSUD Nganjuk guna mendapatkan tindakan penanganan medis secara intensif.

Efek benturan keras akibat kecelakaan ini juga dirasakan sangat jelas oleh para penumpang di dalam rangkaian kereta api.

Salah satu penumpang KA Logawa, Muhammad Zidan (20), menuturkan bahwa ia sempat mengira kereta yang ditumpanginya hanya melindas tumpukan batu.

"Saya kira guncangan itu imbas roda kereta melindas batu di rel. Saya kira ada orang iseng meletakkan batu di atas rel. Ternyata kecelakaan. Kereta juga sempat mengerem," tutur Zidan yang kala itu tengah menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta.

Jajaran Satlantas Polres Nganjuk memastikan bahwa rangkaian agenda penyelidikan demi menyingkap faktor utama kecelakaan kereta ini masih terus berjalan.

"Penanganan yang telah kami lakukan, olah TKP dan memintai keterangan saksi. Kami sudah memeriksa rekaman CCTV," terang Ipda Wahby.

Petugas kepolisian juga sedang melangsungkan proses pemeriksaan secara intensif kepada oknum penjaga palang pintu kereta yang bertugas ketika kecelakaan berlangsung.

Di sisi lain, insiden ini turut membawa pengaruh yang cukup besar terhadap jadwal operasional kereta api di wilayah kerja Daop 7 Madiun.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, memvalidasi adanya isu keterlambatan serta penerapan pemberhentian luar biasa (BLB) bagi beberapa rangkaian kereta imbas dari kecelakaan di petak jalur Stasiun Bagor - Saradan itu.

Sejumlah jadwal keberangkatan kereta yang ikut terdampak dan mengalami delay di antaranya adalah KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, serta KA Jayakarta.

"KAI akan terus mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan hingga seluruh perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal," tegas Tohari mewakili manajemen KAI yang juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua