Breaking

Kasus Influenza Anak di Surabaya Melonjak, Ruang Rawat RS Husada Utama Penuh

RE
Kamis, 17 September 2026
Kasus Influenza Anak di Surabaya Melonjak, Ruang Rawat RS Husada Utama Penuh

NAVIGASI.CO.ID — Ruang perawatan anak di RS Husada Utama Surabaya penuh dalam sepekan terakhir akibat lonjakan pasien influenza. Manajemen rumah sakit terpaksa mengoper pasien ke lantai lain karena satu lantai diisi hingga 44 pasien. Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengklaim situasi masih tergolong wajar dan meminta warga memeriksakan diri ke puskesmas lebih dulu.

Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya dr Didi Dewanto membenarkan lonjakan pasien yang mayoritas anak-anak tersebut. Ia menyebut ruang pediatric ward dan instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakitnya tak lagi menampung tambahan pasien.

"Anak-anak, kasusnya memang meningkat ya. Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. IGD sama penuh juga," kata Didi kepada awak media, Rabu (16/9).

Didi meyakini kondisi serupa dialami hampir semua rumah sakit di Kota Pahlawan. Ia bahkan menyebut pihaknya harus memindahkan pasien ke lantai lain untuk mengatasi keterbatasan ruang.

Satu Lantai Diisi hingga 44 Pasien

"Hampir semua rumah sakit kayaknya ya, mohon coba dicek ya yang lain. Ada satu lantai ada 44, jadi sampai kita oper-oper ke lantai lain," ungkap dia.

Menurut Didi, pasien dewasa turut memadati ruang perawatan, bukan hanya anak-anak. Ia belum bisa memastikan varian virus influenza yang memicu lonjakan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Didi mendesak masyarakat memperketat protokol kesehatan. Langkah pencegahan yang disarankan mencakup menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, memakai masker, dan menjalani vaksinasi influenza.

RS Kemenkes Surabaya Klaim Tak Ada Lonjakan Signifikan

Pemandangan berbeda terlihat di RS Kemenkes Surabaya. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr Martha Siahaan menyatakan tidak ada lonjakan pasien yang signifikan di rumah sakit kelas A tersebut.

"Mungkin karena kelas A, jadi lebih banyak di kelas di bawahnya atau puskesmas," ungkap Martha.

Meski begitu, Martha mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan, katanya, harus diterapkan secara konsisten, tidak hanya saat pandemi Covid-19.

Dinkes Surabaya Sebut Kenaikan Masih Wajar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengakui adanya tren kenaikan kasus demam. Ia menilai hal ini dipicu perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas warga.

"Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat," kata Billy.

Billy mengklaim mayoritas pasien saat ini hanya membutuhkan rawat jalan. Belum ada lonjakan pasien dengan kondisi berat yang memerlukan perawatan intensif.

"Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat," ungkapnya.

Dinkes Pantau Ketersediaan Tempat Tidur

Dinkes Surabaya memastikan terus memantau ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis di fasilitas kesehatan. Billy mengimbau warga tidak panik dan menyeleksi informasi yang beredar.

"Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu," ujarnya.

Ia juga meminta warga memprioritaskan pemeriksaan awal ke puskesmas sebelum mendatangi rumah sakit. Langkah itu dinilai membantu mengurangi penumpukan pasien di IGD dan ruang rawat inap.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua