Gangguan Listrik Aliran Atas Lumpuhkan Perjalanan KRL Rangkasbitung
JAKARTA - Gangguan pada jaringan listrik aliran atas di antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji menghambat operasional KRL lintas Rangkasbitung pada Senin sore.
Keamanan operasional menjadi prioritas utama saat tim teknis mendeteksi adanya percikan api pada tiang penyangga infrastruktur kelistrikan jalur tersebut.
"Untuk keselamatan perjalanan Commuter Line dan jaringan LAA, untuk sementara aliran LAA dimatikan," ujar Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.
Leza Arlan menjelaskan bahwa rekayasa pola operasi terpaksa dilakukan dengan membatasi rute perjalanan kereta hanya sampai Stasiun Serpong dan Kebayoran.
Langkah darurat ini berimbas langsung pada penumpukan ribuan pengguna jasa yang tertahan di berbagai stasiun besar sejak pukul 16.30 WIB.
Petugas di lapangan segera melakukan evakuasi terhadap para penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta yang terhenti di tengah lintasan.
Kondisi stasiun terpantau sangat padat oleh warga yang menanti kepastian keberangkatan di tengah jam pulang kerja yang sibuk.
Banyak masyarakat mencoba mencari alternatif moda transportasi darat namun kesulitan mendapatkan armada akibat lonjakan permintaan yang drastis.
Rahmat berpendapat, bahwa sulitnya mendapatkan layanan transportasi daring membuatnya harus menunggu lama di area stasiun hingga malam hari.
Proses perbaikan intensif pada titik kerusakan membutuhkan waktu sekitar 3 jam sebelum aliran listrik dapat dialirkan kembali secara normal.
Rangkaian kereta pertama menuju arah Tanah Abang mulai melintas kembali pada pukul 19.38 WIB sebagai tanda pulihnya layanan.
Pihak operator menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas gangguan teknis yang menyebabkan ketidaknyamanan mobilitas para pelanggan.
Antrean penumpang di peron stasiun perlahan mulai terurai seiring dengan normalnya frekuensi kedatangan rangkaian kereta di setiap stasiun lintasan.