Update Jadwal KA Penataran & Dhoho Surabaya-Blitar Malam 2026
SURABAYA - Perjalanan rute Surabaya menuju Blitar pada waktu malam hari tetap menjadi opsi favorit bagi banyak penumpang ketika masa libur panjang atau long weekend tiba.
Tarif tiket yang sangat terjangkau, jadwal keberangkatan pada malam hari, serta rute yang melintasi berbagai kota di Jawa Timur menjadikan KA Penataran dan KA Dhoho tetap menjadi tumpuan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan biaya rendah.
Selain harga yang ekonomis, perjalanan malam dari Surabaya ke Blitar dianggap lebih praktis lantaran para penumpang dapat langsung berangkat setelah menyelesaikan aktivitas harian tanpa perlu mengambil waktu tambahan.
Kondisi tersebut membuat jadwal malam untuk KA Penataran dan KA Dhoho selalu ramai dipesan oleh masyarakat menjelang masa libur panjang.
Berdasarkan data perjalanan kereta lokal terbaru, terdapat beberapa pilihan perjalanan malam Surabaya-Blitar yang kerap digunakan oleh masyarakat.
Mengutip informasi dari Dealls.com, KeretaApiKita, Traveloka, dan Tiket.com, rute pertama adalah KA Dhoho (KA 409A/410) melalui Surabaya Kota – Kertosono – Kediri – Tulungagung – Blitar.
Kereta ini berangkat pukul 17.30 WIB dari Surabaya Kota dan dijadwalkan tiba di Blitar sekitar pukul 22.58 WIB dengan harga tiket mulai Rp10.000 hingga Rp15.000.
Pilihan kedua adalah KA Penataran (KA 431A) melalui rute Surabaya Kota – Malang – Blitar yang berangkat pukul 17.40 WIB.
Rangkaian ini diperkirakan tiba di Blitar pada pukul 23.25 WIB dengan tarif tiket yang sama, yakni mulai Rp10.000 hingga Rp15.000.
Perlu diperhatikan bahwa jadwal keberangkatan tersebut dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional dari pihak KAI.
Calon penumpang sangat disarankan untuk melakukan pengecekan kembali jadwal terkini melalui aplikasi Access by KAI atau platform daring lainnya sebelum memutuskan untuk berangkat.
Dalam operasionalnya, KA Dhoho tetap menjadi salah satu kereta ekonomi lokal yang paling diminati masyarakat karena melewati kota besar seperti Kertosono, Kediri, dan Tulungagung.
Harga tiket yang tetap murah menjadi alasan mendasar bagi masyarakat untuk memilih moda ini guna menghindari kemacetan di jalan raya saat libur panjang.
Banyak kalangan pekerja serta pelajar yang memilih jadwal malam KA Dhoho karena dinilai lebih efisien terhadap waktu produktif mereka.
Selain KA Dhoho, KA Penataran juga menjadi primadona karena melintasi stasiun penting seperti Surabaya Gubeng, Wonokromo, Sidoarjo, Bangil, Lawang, Malang, Kepanjen, hingga Wlingi.
KA Penataran sering dimanfaatkan oleh wisatawan maupun pelajar rantauan yang ingin menuju Malang dan Blitar dengan biaya yang hemat.
Walaupun berstatus kereta ekonomi lokal, fasilitas KA Penataran saat ini sudah cukup memadai dengan pendingin udara serta penataan kursi yang lebih nyaman.
Tingginya minat masyarakat pada perjalanan malam ini membuktikan bahwa kereta lokal masih memegang peranan krusial sebagai transportasi publik di Jawa Timur.
KA Penataran dan KA Dhoho pun tetap menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin melakukan perjalanan pulang kampung dengan lebih praktis dan hemat biaya.