Proyek Sport Center Rp 5 Triliun di Lahan Sawit Masuk Tahap Awal

Ilustrasi Sport Center. (Sumber: NET)
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07:01 WIB

BOGOR - Agenda pembangunan pusat olahraga atau sport center nasional yang berlokasi di kawasan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mulai menginjak fase persiapan.

Pihak pemerintah pun telah menyiapkan mekanisme pendanaan kombinasi, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai konstruksi inti serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor untuk mendanai pembebasan area lahan.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro memaparkan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan fase perencanaan sekaligus penyelarasan antar-kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga terkait sebelum pengerjaan fisik dimulai.

“Tahun ini untuk perencanaan supaya tertib (administrasinya), lebih rapi sehingga pelaksanaan pembangunan akademi olahraga ini berjalan dengan baik,” kata Gunawan usai rapat koordinasi percepatan pelaksanaan pembangunan sport center bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati, Cibinong, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan penuturannya, pengerjaan fisik sport center ini diproyeksikan mulai berjalan pada 2027 dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2029.

Gunawan membeberkan bahwa total dana pembangunan diestimasi menyentuh angka Rp 5 triliun yang dialokasikan dari APBN sepanjang tiga tahun masa penggarapan.

“Selama tiga tahun itu diperkirakan sekitar Rp 5 triliun,” ujar dia.

Pemkab Bogor bakal ikut andil dalam menyokong kebutuhan administrasi serta pengadaan lahan, termasuk langkah pembebasan tanah untuk pembangunan sarana penunjang menuju area sport center tersebut.

Dalam agenda rapat koordinasi itu, Kemenpora pun merangkul sejumlah kementerian dan lembaga, contohnya Kementerian ATR/BPN, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), hingga Pemkab Bogor guna menyinkronkan pengerjaan kompleks olahraga dengan infrastruktur wilayah setempat.

“Tujuannya supaya (infrastruktur) jalan yang akan dibangun Pak Bupati itu bisa simultan dan efisien anggarannya,” kata Gunawan.

Kompleks sport center nasional tersebut bakal didirikan di atas lahan perkebunan kelapa sawit kepunyaan PTPN dengan luas mencapai 500 hektare yang nantinya dialihfungsikan menjadi area olahraga terpadu atau lokasi Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.

“Betul, lahan sawit yang ada diganti dengan bangunan sport center,” ujar dia.

Wilayah itu kelak tidak sekadar berperan sebagai pusat pelatihan olahraga nasional, namun juga dilengkapi sarana edukasi olahraga level SD, SMP, dan SMA bagi para atlet pilihan yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Selain fasilitas sekolah serta mes atlet, pemerintah bakal mendirikan arena pertandingan hingga sarana riset olahraga dalam satu area terintegrasi.

“Untuk melatih atlet-atlet yang memang terpilih untuk menjadi atlet tingkat dunia. Sekolah dan venue olahraga semuanya lengkap," ucap Gunawan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan sebanyak 21 cabang olahraga (cabor) unggulan yang akan difasilitasi sarana serta prasarananya di area kompleks sport center tersebut.

Cabor unggulan yang bakal digarap di area ini mencakup atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2x2), bola basket (3x3), dayung (rowing dan canoe), tenis, anggar, gulat, equestrian, dan pencak silat.

"Terus jumlah dari cabang olahraga itu sudah ditentukan oleh Pak Presiden sejumlah 21 cabor yang nanti akan kami bangun sarana-prasarananya di 500 hektare yang sudah ditentukan oleh Bapak Presiden. Pak Presiden yang menentukan lokasi pembangunannya. Pak Presiden sendiri yang memilih tempat itu (Rancabungur)," tuturnya.

Di pihak lain, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa instansinya mulai menyelaraskan blueprint pembangunan daerah dengan rencana kerja pemerintah pusat untuk membangun sport center nasional di areanya.

Akses jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), jembatan layang, hingga RSUD Parung akan disiapkan demi menopang jalur transportasi menuju lokasi akademi olahraga nasional serta pusat pelatihan tim nasional tersebut.

Menurut Rudy, salah satu prioritas terdepan adalah percepatan perampungan jalur Bomang yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.

"Kami juga memiliki perencanaan yang sama dari beberapa tahun sebelumnya, yaitu kami menuntaskan jalur atau jalan Bomang yang akan kami tuntaskan di 2027,” kata Rudy.

Ia menjabarkan bahwa pada tahun ini instansinya akan mendirikan dua unit jembatan di rute Bomang.

Setelah agenda tersebut, pembuatan jembatan layang dicanangkan mulai digarap pada tahun 2027.

“2026 kami membangun dua jembatan di jalur Bomang, 2027 flyover kami bangun,” ujarnya.

Tidak sampai di situ, Pemkab Bogor pun mempercepat proses penataan kawasan Salabenda hingga Parung yang berbatasan langsung dengan Kota Depok.

Rudy melampirkan bahwa jajaran pemerintah daerah juga berupaya merampungkan Klinik Utama Rawat Inap Parung agar nantinya bisa beroperasi penuh menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD) Parung.

"Lalu mudah-mudahan kami juga berupaya untuk menuntaskan klinik utama rawat inap Parung agar dapat beroperasi menjadi RSUD Parung,” ucap dia.

Berdasarkan keterangan Rudy, akselerasi infrastruktur diimplementasikan agar wilayah Bogor sektor barat dan utara dapat tumbuh beriringan dengan pembangunan sport center nasional yang dicanangkan berdiri di area sekitar 500 hektare di Kecamatan Rancabungur tersebut.

Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan mengakselerasi pembangunan di kawasan tersebut.

“Kami melihat bahwa wilayah Bogor bagian utara, Bogor bagian barat yang tadinya kami lakukan percepatan pembangunan hanya bisa satu langkah, dua langkah, dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat mungkin langkah kami bisa 10-20 langkah ke depan,” kata Rudy.

Rudy menegaskan komitmen penuh dari jajaran pemerintah daerah sekaligus mengingatkan krusialnya komunikasi sejak fase awal berkenaan dengan sebagian tanah di area perencanaan yang status kepemilikannya masih dikuasai pihak swasta.

"Jangan sampai program strategis nasional akhirnya niatnya baik tapi tidak direspon dengan baik karena permasalahan komunikasi dan administrasi di awal," kata Rudy.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati