Objek Wisata Danau Sano Limbung Ditutup Sementara demi Keamanan

Kawasan wisata alam Danau Sano Limbung. (Sumber: NET)
Jumat, 29 Mei 2026 | 14:35:12 WIB

LABUAN BAJO - Area objek wisata alam Danau Sano Limbung yang berada di wilayah Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi dinyatakan ditutup untuk sementara waktu terhitung sejak hari Kamis, 28 Mei 2026 sore hari.

Ketetapan mengenai penutupan jalur wisata tersebut diputuskan bersama sesudah adanya tim gabungan dari jajaran Pemerintah Kecamatan Boleng, pihak Polsubsektor Boleng, pihak Polsek Komodo, serta unit Pos TNI Boleng, melangsungkan agenda pemantauan kondisi fisik secara menyeluruh pada area destinasi wisata tersebut.

Kapolsek Komodo, AKP Eka Darma Yuda, memaparkan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk langkah evaluasi preventif atas insiden musibah yang sempat melanda kawasan wisata air terjun Cunca Wulang pada kurun waktu sebelumnya.

Penerapan langkah ini juga dilakukan guna mengantisipasi timbulnya potensi kecelakaan kerja yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dari para pengunjung.

"Belajar dari evaluasi peristiwa di Cunca Wulang, tindakan preventif seperti ini wajib kami lakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Eka, Jumat (29/5/2026).

Dari perolehan hasil pemeriksaan di lapangan, jajaran petugas mendapati fasilitas krusial yang berupa tangga dari bahan kayu sebagai jalur utama dan satu-satunya akses bagi wisatawan untuk memasuki area wisata berada dalam kondisi yang rusak parah.

Sebagian besar dari komponen anak tangga berbahan dasar kayu itu terpantau sudah dalam keadaan lapuk serta menyimpan risiko tinggi untuk roboh jika tetap dipaksakan untuk dilewati oleh para pelancong.

"Penutupan ini bersifat sementara sembari menunggu pihak pengelola melakukan perbaikan fasilitas secara menyeluruh agar layak dan aman digunakan kembali," ujar Eka.

Untuk saat ini, jajaran petugas gabungan dilaporkan sudah melakukan pemasangan bentangan tali pembatas di area jalur pintu masuk guna mengantisipasi adanya wisatawan yang nekat menerobos masuk ke dalam.

Pada waktu sebelumnya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengutarakan niatnya untuk melangsungkan proses evaluasi secara mendasar serta radikal terhadap seluruh keberadaan objek wisata di wilayah Manggarai Barat.

Agenda evaluasi massal ini mencuat sebagai buntut dari tragedi kecelakaan yang menewaskan dua orang turis asing asal negara Austria bernama Jurgen (54) dan Astrid (56), akibat terjatuh dari fasilitas jembatan gantung di wisata alam Cunca Wulang.

Proses evaluasi beserta perbaikan fasilitas tidak sekadar dilangsungkan pada area Cunca Wulang saja, melainkan bakal menyasar ke seluruh destinasi objek wisata yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.

"Kami pastikan untuk memenuhi apa kebutuhannya, termasuk menyiapkan seluruh rangkaian prosedur atau SOP di semua objek wisata," kata Bupati.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati