Kemlu Bantu Pulangkan Relawan WNI Global Sumud Land Convoy

Relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC). (Sumber: NET)
Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:07:24 WIB

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia sudah memfasilitasi kedatangan enam orang relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).

Kemlu lewat keterangan resmi yang divalidasi di Jakarta, Jumat, mengutarakan bahwa enam dari tujuh relawan Indonesia GSLC tersebut sampai di Jakarta pada Jumat pukul 17.35 WIB.

Sedangkan satu orang relawan Indonesia masih menetap di Istanbul hingga beberapa hari mendatang.

Keterangan resmi tersebut menjelaskan bahwa sejak awal bertolak, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli telah melangsungkan koordinasi intensif dengan bermacam pihak demi memantau dan menjamin keselamatan mereka.

Sementara itu Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan misi menyalurkan bantuan kemanusiaan dunia bagi Palestina lewat melalui rute laut dan rute darat.

Para relawan yang berkumpul dalam GSLC melewati rute Libya-Mesir-Gaza serta diikuti oleh para relawan dunia termasuk 7 orang relawan Indonesia.

Di tengah perjalanannya, GSLC tidak sukses mengantongi izin melintas pada area Sirte, perbatasan Libya barat-Libya timur.

Pada 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli sukses menjemput ketujuh relawan Indonesia dan selama di Tripoli, seluruh tujuh relawan terus diberikan pengawalan dan ditempatkan di Wisma KBRI Tripoli, sembari menanti proses pemulangan ke Indonesia.

Para relawan menghaturkan apresiasi atas pertolongan dan pengawalan Kemlu serta Perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia kembali menggarisbawahi bahwa pelindungan WNI ialah prioritas utama.

Pemerintah Indonesia menghormati antusiasme kemanusiaan masyarakat Indonesia yang hendak menyalurkan bantuan ke area konflik.

Akan tetapi, menimbang tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang hendak menjadi relawan diimbau untuk menimbang aspek keselamatan dan keamanan secara mendalam atau menyalurkan bantuannya lewat lembaga kemanusiaan yang mempunyai akreditasi serta jaringan yang tersedia di area tujuan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati