Ibu 3 Anak dan Polisi Forensik Jadi Astronaut Pertama Hong Kong
HONG KONG - Siapa yang menduga jika seorang anggota polisi sekaligus ibu dari tiga orang anak resmi dinobatkan sebagai astronaut pertama yang berasal dari Hong Kong.
Ia telah berhasil meluncur menuju luar angkasa dalam rangkaian misi Shenzhou-23 kepunyaan pemerintah Tiongkok pada Minggu (24/5/2026).
Astronaut perempuan bernama Li Jiaying ini dinyatakan lolos seleksi bersama dengan dua astronaut lainnya setelah melewati proses penyaringan ketat yang dibuka sejak tahun 2022 lalu.
Pencapaian ini juga mengukuhkan posisi Li sebagai astronaut wanita pertama dalam sejarah Hong Kong.
Li mengisahkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia luar angkasa serta teknologi pesawat nirawak sudah mulai tumbuh sejak tahun 2003 silam.
Ia bahkan sangat mengagumi figur Yang Liwei yang dikenal sebagai sosok astronaut pertama asal Tiongkok.
Bekerja sebagai polisi
Bukannya mengambil program studi astronomi saat kuliah, Li justru memantapkan hati untuk merintis karier di kepolisian pada tahun 2012 dengan keahlian khusus di bidang forensik digital serta keamanan siber.
Li juga berhasil menuntaskan pendidikan tingkat doktoral dalam bidang forensik komputer di Universitas Hong Kong.
Berkat latar belakang akademisnya tersebut, dirinya juga akrab disapa sebagai seorang ilmuwan komputer.
Walaupun rutinitas pekerjaannya sehari-hari terbilang sangat jauh dari urusan luar angkasa, Li mengaku selalu meluangkan waktu demi membaca berbagai literatur seputar astronomi.
Hingga pada suatu momen, Li melihat adanya sebuah peluang emas saat negara China mengumumkan pembukaan rekrutmen untuk kelompok astronaut cadangan angkatan keempat.
Pada momentum itulah untuk pertama kalinya proses seleksi tersebut dibuka secara luas bagi para penduduk di wilayah Hong Kong dan Makau.
"Persyaratan tinggi badan adalah 160 sentimeter. Tinggi saya 161 sentimeter, hanya satu sentimeter lebih. Ini kesempatan langka. Kenapa tidak mencoba?” Kata Li dikutip dari kantor berita Xinhua pada Selasa, (24/5/2026).
Bersaing dengan 120 calon astronaut, terkendala bahasa
Li sepenuhnya menyadari bahwa profesi utamanya adalah seorang anggota polisi.
Oleh karena itu, ia sama sekali tidak merasa keberatan ataupun kecewa andaikata dirinya harus tereliminasi di tengah tahapan seleksi.
"Bahkan jika saya gagal, sekadar bertemu dengan calon astronaut saja sudah merupakan pengalaman yang langka,” kata dia.
Dalam rangkaian penyaringan tersebut, total ada tiga tahapan berat yang wajib ia lalui dengan sukses.
Ia tercatat harus berkompetisi memperebutkan tempat dengan kurang lebih 120 orang kandidat lain dari Hong Kong.
Hingga pada bulan Agustus 2024, namanya resmi diumumkan lolos untuk bertolak ke Beijing dan melebur bersama tim astronaut Tiongkok.
Li mengungkapkan bahwa setibanya di Beijing, sebuah tantangan baru yang cukup menyulitkan mulai menghadang jalannya.
Ia mengaku sempat mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Mandarin karena faktor kebiasaannya yang memakai Bahasa Kanton untuk berinteraksi sehari-hari.
Bukan hanya itu saja, ia pun dituntut untuk sanggup terjaga selama 72 jam hampir setiap hari demi mengasah kepekaan indra penglihatannya di area minim cahaya seperti di dalam gua.
Ia juga harus menjalani latihan fisik ekstrem selama 48 jam di bawah sengatan terik matahari serta dinginnya cuaca wilayah gurun.
Seluruh astronaut yang dinyatakan terpilih diwajibkan untuk menuntaskan lebih dari 200 tugas pelatihan yang terbagi dalam delapan kategori utama demi memenuhi standar kualifikasi misi penerbangan.
Kendati demikian, tidak ada satu pun beban latihan berat tersebut yang sanggup mematahkan semangatnya.
Satu-satunya hal yang kerap mengusik pikirannya hanyalah rasa rindu yang teramat mendalam kepada buah hatinya.
"Anak bungsu saya bertanya, mengapa harus saya yang pergi latihan bukan suami saya. Tetapi saya menjelaskan jika keluarga kami adalah rumah kecil. Negara kami adalah rumah besar. Ibu harus pergi mengurus rumah besar ini untuk sementara waktu,” katanya.
Li pada akhirnya sukses terpilih dan mengudara bersama Zhu Yangzhu yang mengemban tugas sebagai Komandan sekaligus Teknisi Penerbangan, serta Zhang Zhiyuan yang diplot sebagai Pilot.
Mereka dijadwalkan akan menetap di luar angkasa dalam jangka waktu yang tergolong lama, bahkan diperkirakan bisa mencapai kurun waktu satu tahun penuh.
Li mengutarakan bahwa amanah yang diembannya sebagai astronaut pertama dari Hong Kong ini sejatinya mendatangkan sebuah tanggung jawab moral tersendiri bagi dirinya.
"Karena saya berasal dari Hong Kong, saya memiliki satu tugas lagi untuk menjadi jembatan bagi upaya antariksa Hong Kong, Makau, dan daratan Tiongkok," katanya.
Merayakan ulang tahun di luar angkasa
Pada bulan November 2026 mendatang, Li bakal melewatkan hari ulang tahunnya di luar angkasa, di mana momen tersebut jatuh bersamaan dengan hari lahir putri bungsunya.
Peristiwa ini akan menjadi kali pertama bagi mereka merayakan momen spesial tersebut tanpa bertatap muka secara langsung.
Meski begitu, ia telah mengantisipasinya dengan membawa serta beberapa lembar foto, gambar, hingga tumpukan surat dari pihak keluarga tercinta.
“Kalau nanti kangen, saya cukup melihat barang-barang yang sudah saya bawa,” pungkasnya.