Diduga Kena Peluru Nyasar di Depan Rektorat UNP, Dua Orang Terluka

Dua orang diduga menjadi korban peluru nyasar di kawasan kampus, tepatnya di sekitar lapangan depan Rektorat UNP. (FOTO: NET)
Rabu, 03 Juni 2026 | 08:56:35 WIB

PADANG - Situasi sore hari di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) Air Tawar mendadak gempar usai dua orang dilaporkan terluka lantaran diduga terkena peluru rekoset atau peluru nyasar pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kedua korban itu adalah Nova Wirantika (25), seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, bersama Guruh Guino, warga sipil yang waktu itu sedang mendampingi salah satu mahasiswa UNP.

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, mengonfirmasi kebenaran mengenai terjadinya insiden tersebut.

"Iya benar. Ada satu orang mahasiswa UNP yang menjadi korban. Saat kejadian mereka sedang berkumpul atau duduk-duduk di alun-alun depan rektorat," ujar Erianjoni saat dikonfirmasi, Selasa.

Merujuk pada penjelasan Erianjoni, peristiwa itu terjadi ketika kedua korban sedang berkumpul santai bersama rekan-rekan mereka di area alun-alun depan Gedung Rektorat UNP.

Proyektil peluru yang melukai korban diduga merupakan peluru rekoset yang bersumber dari area latihan tembak TNI di wilayah Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Utama UNP.

Namun hingga detik ini, kepastian mengenai asal proyektil tersebut masih menunggu hasil dari proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Imbas dari kejadian itu, Nova mengalami luka yang terbilang serius karena proyektil diduga menancap pada bagian paha sebelah kirinya.

Meski berada dalam kondisi sadar, dirinya harus melewati prosedur operasi pada Selasa malam untuk mengangkat proyektil tersebut di Rumah Sakit Hermina Padang.

Sementara itu, Guruh mengalami luka di bagian atas pergelangan tangan miliknya.

Setelah mendapatkan tindakan medis awal di RS Hermina Padang, Guruh kemudian dirujuk menuju Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting Padang demi menerima penanganan kesehatan lanjutan.

Rektor UNP, Krismadinata, yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada saat itu, langsung memimpin proses evakuasi untuk kedua korban.

Pihak kampus segera mengerahkan mobil ambulans UNP untuk membawa korban menuju rumah sakit terdekat agar dapat secepatnya ditangani oleh tim medis.

Peristiwa ini sempat memunculkan kepanikan di antara para civitas akademika kampus serta warga yang sedang beraktivitas di sekitar tempat kejadian.

Sampai sekarang, pihak-pihak terkait masih terus mendalami penyebab utama dan sumber asal proyektil yang mencederai kedua korban tersebut.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati