JAKARTA - Skuad nasional Panama kembali menapakkan kaki di pentas sepak bola sejagat pasca-memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Keikutsertaan ini menjadi penampilan kedua bagi Panama dalam ajang Piala Dunia setelah menempuh laga perdana pada edisi 2018 di Rusia.
Berbekal modal jam terbang dari performa perdana itu serta progres yang diperlihatkan dalam sekian tahun belakangan, Panama datang mengusung impian untuk melangkah lebih jauh ketimbang capaian terdahulu.
Panama mengamankan tiket Piala Dunia 2026 selaku salah satu perwakilan zona Concacaf pasca-menjuarai Grup A di putaran ketiga kualifikasi.
Mereka pun menjadi satu-satunya negara dari kawasan Amerika Tengah yang sukses mengunci tiket menuju putaran final.
Langkah menuju Piala Dunia tidak bergulir mudah buat kesebelasan berjuluk Los Canaleros itu.
Panama tampil dominan di putaran kedua kualifikasi lewat keberhasilan menyapu bersih empat laga kontra Nikaragua, Guyana, Montserrat, serta Belize.
Akan tetapi, rintangan lebih berat menghadang pada putaran ketiga sewaktu mereka berkumpul bersama Suriname, Guatemala, dan El Salvador.
Panama mengawali fase tersebut lewat torehan imbang saat melakoni laga tandang ke markas Suriname dan kembali memetik hasil seri ketika menjamu Guatemala.
Mereka selanjutnya mengunci kemenangan krusial di markas El Salvador sebelum kembali ditahan imbang Suriname di hadapan publik sendiri.
Panama akhirnya memastikan tempat di Piala Dunia pasca-menumbangkan Guatemala pada pertandingan tandang dan menundukkan El Salvador di kandang pada laga pamungkas demi finis pada peringkat teratas grup.
Andil besar ini tidak lepas dari peran juru taktik Thomas Christiansen yang mengomandoi tim semenjak Juli 2020.
Arsitek strategi berdarah Denmark-Spanyol itu sempat didera tekanan pada awal masa tugasnya pasca-Panama gagal melewati babak grup Piala Emas Concacaf 2021 serta gagal menembus Piala Dunia 2022.
Walau demikian, asosiasi sepak bola Panama tetap menaruh keyakinan kepada Christiansen.
Ketetapan tersebut terbukti tepat lantaran Panama terus memperlihatkan grafik kemajuan dalam beberapa tahun belakangan.
Di bawah komandonya, Panama memijak babak semifinal Liga Bangsa-Bangsa Concacaf pada 2023 dan 2024.
Mereka juga sukses melangkah ke partai puncak Piala Emas Concacaf 2023 serta menjadi finalis Liga Bangsa-Bangsa Concacaf 2025.
Christiansen pun berhasil mengombinasikan pilar veteran dengan generasi anyar yang tengah merangkak naik.
Nama-nama layaknya Carlos Harvey serta Adalberto Carrasquilla menjelma sebagai elemen penting dalam revolusi gaya main Panama, sedangkan pilar penuh pengalaman layaknya Anibal Godoy, Cecilio Waterman, serta Alberto Quintero tetap menjadi pondasi utama tim.
Di antara jajaran pilar tersebut, Carrasquilla diprediksi bakal menjadi figur sentral Panama pada Piala Dunia 2026.
Gelandang yang membela tim Meksiko Pumas UNAM itu populer sebagai pengatur tempo permainan sekaligus jembatan antara sektor pertahanan dan sektor penyerangan.
Di samping Carrasquilla, Panama pun masih bertumpu pada sejumlah pilar yang sempat mencicipi Piala Dunia 2018.
Bek Amir Murillo, Fidel Escobar, Eric Davis, serta penjaga gawang Luis Mejia membawa bekal pengalaman berharga yang diharapkan mampu menopang tim menghadapi ketatnya persaingan di kasta tertinggi.
Pada putaran final Piala Dunia 2026, Panama masuk ke dalam Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Ghana.
Kelompok tersebut diprediksi menjadi ujian berat buat Panama mengingat Inggris dan Kroasia mempunyai sejarah kuat di panggung sejagat, sedangkan Ghana merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.
Sepanjang rekam jejak keikutsertaan di Piala Dunia, Panama baru dua kali berlaga di putaran final, yakni pada 2018 dan 2026.
Edisi Rusia 2018 menjadi fase monumental lantaran berstatus sebagai penampilan perdana mereka di turnamen itu.
Kala itu Panama tergabung di Grup G bersama Belgia, Inggris, serta Tunisia.
Mereka membuka kompetisi lewat pil pahit kekalahan 0-3 dari Belgia yang selanjutnya melaju hingga fase semifinal.
Pada pertandingan kedua, Panama bersua Inggris dan tumbang lewat skor 1-11.
"Aturan dari instruksi Anda, isi kutipan berikut ini tidak diubah sedikitpun karena tidak mengandung kata kita/beliau: "Penampilan tim tidak seperti yang saya harapkan," kata Broos, seperti dikutip dari ESPN, Selasa (9/6/2026).
"Aturan dari instruksi Anda, isi kutipan berikut ini tidak diubah sedikitpun karena tidak mengandung kata kita/beliau: "Saya rasa kami harus menganalisis pertandingan dengan sangat baik dan melihat apa yang sebenarnya salah dan mencoba memperbaikinya dalam beberapa hari ke depan agar kami siap untuk pertandingan pertama melawan Meksiko."
"Aturan dari instruksi Anda, isi kutipan berikut ini tidak diubah sedikitpun karena tidak mengandung kata kita/beliau: "Saya pikir kami sudah hampir mencapai (kondisi yang diinginkan pelatih sebelum pertandingan pembuka), tetapi sekali lagi, bagi saya, ini adalah pertandingan yang mengecewakan sore ini."
"Aturan dari instruksi Anda, isi kutipan berikut ini tidak diubah sedikitpun karena tidak mengandung kata kita/beliau: "Jadi, ya, saya harus melihat apa yang salah. Saya pikir ini juga masalah mentalitas," katanya melanjutkan.
"Aturan dari instruksi Anda, isi kutipan berikut ini tidak diubah sedikitpun karena tidak mengandung kata kita/beliau: "Kami harus berbuat lebih banyak, jauh lebih banyak, daripada yang kami lakukan sore ini untuk mendapatkan hasil yang baik di Piala Dunia dalam beberapa minggu ke depan."
Kendati menelan kekalahan telak, laga tersebut menjadi bagian fundamental dalam sejarah sepak bola Panama lantaran Felipe Baloy melesakkan gol pertama negara itu di pentas Piala Dunia.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-78 lewat eksekusi memanfaatkan tendangan bebas Ricardo Avila.
Fase itu dirayakan meriah oleh para loyalis Panama dan hingga saat ini tetap diingat selaku salah satu capaian terbesar sepak bola negara itu.
Pada laga pamungkas babak grup, Panama kembali kalah dengan kedudukan 1-2 dari Tunisia dan mesti menyudahi turnamen tanpa raihan angka.
Secara akumulasi, Panama mencatatkan tiga laga, tanpa kemenangan maupun hasil imbang, lewat torehan dua gol serta kemasukan 11 kali.
Sekarang, delapan tahun pasca-penampilan perdana mereka, Panama datang lewat modal yang lebih matang serta skuad yang lebih kompetitif.
Melalui kombinasi pilar veteran dan generasi anyar yang melejit di bawah arahan Thomas Christiansen, Los Canaleros berharap mampu melewati capaian pada 2018 serta menorehkan sejarah baru dengan menembus fase gugur Piala Dunia untuk kali pertama.
Berikut daftar skuad timnas Panama untuk kompetisi Piala Dunia 2026.
Penjaga Gawang: Orlando Mosquera Luis Mejia Cesar Samudio
Pemain Belakang: Cesar Blackman Jorge Gutierrez Amir Murillo Fidel Escobar Andres Andrade Edgardo Farina Jose Cordoba Eric Davis Jiovany Ramos Roderick Miller Carlos Harvey
Pemain Tengah: Anibal Godoy Adalberto Carrasquilla Cristian Martinez Jose Luis Rodriguez Cesar Yanis Edgar Yoel Barcenas Alberto Quintero Ismael Diaz
Pemain Depan: Cecilio Waterman Jose Fajardo Tomas Rodriguez Azarias Londono
Di bawah ini merupakan agenda pertandingan timnas Panama di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Kamis, 18 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB: Ghana lawan Panama di Stadion BMO Fielad, Toronto
Rabu, 24 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB: Panama lawan Kroasia di Stadion BMO Field, Toronto
Minggu, 28 Juni 2026 Pukul 04.00 WIB: Panama lawan Inggris di Stadion MetLife, New York/New Jersey