Pake Rekening OB, Begini Modus Suap Bupati Muara Enim Nyaris Rp 2 M
JAKARTA - KPK membeberkan alur penampungan dana hasil korupsi Bupati Muara Enim, Edison, mengenai pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Uang haram hasil korupsi tersebut ditaruh pada rekening milik orang lain memanfaatkan modus buka tutup rekening.
Kasus rasuah yang menjerat Bupati Edison terendus setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Minggu (7/6) malam.
Imbasnya, KPK menyematkan status tersangka kepada Bupati Edison atas perkara suap proyek pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
"Benar, salah satunya adalah Bupati," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Di samping Edison, ada tiga orang tersangka lainnya yang mencakup unsur penyelenggara negara serta pihak swasta.
Satu di antara tiga orang tersangka dimaksud ialah keponakan kandung dari Bupati Edison.
Berikut daftarnya:
1.Bupati Muara Enim, Edison.
2.Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.
3.Keponakan Bupati, Adi Triyadi.
4.Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
Budi menuturkan bahwa Edison bersama komplotannya memakai rekening orang lain demi menampung uang hasil korupsi dimaksud.
Menurut penjelasannya, rekening-rekening penampung tersebut sejatinya telah dipersiapkan oleh Edison cs.
"Para pihak ini menyiapkan rekening penampungan untuk menampung terkait dengan dugaan penerimaan dari para pihak swasta berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, ini salah satunya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," kata Budi.
Budi mengutarakan terdapat lebih dari satu rekening yang dimanfaatkan guna memuat dana tunai tersebut.
Ia mengemukakan bahwa proses pembuatan rekening dijalankan secara berulang kali.
"Betul. Jadi memang para oknum ini menggunakan beberapa rekening nominee, kemudian menggunakan modus buka-tutup rekening. Artinya, membuka rekening untuk penampungan, nanti rekening itu sudah habis, sudah didistribusikan, buka lagi dengan rekening baru, begitu," ujarnya.
Budi membeberkan salah satu rekening nominee yang berhasil dilacak adalah atas nama seorang office boy (OB).
Bukan hanya itu, ada pula yang didaftarkan menggunakan nama pegawai lainnya dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
"Ada yang atas nama OB, kemudian beberapa pegawai di lingkup Pemkab," ucapnya.
KPK sudah menyita aset uang senilai Rp 2 miliar dari hasil operasi OTT di Kabupaten Muara Enim.
Barang bukti uang tunai yang disita tersebut terdiri atas mata uang rupiah, riyal, sampai dolar.
"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang dalam bentuk tunai rupiah, dolar, kemudian riyal," kata Budi.
Selain mengamankan dana tunai, tim penyidik juga menyita sejumlah isi saldo di dalam rekening.
Saldo pada rekening tersebut ditengarai berkaitan erat dengan uang haram yang didapatkan oleh Bupati Edison.
"Total sekitar hampir Rp 2 miliar yang diamankan oleh tim dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini," imbuhnya.