Panduan Lengkap Salat Dhuha 2 Rakaat: Niat, Tata Cara, dan Doa

Ilustrasi Sholat Dhuha (FOTO: NET)
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17:45 WIB

JAKARTA - Lafal niat salat dhuha 2 rakaat dibaca oleh seorang muslim sesaat sebelum mendirikannya.

Seperti yang telah dimaklumi bersama, perkara niat bertransformasi menjadi pilar krusial yang wajib diperhatikan.

Suatu amalan ibadah tanpa disertai niat maka konsekuensi hukumnya menjadi tidak absah.

Rasulullah SAW dalam sabda hadisnya menegaskan bahwa setiap perbuatan sangat bergantung pada motivasi niatnya.

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengenai fadhilah atau keutamaan seputar ritual ibadah ini dipaparkan melalui rujukan riwayat hadis di bawah ini,

"Wahai paman, berwasiatlah kepadaku." Kemudian Abu Dzar berkata, "Wahai keponakanku, aku pernah meminta (wasiat) kepada Rasulullah sebagaimana engkau meminta kepadaku. Maka bersabda, 'Jika engkau salat dhuha dua rakaat, engkau dicatat tidak termasuk orang-orang yang lalai; Jika engkau salat dhuha empat rakaat, engkau dicatat sebagai ahli ibadah; Jika engkau salat dhuha seis rakaat, engkau tidak akan berbuat dosa pada hari itu; Jika engkau salat dhuha delapan rakaat, engkau dicatat sebagai orang yang taat; Jika engkau salat dhuha dua belas rakaat, Allah membuatkan untukmu sebuah rumah di surga'." (HR Asy-Syaibani dalam Al-Ahad wa Al-Matsani)

Menukil penjelasan Adnan Tarsyah dalam buku bertajuk Dahsyatnya Tahajud, Subuh dan Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi, kaum muslimin dapat melafalkan bacaan niat salat dhuha 2 rakaat berikut ini.

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat salat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Terkait dengan rangkaian urutan prosedural pelaksanaannya ialah sebagai berikut:

  • Mengucapkan bacaan niat salat dhuha 2 rakaat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca salah satu opsi surah pendek Al-Qur'an
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud (iftirasy)
  • Sujud yang kedua
  • Bangkit berdiri kembali untuk menunaikan rakaat yang kedua
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca salah satu opsi surah pendek Al-Qur'an
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud (iftirasy)
  • Sujud yang kedua
  • Duduk tahiyat akhir
  • Mengucapkan salam

Berdasarkan paparan Abu Utsman Kharisma lewat buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi, ibadah sunah ini dipraktikkan pasca-matahari terbit.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa salat dhuha belum diperkenankan untuk ditunaikan sebelum fajar memancarkan sinarnya dengan jelas.

Di samping itu, periode paling afdal untuk mengerjakannya ialah di tengah-tengah rentang waktu antara fajar menyingsing hingga menjelang datangnya zuhur.

Misalkan fajar mulai menyingsing pukul 6 pagi dan zuhur jatuh pada jam 12 siang, maka waktu paling afdal dimulai sejak pukul 9 pagi.

Berikutnya merupakan untaian doa setelah merampungkan salat dhuha yang dilansir dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha susunan Khalillurahman El Mahfani.

Doa Pendek Sesudah Salat Dhuha

Allahummaghfir lî wa tub 'alayya, innaka antat tawwâbur rahîm

Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun)" (HR Bukhari)

Doa Panjang Sesudah Salat Dhuha

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Reporter: Ganis Akjul Karyawati