Stres Sakit Ginjal, Pasien RSUP Wahidin Makassar Tikam Sesama Pasien

RS Wahidin Sudirohusodo.(FOTO:NET)
Senin, 15 Juni 2026 | 13:26:20 WIB

MAKASSAR - Seorang pria yang mengantongi identitas inisial JI (55) dilaporkan menjadi korban dari aksi penganiayaan keji menggunakan senjata tajam jenis badik yang dieksekusi oleh sesama pasien rumah sakit (RS).

Rentetan insiden tragis tersebut berlangsung di salah satu ruang perawatan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada hari Sabtu (13/6/2026).

Awal mula kejadian ini dipicu ketika korban tengah berbaring santai di atas ranjang ruang perawatannya.

Pada momen saat yang bersamaan, pihak pelaku yang teridentifikasi berinisial NS (45) juga terpantau tengah menjalani perawatan medis di dalam ruangan tersebut.

Baik figur korban maupun pelaku sengaja ditempatkan di dalam satu kamar perawatan yang sama di kala peristiwa berdarah itu terjadi.

Sosok pelaku sendiri diketahui tengah mendapatkan penanganan perawatan intensif akibat gangguan penyakit ginjal menahun yang sudah sejak lama diidapnya.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam memberikan penjelasan bahwa merujuk pada hasil pemeriksaan terhadap pelaku, aksi penyerangan brutal itu terjadi tanpa adanya alasan ataupun faktor pemicu yang jelas.

"Jadi pelaku ini juga merupakan pasien di kamar yang sama dengan korban, keterangan istri korban, pelaku ini terlihat sedang berjalan- jalan di dalam kamar sambil memegang sebilah badik," kata Mustari dikonfirmasi awak media, Senin (15/6/2026).

Tidak berselang lama pasca-berjalan mondar-mandir di dalam area kamar tersebut, pelaku secara mendadak menghampiri ranjang milik korban dan langsung menghujamkan bilah badik yang digenggamnya.

Imbas dari aksi penyerangan yang datang secara tiba-tiba itu, korban terpaksa menderita luka sayatan yang tergolong cukup parah pada area lengan bagian kanan.

Istri korban yang menyaksikan langsung jalannya insiden berdarah tersebut seketika berteriak secara histeris hingga memantik perhatian dari tim perawat serta petugas keamanan RS yang sedang bersiaga di area koridor.

"Sekuriti langsung menuju ruang perawatan dan mendapati pelalu ini masih memegang badik, pelaku sempat melarikan diri tapi langsung diamankan," beber Mustari.

Mustari mengimbuhkan, latar belakang dari tindakan penganiayaan yang dilangsungkan oleh pelaku tersebut diduga kuat dipicu oleh faktor stres berat yang dialaminya.

Pelaku dilaporkan sudah sekian lama mengidap gangguan penyakit ginjal dan tercatat sudah berulang kali keluar masuk lingkungan rumah sakit.

"Motifnya tidak ada, namun pelaku mungkin lagi stres, karena pengaruh penyakit yang di derita tidak kunjung sembuh," ujar dia.

Untuk kurun waktu saat ini, pelaku dikabarkan masih harus mendapatkan penanganan perawatan lebih lanjut di dalam ruang ICU RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Jajaran pihak kepolisian pun hingga kini masih terus bergerak mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang posisinya berada di lokasi kejadian perkara.

"Pelaku mengidap penyakit ginjal dan selalu cuci darah," tutup dia.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati