Andreas Hugo Sebut Internal PDIP Sudah Lupakan Sosok Jokowi

Jokowi Widodo.(FOTO:NET)
Senin, 15 Juni 2026 | 16:42:01 WIB

JAKARTA - Ketua DPP PSI Bestari Barus melayangkan penilaian bahwa kubu PDIP memendam rasa kekecewaan yang teramat luar biasa pasca-berpisah jalan dengan Jokowi.

Merespons munculnya klaim tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melontarkan sebuah jawaban menohok dengan memberikan pernyataan jika Jokowi didepak dari keanggotaan oleh pihak PDIP.

"Jokowi dipecat!" kata Hugo kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Hugo memberikan sahutan atas pertanyaan menyangkut kebenaran kabar burung terkait adanya rasa kecewa mendalam yang dirasakan oleh internal PDIP lantaran dilepas oleh sosok Jokowi.

Hugo memberikan penjelasan bahwa lingkungan internal PDIP sejatinya telah melupakan figur dari Jokowi.

Akan tetapi, mencuatnya kabar miring mengenai isu dokumen kelulusan palsu yang dialamatkan kepada Jokowi memicu pihak PDIP menjadi teringat kembali pada figur Presiden ke-7 RI tersebut.

"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara ijazah palsu jadi muncul lagi orang ini. Algoritma ijazah mengingatkan nama ini," sambungnya.

Dipaparkan secara lanjut oleh Hugo, memori yang terbersit di benak mengenai Jokowi cuma berkaitan dengan isu seputar dokumen kelulusan palsu tersebut.

"Yang teringat malah ijazah palsu karena ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujar Hugo.

Bestari Barus mengutarakan jika internal dari PDIP merasakan sebuah kepedihan yang sangat mengakar selepas tidak lagi berjalan beriringan dengan sosok Jokowi.

Dirinya mengantongi harapan agar kubu PDIP dapat berbenah diri supaya ke depannya bisa bersikap dengan lebih matang dalam kancah kontestasi politik.

"Tapi memang apa yang beberapa kali saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa memang rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu ya, rasa sakit yang dirasakan karena ditinggal oleh Pak Jokowi itu memang sangat mendalam dan terpelihara itu bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka gitu. Ya perlu pendidikan pendewasaan kembali itu di kurikulum, kalau ada kurikulumnya juga itu partai, supaya bisa kemudian lebih menata diri lebih dewasa di dalam berpolitik," ucap Bestari saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Selanjutnya, Bestari enggan memperdebatkan lebih jauh perihal status apakah Jokowi didepak ataupun tidak dari partai.

Dirinya melayangkan klaim jika ada banyak warga masyarakat yang merasa senang karena Jokowi kini tidak lagi bernaung di bawah bendera PDIP.

"Terus masalah Pak Jokowi dipecat, Gibran dipecat, atau lagi Bobby dipecat, ya mekanisme saja itu sih. Tapi saya meyakini seribu persen bahkan bahwa betapa bahagianya rakyat Indonesia ini yang melihat Pak Jokowi itu keluar ataupun dalam prosesnya itu adalah dikeluarkan oleh PDIP," jelas dia.

"Karena mereka melihat Pak Jokowi itu dikuyu-kuyu, dibilang mentang-mentang, dijadikan objek selfie, duduk di kursi yang wah seperti apa kami lihat gitu kan di depan orang ramai gitu. Mentang-mentang lho, apa segala macam. Apakah itu yang dikatakan diberikan kehormatan?" lanjut dia.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati