Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo Berjalan Khidmat dan Aman

Kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta (FOTO: NET)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:21:20 WIB

SOLO - Lembaga Keraton Solo mengeluarkan tiga kerbau (kebo) bule (albino) keturunan Kiai Slamet serta 14 peranti pusaka di dalam prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro pada Selasa (16/6/2026) malam hingga Rabu (17/6/2026) dini hari.

Pada waktu Selasa pukul 23.30 WIB, tiga ekor kebo bule keturunan Kiai Slamet yang ditempatkan pada barisan garda utama kirab mulai ditata di area pelataran Keraton Solo, yang kemudian disambung dengan ritus upacara wilujengan.

Pada momentum yang bersamaan, puluhan utusan dalem serta abdi dalem yang mengemban tugas mengawal peranti pusaka, lampu, perdupaan, beserta pengawal dibariskan sebelum momentum pelepasan kirab dari area Sasana Sewaka.

Tepat pada pukul 00.00 WIB, barisan iring-iringan kirab dilepas secara resmi oleh Pakubuwono (PB) XIV Mangkubumi dari kawasan pelataran Sasana Sewaka menuju ke arah Kori Kamandungan.

Tiga ekor kebo bule memimpin jalannya perhelatan kirab 1 Suro yang diikuti oleh ribuan peserta, baik dari unsur petugas utusan dalem pembawa pusaka, maupun kalangan abdi dalem.

Rombongan peserta kirab bergerak menuju ke arah utara melintasi Jalan Supit Urang mengarah ke Jalan Pakoe Boewono serta melewati monumen Gapura Gladag.

Iring-iringan agenda Kirab Pusaka Malam 1 Suro terus melangkah ke arah utara menyusuri area Jalan Jenderal Sudirman sebelum pada akhirnya berbelok menuju ke arah timur Jalan Mayor Kusmanto.

Rombongan peserta kemudian melanjutkan rute perjalanan ke sektor timur wilayah kota dengan berbelok menuju ke arah selatan menyusuri Jalan Kapten Mulyadi, lalu mengambil rute arah barat untuk melintasi sepanjang kawasan Jalan Veteran.

Iring-iringan kelompok kirab lalu berbelok menuju ke arah utara melewati Jalan Yos Sudarso, kemudian mengambil arah belok ke timur memasuki koridor jalan protokol Jalan Slamet Riyadi.

Memasuki fase tahap akhir perjalanan, rombongan peserta kirab kembali berbelok menuju ke arah selatan mengarah ke Jalan Pakoe Boewono serta kembali memasuki area Kompleks Keraton Solo.

Seluruh elemen utusan dalem dan abdi dalem yang mengemban tugas mengawal pusaka selesai mengitari rute jalur Kirab Pusaka Malam 1 Suro serta tiba kembali di Keraton Solo berkisar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

Pelaksana, Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, mengutarakan bahwa prosesi upacara kirab 1 Suro berlangsung dengan aman hingga fase akhir.

“Sudah, sudah, sudah selesai semuanya, sudah. Aman. Sudah baik, baik, baik, wes (sudah). Kami doakan saja semuanya jadi sesuai dengan rencana kami, nggih (ya),” kata Tedjowulan, Rabu (17/6/2026).

Ia menguraikan sekurang-kurangnya terdapat 14 peranti pusaka dalam wujud keris serta tombak yang ikut diarak pada agenda kirab 1 Suro.

Ia menaruh harapan untuk ke depannya, Keraton Solo dapat melangkah dengan baik selaras seperti di periode tahun-tahun sebelumnya.

“Depannya ya sama-sama saja, orang sudah ini kan sudah dijalankan bertahun-tahun kok hal seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi memaparkan bahwa jalannya pelaksanaan kirab 1 Suro berlangsung kondusif.

Ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memanjatkan doa saat momentum malam 1 Suro.

“Ya, seperti yang tadi disaksikan bersama-sama ya. Alhamdulillah ini berjalan dengan baik, mudah-mudahan khidmat, dan saya pesankan kepada semua untuk kami senantiasa berdoa ya untuk diri kami sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” terangnya.

Ia menaruh harapan dengan momentum Tahun Baru Islam atau Malam 1 Muharram (Suro) dapat mendatangkan kebaikan bagi institusi Keraton Solo.

“Mudah-mudahan kebaikan itu juga memantul ke kraton juga gitu. Suasananya yang bagus ini mudah-mudahan kami bisa pertahankan sehingga saya belum tahu sampai titik di mana nanti akhirnya akan bagus semua. Mudah-mudahan, bismillah,” kata dia.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati