Kisah Inspiratif Devi, Raih Beasiswa S2 Usai Jadi Lulusan Terbaik

Devi, lulusan terbaik Unair. (FOTO:NET)
Senin, 22 Juni 2026 | 10:44:47 WIB

JAKARTA - Dalam prosesi wisuda Universitas Airlangga (Unair) untuk periode Mei 2026, nama Devi Ridho Syavitri disambut dengan riuh tepuk tangan dari para hadirin lantaran dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

Ia sukses menyelesaikan studinya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,90.

Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa sosok Devi ternyata merupakan seorang anak yatim piatu.

Ia harus berjuang menjalani masa perkuliahan tanpa didampingi oleh kehadiran ayah maupun ibunya yang telah meninggal dunia.

Melihat pencapaian gemilang di akhir masa program sarjananya tersebut, Devi mengaku merasa sangat bersyukur sekaligus bahagia.

Ia bahkan masih merasa tidak percaya bisa memperoleh hasil yang sangat memuaskan di momen kelulusannya.

Langkah perjalanan kuliah yang dilalui Devi sebenarnya tidak berjalan semulus apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Pada waktu yang berdekatan di tahun 2021, Devi harus menghadapi kenyataan pahit dengan kehilangan sosok ayah sekaligus ibunda tercinta.

Hanya berselang 100 hari setelah kepergian sang ayah, Devi kembali harus menerima kenyataan berat bahwa ibunya juga pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Kondisi tersebut sempat membuat harapan Devi untuk membahagiakan kedua orang tuanya menjadi padam.

"Kala itu, bermimpi menjadi seorang dosen atau bahkan mencapai pendidikan tinggi bukan lagi sebuah tujuan, melainkan angan-angan panjang yang terasa sulit untuk didapatkan," kenang Devi dikutip dari laman Unair, Minggu (21/6/2026).

Walaupun sempat merasakan keterpurukan yang mendalam, Devi perlahan mencoba untuk bangkit kembali.

Justru dari semangat kuatnya tersebut, Devi akhirnya berhasil diterima di Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair.

Sebelum memasuki dunia perkuliahan, alumnus dari SMAN 1 Badegan Ponorogo ini sudah terbiasa mengasah potensi dirinya dengan mengikuti bermacam-macam kompetisi.

Hasilnya, belasan prestasi gemilang berhasil ia bawa pulang.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi FISIP Unair, beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain adalah:

  • Juara 2 Gagasan Tertulis Tingkat Nasional INFEST 2021 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Instrumentasi Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Juara 2 Esai Nasional SMENTION yang diadakan oleh SMAIT Insantama Bogor
  • Juara 2 Essay dalam ajang Ocean Essay Competition Poseidon Nasional di Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Juara 3 Lomba Debat Akuntansi pada acara Semarak Akuntansi 2021 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Ketika masih duduk di bangku sekolah, ia juga berhasil menyabet predikat sebagai juara paralel 1 dari kelas 10 sampai kelas 12 untuk seluruh jurusan IPS di sekolahnya.

Devi mengungkapkan bahwa seluruh capaian di bidang akademik maupun non-akademik tersebut berhasil ia raih berkat konsistensinya dalam menyusun target.

"Target ini akan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi aku untuk melakukan langkah demi langkah yang harus aku tempuh, " tuturnya dalam laman Departemen Informasi dan Perpustakaan (DIP) FISIP Unair, 2022 silam.

Untuk bisa keluar sebagai pemenang dalam berbagai ajang perlombaan, Devi mengaku sangat telaten dalam melakukan sesi bimbingan bersama guru, terutama untuk kategori lomba menulis.

"Saya asah terus cara saya menulis dan ide-ide saya dengan pembimbing. Kemudian saya juga belajar presentasi, membuat power point, bahkan harus keluar uang banyak jika memang essay saya membutuhkan bukti produk," ucapnya.

Devi menceritakan bahwa setelah jam pelajaran sekolah usai, ia biasanya langsung meluangkan waktu untuk melakukan bimbingan lomba non-akademik di dalam perpustakaan.

"Setelah itu, sorenya saya mulai merancang karya yang saya buat, sedangkan malam harinya saya gunakan untuk belajar lagi. Misalnya untuk mengerjakan tugas dan sebagainya," tuturnya.

Hasrat yang tinggi untuk terus berkompetisi ini tetap ia pertahankan saat sudah duduk di bangku kuliah, salah satunya dengan berpartisipasi dalam lomba menulis puisi.

Tidak berhenti sampai di situ, ia bahkan berhasil melahirkan sebuah karya novel yang diberi judul "Gugurnya Dosa" pada tahun 2023 yang lalu.

Devi menjelaskan bahwa buku fiksi karangannya tersebut diangkat dari kisah pengalaman pribadinya sendiri yang kemudian dipadukan dengan unsur rekayasa cerita.

Melalui karya tulisnya itu, Devi ingin mengangkat pesan mengenai konsekuensi dari setiap perilaku manusia serta pentingnya sikap berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan.

Segala bentuk kerja keras Devi dalam mengembangkan potensi diri di tengah berbagai cobaan hidup akhirnya berhasil mengantarkannya untuk memperoleh dua program beasiswa sekaligus.

Pencapaian besar ini kembali membakar semangatnya untuk terus merajut impian menjadi seorang dosen, serta bertekad kuat untuk menjalani kehidupannya dengan sebaik mungkin.

"Sejak kecil, saya memiliki keinginan yang besar untuk bisa berkuliah dan menjadi seorang dosen," ucap Devi.

Pada saat upacara seremoni kelulusan berlangsung, Devi secara resmi dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Selain penghargaan tersebut, Devi juga berhak mendapatkan hadiah berupa beasiswa untuk langsung melanjutkan studi ke jenjang S2.

Hadiah beasiswa tersebut diserahkan secara langsung oleh Rektor Unair kepada dirinya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati