Panduan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Menjelang Puasa Muharram

Ilustrasi mandi wajib sebelum puasa Tasua dan Asyura. (FOTO:NET)
Selasa, 23 Juni 2026 | 12:06:59 WIB

JAKARTA - Menjelang tibanya waktu pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura, sebagian kaum muslimin mempertanyakan perihal ada tidaknya anjuran khusus untuk menunaikan mandi wajib sebelum memulai puasa sunnah tersebut.

Berikut merupakan ulasan lengkap guna menjawab pertanyaan tersebut.

Puasa Tasua sendiri dijadwalkan saban tanggal 9 Muharram, sementara puasa Asyura diselenggarakan persis pada tanggal 10 Muharram.

Kedua ibadah puasa sunnah ini amat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena menyimpan keutamaan yang luar biasa.

Melalui keterangan sebuah hadits, diterangkan bahwa menunaikan puasa Asyura dapat menjadi wasilah leburnya dosa-dosa kecil yang diperbuat selama setahun ke belakang.

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

"Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Membahas seputar hukum mandi wajib, menyadur isi Buku Tuntunan Supermudah & Lengkap Shalat Wajib & Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah karangan Ust. Abd Hamid, M.Ag, disebutkan bahwa mandi wajib atau junub merupakan aktivitas membersihkan diri guna melenyapkan hadas besar dari tubuh.

Rangkaian mandi wajib juga dijabarkan sebagai aktivitas meratakan air mengalir ke seluruh permukaan kulit dengan menyertakan niat, rukun, serta syarat tertentu.

Lantas, muncul pertanyaan apakah seseorang diharuskan melakukan mandi wajib terlebih dahulu sebelum mengawali ibadah puasa Tasua dan Asyura?

Jawabannya adalah tidak terdapat syariat yang memerintahkan pelaksanaan mandi wajib khusus demi menjalankan ibadah puasa Tasua maupun Asyura.

Dalam syariat Islam, mandi besar baru berubah hukumnya menjadi wajib bilamana kondisi fisik seseorang sedang tertempel hadas besar, contohnya sehabis bersenggama, keluarnya sperma, serta berakhirnya masa haid atau nifas.

Oleh sebab itu, bagi umat muslim yang kondisi tubuhnya sudah suci, tidak ada tuntutan hukum untuk mengerjakan mandi wajib hanya lantaran berniat puasa Tasua atau Asyura.

Mengenai hukum mandi sebelum puasa Tasua dan Asyura, walaupun bukan sebuah keharusan, aktivitas mandi menjelang puasa dinilai sebagai perilaku yang baik lantaran bisa membikin raga menjadi lebih segar serta prima untuk beribadah.

Sejumlah ulama memaparkan bahwa membasuh dan membersihkan anggota tubuh sebelum beribadah termasuk bagian dari adab yang disukai.

Dalam sebuah riwayat sejarah, Aisyah RA mengutarakan bahwasanya Rasulullah SAW pernah menegaskan, "Agama itu dibangun berasaskan kebersihan." (HR. Muslim).

Rasulullah SAW pun sempat berpesan agar umatnya senantiasa merawat kebersihan segala hal lantaran fondasi Islam tegak di atas nilai kebersihan.

Artinya: "Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah Ta'ala membangun Islam ini di atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih." (HR. Ath-Thabrani).

Atas dasar pertimbangan itu, publik diperbolehkan menunaikan mandi sunnah ataupun mandi sore seperti biasa sebelum berpuasa Tasua dan Asyura dengan niat memelihara kebersihan serta kesegaran fisik.

Sedangkan bagi masyarakat yang posisinya sedang menanggung hadas besar, pengerjaan mandi wajib bertindak sebagai syarat sah agar diizinkan menunaikan ritus ibadah tertentu, misalnya salat, melafalkan ayat Al-Qur'an menurut ijtihad sebagian ulama, serta ibadah lain yang mewajibkan kesucian fisik.

Membahas lafal niat mandi wajib sebelum puasa Tasua dan Asyura, jikalau kondisi seseorang memang mengharuskannya mandi junub akibat hadas besar, bacaan niatnya dapat dilafalkan sebagai berikut, merujuk buku Fiqih Niat karangan Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar,

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."

Berikut merupakan urutan tata cara mandi wajib yang absah:

Melafalkan bacaan niat mandi wajib berdasarkan faktor penyebab hadasnya.

Membasuh kedua belah telapak tangan sebanyak tiga kali berturut-turut.

Membersihkan bagian kotoran yang bersembunyi memakai tangan sebelah kiri, contohnya area kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan area sejenisnya.

Membasuh kembali permukaan tangan memakai sabun sampai bersih.

Menunaikan gerakan berwudhu secara sempurna mirip seperti ketika hendak mendirikan salat.

Menggosok bagian pangkal rambut memakai jari jemari yang telah dibasahi air hingga menyentuh kulit kepala.

Mengguyur seluruh badan menggunakan air bersih yang diprioritaskan mulai dari bagian kanan, kemudian dilanjutkan ke bagian kiri.

Memastikan seluruh lekukan kulit serta area tubuh yang tersembunyi telah tersapu air dan dibersihkan secara merata.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati