Evaluasi Menhan: Latsarmil Peserta SPPI Resmi Dihentikan

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. (FOTO:NET)
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:53:01 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertahanan menyetop program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Langkah perubahan tersebut diambil usai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau ulang sistem pembelajaran, menyusul insiden wafatnya lima orang peserta latsarmil.

Lewat adanya peninjauan ulang ini, Rico menjamin aktivitas fisik serta pelatihan yang berhubungan dengan latihan militer bakal dipangkas.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," kata Rico.

"Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," ujar dia.

Berdasarkan keterangan Rico, Kemhan pun bakal lebih mengamati kondisi kesehatan para peserta guna menjamin proses edukasi calon pengelola koperasi dapat berlangsung aman sekaligus tertib.

Seperti yang telah diketahui, Sjafrie Sjamsoeddin melakukan peninjauan secara total terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Merah Putih.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

Menurut Ketut, pengecekan kondisi kesehatan secara menyeluruh sangat penting dijalankan guna mengidentifikasi kebugaran fisik para peserta.

Sehabis kondisi kesehatan para peserta berhasil diidentifikasi, tiap-tiap satuan TNI yang bertindak sebagai tim pelatih latsarmil wajib menyelaraskan porsi latihan fisik berdasarkan kondisi para peserta tersebut.

Mengenai aspek penanganan, Kemhan pun memohon supaya tindakan medis terhadap peserta yang mengalami sakit dapat dijalankan secara lekas serta optimal.

Bukan melulu tinjauan perihal kesehatan saja, Ketut menuturkan jika Sjafrie menghendaki evaluasi juga mesti diterapkan pada aspek penyampaian materi sepanjang masa pendidikan.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata dia.

Melalui langkah tersebut, para peserta tidak bakal kehilangan esensi penting dari pendidikan latsarmil yang sejatinya lebih menitikberatkan pada nilai ketertiban serta memupuk jiwa kepemimpinan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati