Pemerintah Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Ini Faktanya

CNG dan LPG. (FOTO:NET)
Selasa, 30 Juni 2026 | 14:32:01 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai sumber energi alternatif LPG 3 kg.

Kebijakan ini diambil demi mengurangi ketergantungan impor LPG .

Mengutip data Kementerian ESDM, konsumsi LPG mencapai 8,5 juta ton per tahun, namun produksinya hanya 1,8-1,9 juta ton per tahun dan sisanya diimpor.

Alhasil, CNG menjadi sumber energi alternatif.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa nantinya harga jual Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) akan sama dengan harga LPG 3 kg.

Hal ini guna tidak membebani masyarakat.

Ia mengklaim dengan harga yang sama tersebut saja, negara mampu memangkas subsidi energi.

"Sama. Sama dengan harganya sama (LPG 3kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%," ujar Laode saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sebelumnya Laode mengatakan bahwa sekitar 100.000 tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) bakal diimpor dari China untuk dapat menggantikan LPG 3 kg.

Hal ini dilakukan karena saat ini industri di dalam negeri belum mampu memproduksi tabung CNG 3 kg.

Laode mengatakan langkah impor tersebut merupakan langkah awal dari implementasi CNG pada tabung 3 kg yang ditujukan untuk menekan impor LPG yang saat ini tinggi sekaligus pengganti LPG 3 kg.

"Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya, kami belum," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5/2026).

"(Impor dari China?) Iya, seperti itu. Tahap awal ya," tambahnya.

Adapun tabung CNG 3 kg tersebut diberi nama yakni 'Tabung Merah Putih.

Kementerian ESDM tengah menyiapkan 15 prototype tabung CNG Merah Putih 3 kg untuk diuji coba di Lemigas.

Uji coba digelar pada Juli 2026

Tabung CNG yang akan digunakan merupakan Tipe 4 berbahan dasar serat material.

"Kami uji di Lemigas kan dia kan harus ada uji tekanan seperti itu yang paling penting. Safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di Cina itu penggabungan antara tabung sama valve-nya," terang Dirjen Minyak an Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman.

Jika proses tersebut mendapatkan hasil yang baik, maka tabung tersebut sudah bisa beredar di masyarakat.

Namun, Laode bilang, peredarannya dilakukan secara bertahap.

Di mana uji coba akan dimulai di kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa yang memang dekat dengan jalur jaringan pipa gas.

"Kami prioritaskan dulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak," ujarnya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati