Dampak Erupsi Gunung Lewotobi, Penerbangan di Maumere Dibatalkan
MAUMERE - Perusahaan penerbangan Wings Air dan NAM Air membatalkan beberapa rute penerbangan dari serta menuju Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (6/7/2026).
Wings Air awalnya memiliki jadwal terbang dari Maumere menuju Kupang pada pukul 07.00 Wita.
Sementara itu, maskapai NAM Air dengan rute yang sama dijadwalkan lepas landas pada pukul 13.40 Wita.
Namun, kedua agenda penerbangan tersebut tidak dapat dilaksanakan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Partahian Panjaitan, menyebutkan bahwa pihak bandara saat ini masih beraktivitas secara normal.
"Hari ini bandara normal operasi," ujar Partahian saat dihubungi, Senin pagi.
Partahian menyarankan kepada para jurnalis untuk menanyakan langsung kepada pihak maskapai mengenai penyebab pembatalan penerbangan tersebut.
Berdasarkan kumpulan data di lapangan, langkah pembatalan tersebut diduga kuat disebabkan oleh dampak aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.
Di tempat terpisah, Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mengabarkan telah mencatat terjadinya dua kali erupsi sejak pukul 00.00 Wita sampai 06.00 Wita.
Berdasarkan rekaman seismogram, aktivitas letusan tersebut mempunyai amplitudo berkisar 18.5-44.4 mm dengan lama durasi sekitar 46-145 detik.
"Teramati dua kali letusan dengan tinggi 500-1000 m and warna asap kelabu," ujar Fransiskus Xaverius Masan, petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Senin.
Fransiskus mengimbuhkan, gunung api yang kini menyandang status level III siaga ini kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada pukul 06.14 Wita, dengan ketinggian kolom abu yang teramati berkisar 800 meter di atas bagian puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gumpalan abu teramati mempunyai warna kelabu dengan tingkat intensitas tebal yang mengarah ke bagian utara serta timur laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sekitar 58 detik," pungkas Fransiskus.