Cegah Depresi Mahasiswa, Dosen UNG Rancang Model NIAR
GORONTALO - Maraknya temuan kasus gangguan pada kesehatan mental di lingkungan mahasiswa memicu terciptanya sebuah terobosan baru dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Dr.Yuniar, yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, menginisiasi pengembangan Model NIAR sebagai metode pendekatan khusus demi menekan potensi depresi sampai munculnya gagasan bunuh diri di kalangan mahasiswa.
Sistem model ini didapatkan dari hasil studi doktoral yang ditempuh oleh Yuniar, yang secara bersamaan ikut menambah daftar jajaran tenaga pengajar yang memiliki gelar doktor di lingkungan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG.
Yuniar memaparkan, Model NIAR sengaja diciptakan demi menjawab tantangan masalah kesehatan mental mahasiswa yang memerlukan langkah penanganan secara menyeluruh, tidak cuma ketika persoalan itu hadir, namun juga lewat skema pencegahan yang teratur.
Model NIAR mengintegrasikan empat bentuk pendekatan utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, serta Resilience.
Keempat unsur tersebut diformulasikan demi memperkokoh andil dari Dosen Penasihat Akademik sebagai sosok pendamping bagi mahasiswa, dan tidak hanya berperan selaku pembimbing di bidang akademik semata.
Lewat metode pendekatan ini, para dosen dipacu untuk memformulasikan ikatan yang bersifat lebih suportif bersama para mahasiswa.
Selain itu, dosen juga diharapkan mampu mengidentifikasi lebih awal indikasi kemunculan ide tindakan bunuh diri.
Langkah ini dibarengi pula dengan upaya mengarahkan mahasiswa untuk menyusun mekanisme coping yang lebih adaptif.
Metode ini sekaligus ditujukan guna memperkokoh tingkat resiliensi mahasiswa supaya mereka sanggup melewati beban tekanan selama menempuh masa studi perkuliahan.
Rektor UNG Prof.Eduart Wolok memberikan pandangan bahwa proyek penelitian tersebut memberikan pembuktian jika kegiatan riset di lingkungan kampus sanggup menelurkan jalan keluar nyata atas kendala yang dialami oleh publik.
Menurut opini dirinya, pencapaian Dr.Yuniar dalam menyabet gelar doktor ikut mempertebal kapabilitas akademik pada Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada rumpun ilmu keperawatan jiwa.
"Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” kata Prof. Eduart Wolok.
Dirinya menaruh harapan agar ke depannya kian banyak tenaga pendidik di UNG yang mampu menelurkan proyek riset penuh terobosan dan membawa efek positif bagi warga.
Kenaikan jumlah dosen berkualifikasi doktor pun diyakini bakal mendongkrak mutu operasional pendidikan, memperkuat aktivitas riset, serta mencetak para sarjana lulusan yang memiliki kesiapan lebih matang guna menjawab problematika di sektor kesehatan.