KKP Fasilitasi 33 UPI Baru untuk Meningkatkan Ekspor Perikanan ke Taiwan
- Rabu, 28 Januari 2026
JAKARTA - Pada tahun 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia semakin memperkuat komitmennya untuk meningkatkan ekspor perikanan.
Fokus utama adalah pasar global dengan potensi besar, seperti Taiwan dan Korea Selatan.Langkah strategis ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan volume ekspor tetapi juga memastikan kualitas produk perikanan Indonesia memenuhi standar internasional.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kini semakin banyak Unit Pengolahan Ikan (UPI) Indonesia yang memperoleh approval number dari otoritas kompeten Taiwan dan Korea Selatan, membuka lebih banyak peluang bagi produk perikanan Indonesia untuk memasuki pasar internasional.
Baca JugaDaftar Harga BBM Pertamina 28 Januari 2026: Penurunan Harga Terbaru
Pencapaian ini menandakan kemajuan besar dalam usaha Indonesia memperluas pasar ekspor, terlebih dengan terus meningkatnya jumlah perusahaan yang mendapat persetujuan ekspor ke dua negara tersebut.
Hal ini tidak terlepas dari upaya berkelanjutan KKP dalam memfasilitasi perusahaan perikanan agar dapat memenuhi berbagai regulasi ketat yang diberlakukan oleh negara tujuan ekspor.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, dalam sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan di Jakarta, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 UPI baru telah mendapatkan approval number dari otoritas Taiwan dan Korea Selatan, menambah jumlah perusahaan yang berhak mengekspor produk mereka.
Penambahan UPI yang Mendukung Peningkatan Ekspor
Menurut Ishartini, dengan persetujuan ekspor untuk 33 UPI baru, total perusahaan yang diizinkan mengekspor produk perikanan ke Korea Selatan kini mencapai 710 perusahaan, sementara ke Taiwan sudah ada 711 perusahaan yang mendapat izin serupa.
Hal ini tentu menjadi kabar baik, terutama karena pasar kedua negara tersebut memiliki permintaan yang cukup besar, terutama untuk komoditas unggulan perikanan Indonesia seperti udang, rumput laut kering, dan ikan beku.
Menurut data, pada tahun 2025 volume ekspor ke Korea Selatan tercatat mencapai 26.107 ton dengan nilai sekitar 87,3 juta dolar AS (Rp1,37 triliun), sementara ekspor ke Taiwan mencapai 57.308 ton senilai 106,3 juta dolar AS (Rp1,78 triliun).
Tren positif ini menunjukkan bahwa produk perikanan Indonesia semakin diminati di pasar internasional. Komoditas perikanan Indonesia seperti shrimp cracker pellets, dried seaweed, frozen surimi, dan red shrimp, yang dipasarkan ke Korea Selatan, serta live shellfish, frozen squid, dan tilapia belly meat, yang ditujukan ke Taiwan, semakin dikenal kualitasnya.
Dengan penambahan jumlah UPI yang mendapat approval number ini, KKP berharap dapat mendongkrak lebih lanjut kinerja ekspor perikanan Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan produk perikanan di pasar-pasar besar, termasuk menjelang Hari Raya Imlek 2026.
Proses Ketat untuk Mendapatkan Approval Number
Approval number yang diterbitkan oleh otoritas negara tujuan ekspor, baik Taiwan maupun Korea Selatan, bukanlah proses yang mudah. Proses ini melibatkan inspeksi ketat terhadap Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang mengajukan izin ekspor.
Pemeriksaan tersebut mencakup penerapan standar sanitasi dan higiene yang ketat, serta prinsip-prinsip keamanan pangan yang diakui secara internasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk perikanan Indonesia yang dikirim ke luar negeri memenuhi standar yang diharapkan oleh negara tujuan.
Pengajuan approval number hanya dapat dilakukan oleh otoritas resmi yang diakui oleh negara pengimpor. Dalam hal ini, KKP berperan sebagai competent authority yang melakukan verifikasi terhadap kualitas dan kelayakan produk perikanan yang akan diekspor.
Dengan proses yang transparan dan memenuhi standar ini, produk perikanan Indonesia akan semakin diterima dan dipercaya oleh pasar internasional. KKP berharap dengan semakin banyaknya UPI yang mendapatkan approval number, ekspor produk perikanan Indonesia akan semakin berdaya saing di pasar global.
Pentingnya Peningkatan Ekspor Perikanan dalam Meningkatkan Devisa Negara
Ekspor perikanan menjadi salah satu kontributor utama terhadap perekonomian Indonesia. Selain memperkuat ketahanan pangan domestik, ekspor produk perikanan juga memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara.
Dengan pasar yang terus berkembang, terutama di negara-negara seperti Taiwan dan Korea Selatan, KKP berusaha untuk membuka lebih banyak peluang bagi produk perikanan Indonesia.
Tidak hanya itu, dengan semakin banyaknya UPI yang memenuhi standar internasional, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan posisi sebagai salah satu negara penghasil perikanan terbesar di dunia.
Ishartini menambahkan bahwa dengan penambahan approval number untuk 33 UPI baru, diharapkan volume ekspor perikanan Indonesia ke pasar Taiwan dan Korea Selatan akan terus meningkat.
Ke depannya, KKP akan terus berupaya mendorong lebih banyak UPI untuk memenuhi syarat dan standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
Peningkatan ekspor ini, pada gilirannya, akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaku industri perikanan.
Menghadapi Tantangan di Pasar Internasional
Meski ada banyak kemajuan, ekspor perikanan Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan. Di antaranya adalah persaingan yang semakin ketat dengan negara-negara penghasil produk perikanan lainnya, seperti Thailand dan Vietnam, yang juga memasok produk serupa ke pasar internasional.
Untuk itu, KKP terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk perikanan Indonesia dan mengoptimalkan proses distribusinya agar tetap kompetitif di pasar global.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah perubahan iklim yang berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil tangkapan laut. Oleh karena itu, KKP mendorong para pelaku industri perikanan untuk terus berinovasi, menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, serta memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.
Dengan demikian, ekspor perikanan Indonesia dapat berjalan dengan optimal tanpa merusak ekosistem laut yang menjadi sumber utama produk perikanan.
Peningkatan ekspor perikanan Indonesia ke Taiwan dan Korea Selatan adalah langkah penting dalam memastikan ketahanan pangan global dan meningkatkan perekonomian Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri perikanan, dan otoritas kompeten di negara tujuan, Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain utama dalam perdagangan perikanan internasional.
Dengan bertambahnya jumlah UPI yang memperoleh approval number, diharapkan Indonesia dapat lebih berdaya saing di pasar global, membuka lebih banyak peluang ekspor, dan memberikan kontribusi positif terhadap devisa negara.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Manfaat Eco Enzyme untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kehidupan Sehari-hari
- Rabu, 28 Januari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Mengenal CVV di Kartu Debit: Fungsi dan Cara Menggunakannya
- 28 Januari 2026
2.
3.
4.
5.
Harga dan Spesifikasi iPhone di Bawah Rp10 Juta Januari 2026
- 28 Januari 2026







