Mengenal CVV di Kartu Debit: Fungsi dan Cara Menggunakannya
- Rabu, 28 Januari 2026
Jakarta - CVV di kartu debit sering kali luput dari perhatian para pengguna kartu debit. Padahal, di balik tampilan kartu yang terlihat sederhana, terdapat elemen penting yang berfungsi sebagai identitas keamanan.
Salah satu elemen tersebut adalah CVV, yaitu deretan angka khusus yang tercantum pada kartu debit. Lalu, apa sebenarnya arti dan perannya?
Secara umum, kode CVV dapat ditemukan dalam bentuk angka yang tercetak pada kartu ATM. Namun, fungsinya tidak hanya sebatas pelengkap nomor kartu semata.
Baca JugaInovasi Es Gabus dengan Tepung Hunkwe, Bahan Tradisional yang Sehat
Angka ini memiliki peran penting dalam menjaga keamanan transaksi, terutama saat digunakan untuk pembayaran non-tunai.
Untuk memahami lebih jelas manfaat dan kegunaannya, simak penjelasan lengkap berikut hingga akhir pembahasan mengenai CVV di kartu debit.
Apa Itu CVV?
CVV merupakan kependekan dari Card Verification Value yang dapat diartikan sebagai kode verifikasi pada kartu.
Angka ini berfungsi sebagai identitas khusus yang melekat pada setiap kartu dan bersifat unik.
Bentuknya berupa rangkaian angka, umumnya terdiri dari tiga hingga empat digit, yang biasanya tercetak di bagian belakang kartu ATM.
Selain dikenal dengan sebutan CVV, kode keamanan pada kartu debit juga sering disebut sebagai CVC atau Card Verification Code.
Jika diterjemahkan, keduanya memiliki arti yang serupa, yaitu kode verifikasi kartu yang terhubung langsung dengan rekening pemiliknya.
Perbedaan istilah ini biasanya disesuaikan dengan jenis jaringan kartu, di mana CVV digunakan pada kartu berlogo VISA, sedangkan CVC digunakan pada kartu Mastercard.
Perlu diketahui, kode CVC juga terdapat pada kartu kredit, namun mekanisme dan fungsinya tidak sepenuhnya sama.
Pada kartu debit, kode ini terhubung langsung dengan saldo rekening sehingga setiap transaksi akan langsung mengurangi dana yang tersedia. Sementara itu, pada kartu kredit, kode verifikasi berkaitan dengan limit pinjaman yang dimiliki pengguna.
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa kode verifikasi pada kartu debit berfungsi sebagai sistem keamanan dalam transaksi elektronik atau daring. Angka tersebut menjadi penghubung antara kartu dan rekening nasabah.
Oleh karena itu, kode ini bukanlah PIN atau kata sandi yang boleh digunakan atau dibagikan secara sembarangan.
Dimana Letak CVV di Kartu Debit?
Untuk mengetahui letak dan jumlah digit kode keamanan, Anda bisa melihat sisi belakang kartu.
Di bagian ini biasanya tercantum kolom tanda tangan, strip magnetik, keterangan penerbit, serta tiga angka khusus yang dikenal sebagai CVV di kartu debit, meski kadang disebut dengan istilah lain namun fungsinya sama.
Perlu dibedakan bahwa kode tersebut bukanlah nomor utama kartu. Nomor kartu biasanya tercetak di bagian depan dengan format timbul atau tertanam, lengkap dengan logo bank, masa berlaku, jenis kartu, chip, serta kategori kartunya.
Menariknya, pola tiga digit ini hampir selalu ada pada kartu debit dari berbagai penerbit. Perbedaannya hanya terletak pada desain, ukuran, dan gaya penulisan yang menyesuaikan jaringan kartu masing-masing.
Ada yang diletakkan sejajar strip magnetik, ada pula yang posisinya sedikit berbeda tergantung desain visual kartu.
Intinya, hampir seluruh kartu debit atau ATM memiliki kode keamanan ini sebagai bagian dari sistem perlindungan transaksi.
Pengguna hanya perlu memperhatikan posisi dan tampilannya, karena setiap kartu bisa memiliki desain yang tidak sama.
Fungsi CVV yang Perlu Diketahui
1. Lapisan Perlindungan dalam Transaksi
Kode pengaman berupa rangkaian tiga atau empat angka pada kartu debit berfungsi sebagai sistem perlindungan tambahan.
Walaupun sama-sama berbentuk angka, kode ini berbeda dari deretan angka utama kartu yang biasanya berjumlah belasan digit dan tercetak di bagian depan.
Angka pengaman tersebut ditempatkan terpisah di sisi belakang kartu dan bersifat rahasia. Artinya, pemilik kartu tidak dianjurkan membagikannya kepada pihak lain atau menggunakannya tanpa kehati-hatian.
Kode ini berperan sebagai kunci validasi saat transaksi dilakukan, terutama untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar dilakukan oleh pemilik kartu yang sah.
Dalam praktiknya, ketika kartu digunakan untuk bertransaksi, sistem perbankan akan melakukan pengecekan data kartu sebagai bentuk konfirmasi.
Proses ini menjadi sangat penting, khususnya untuk transaksi bernilai besar, guna mencegah penyalahgunaan atau aktivitas yang mencurigakan.
2. Sarana Konfirmasi dan Validasi Transaksi
Kode verifikasi ini tidak hanya terdapat pada kartu debit, tetapi juga diterapkan pada kartu kredit.
Keberadaannya berkaitan erat dengan proses autentikasi transaksi, terutama pada pembayaran digital.
Karena kartu dapat digunakan untuk belanja daring, diperlukan mekanisme tambahan agar data pemilik kartu tidak mudah disalahgunakan.
Melalui kode angka tersebut, sistem pembayaran memiliki lapisan pengaman ekstra yang membantu memastikan transaksi dilakukan secara sah.
Dengan kata lain, kode ini menjadi bagian penting dari sistem keamanan elektronik dalam transaksi non-tunai.
3. Perbedaan Fungsi antara PIN dan Kode Verifikasi
Sebagian orang mengira bahwa nomor identifikasi pribadi sudah cukup sebagai pengaman kartu.
Namun, kenyataannya PIN dan kode verifikasi memiliki peran yang berbeda. PIN merupakan sandi rahasia yang ditentukan langsung oleh pemilik rekening dan digunakan sebagai akses utama untuk menjalankan transaksi.
PIN bekerja layaknya kunci yang membuka akses ke rekening, terutama pada transaksi fisik atau langsung.
Sementara itu, kode verifikasi berfungsi sebagai pelengkap keamanan yang sering dikaitkan dengan tanda tangan dan digunakan untuk memastikan keaslian pemegang kartu.
Ruang lingkup penggunaannya pun tidak sama. Kode verifikasi lebih banyak diterapkan pada transaksi berbasis online karena hanya berupa rangkaian angka, sedangkan PIN umumnya diperlukan saat melakukan pembayaran secara langsung di mesin atau toko fisik.
Hal ini terlihat ketika bertransaksi di gerai offline, di mana pengguna diminta memasukkan PIN untuk menyelesaikan pembayaran.
Cara Menggunakan Nomor CVV pada Kartu Debit
Perlu dipahami bahwa rangkaian tiga atau empat angka tersebut berperan sebagai kunci pengaman saat melakukan transaksi daring.
Karena fungsinya itu, kartu dapat digunakan untuk berbelanja di berbagai platform online tanpa perlu mesin EDC.
Data yang biasanya diminta dalam proses pembayaran meliputi jenis kartu, nomor kartu, nama pemegang, masa berlaku, serta kode keamanan yang tertera di kartu.
Ketika memilih metode pembayaran online, pengguna harus terlebih dahulu menentukan jenis kartu debit yang dipakai.
Informasi ini bisa dilihat pada bagian depan maupun belakang kartu, berdekatan dengan kode pengamannya.
Setelah itu, masukkan nomor kartu yang umumnya terdiri dari 16 digit dan tercetak atau tertanam di permukaan kartu.
Selanjutnya, sistem akan meminta data tambahan seperti identitas pemilik kartu dan tanggal kedaluwarsa.
Perlu diketahui bahwa baik kartu debit maupun kartu kredit memiliki masa berlaku tertentu dan tidak bisa digunakan jika sudah melewati batas tersebut.
Setelah seluruh data diisi dengan benar, barulah kode keamanan dimasukkan sebagai tahap verifikasi akhir.
Meski prosesnya terlihat sederhana, kehati-hatian tetap menjadi hal utama. Kode keamanan tersebut tidak boleh sampai diketahui pihak lain karena berpotensi disalahgunakan untuk tindakan merugikan, termasuk pencurian data.
Bahkan dengan adanya kode ini, beberapa transaksi masih memerlukan konfirmasi tambahan melalui pesan singkat atau email demi meningkatkan keamanan.
Tips Penggunaan CVV
Penting untuk menjaga kerahasiaan kode CVV karena jika sampai tersebar, kartu debit berisiko disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Untuk meningkatkan perlindungan, Anda disarankan mengaktifkan sistem keamanan tambahan seperti PIN atau kode OTP sebagai lapisan verifikasi setiap transaksi.
Selain itu, hindari mengisi formulir daring yang meminta detail kartu debit atau kredit tanpa kejelasan tujuan dan keamanan sistemnya.
Sebelum memasukkan data sensitif, pastikan platform atau pihak yang meminta informasi tersebut benar-benar terpercaya dan memiliki perlindungan data yang memadai.
Jangan pula mengunggah foto kartu ke internet, terutama yang menampilkan kode keamanan, karena dapat membuka peluang pencurian identitas.
Menyimpan data lengkap kartu di ponsel juga sebaiknya dihindari, mengingat risiko peretasan perangkat digital semakin tinggi.
Pada dasarnya, kode CVV berfungsi sebagai penanda keamanan sekaligus penghubung antara kartu dan rekening ATM yang dimiliki nasabah.
Melalui kartu tersebut, pemilik rekening dapat mengakses dan melakukan berbagai transaksi perbankan dengan lebih praktis, selama data keamanannya tetap terjaga dengan baik.
Sebagai penutup, dengan memahami fungsi dan cara menjaga kerahasiaannya, cvv di kartu debit dapat digunakan secara aman untuk mendukung transaksi digital tanpa risiko penyalahgunaan.
Enday Prasetyo
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
OJK Targetkan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Selesai Semester I 2026
- Rabu, 28 Januari 2026
Rupiah 28 Januari 2026: Sentimen Pasar Positif Dorong Penguatan Rupiah
- Rabu, 28 Januari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
BCA Sambut Deputi Gubernur BI Baru Thomas Djiwandono
- 28 Januari 2026
2.
Daftar Gaji Pegawai Bank BCA 2026 Semua Posisi
- 28 Januari 2026
3.
BNI Kucurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program MBG 2026
- 28 Januari 2026











