Rupiah 28 Januari 2026: Sentimen Pasar Positif Dorong Penguatan Rupiah

Rupiah 28 Januari 2026: Sentimen Pasar Positif Dorong Penguatan Rupiah
Rupiah 28 Januari 2026: Sentimen Pasar Positif Dorong Penguatan Rupiah

JAKARTA - Pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, Rupiah kembali menunjukkan kinerja yang positif. 

Setelah sempat tertekan dan mendekati level Rp17.000 pada pekan sebelumnya, nilai tukar Rupiah berhasil rebound dan bergerak di zona hijau. Pergerakan ini mencerminkan penguatan yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia.

Di pasar spot antarbank Jakarta, Rupiah dibuka menguat di kisaran Rp16.717 hingga Rp16.730 per Dolar AS. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan ambruknya Indeks Dolar AS (DXY) yang mencapai level terendah dalam empat tahun terakhir, yaitu di kisaran 96,20. 

Baca Juga

Polsek Kasihan Perkuat Keamanan Perbankan Lewat Sambang BRI

Hal ini dipicu oleh spekulasi pasar yang memperkirakan bahwa The Federal Reserve (Fed) akan mengambil langkah dovish (lunak) pada pertemuan FOMC mendatang.

Kondisi Eksternal Mendukung Penguatan Rupiah

Penguatan Rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh faktor eksternal yang cukup signifikan. Salah satunya adalah aksi jual besar-besaran terhadap Dolar AS di pasar global.

Investor internasional saat ini cenderung menghindari Dolar AS, mengingat pasar mengantisipasi bahwa The Federal Reserve kemungkinan akan menahan atau memangkas suku bunga lebih cepat. Langkah ini bertujuan untuk mencegah resesi yang semakin mengkhawatirkan ekonomi AS.

Selain itu, faktor intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) juga berperan penting dalam menguatnya Rupiah. Gubernur BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui intervensi yang dilakukan di pasar spot dan pasar domestik non-deliverable forward (DNDF). 

Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam meredam volatilitas yang sempat terjadi pekan lalu, yang sempat membuat Rupiah tertekan.

Arus Modal Asing Masuk ke Indonesia

Tidak hanya faktor eksternal yang berperan dalam penguatan Rupiah, tetapi juga adanya arus modal asing yang kembali masuk ke Indonesia. Salah satu faktor utama yang menarik investor asing adalah imbal hasil yang kompetitif di pasar Surat Berharga Negara (SBN). 

Dengan yield yang berada di kisaran 6,8% hingga 7,0%, Indonesia menawarkan return yang cukup menarik bagi investor global.

Arus modal asing yang masuk ini memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, karena aliran dana tersebut turut memperkuat permintaan terhadap Rupiah.

Hal ini juga menciptakan stabilitas dalam pasar mata uang domestik, yang pada gilirannya akan mendukung perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Kenaikan permintaan ini berkontribusi pada penguatan nilai tukar Rupiah.

Pergerakan Kurs Utama di Pasar Spot

Melihat pergerakan kurs mata uang utama lainnya terhadap Rupiah, terlihat beberapa fluktuasi yang menunjukkan tren menguat dan melemah. Dolar Amerika Serikat (USD) tercatat mengalami pelemahan, yang mendukung penguatan Rupiah. 

Sementara itu, beberapa mata uang lain seperti Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Australia (AUD) menunjukkan penguatan terhadap Rupiah, sedangkan Euro dan Yen Jepang mengalami sedikit pergerakan yang stabil.

Di pasar spot antarbank Jakarta, Dolar AS tercatat melemah ke level Rp16.733, yang menjadi salah satu indikator utama menguatnya Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap Rupiah kembali positif setelah beberapa waktu mengalami tekanan. S

ementara itu, kurs lainnya, seperti Euro, menguat tipis ke Rp20.020, meskipun Dolar AS dan Yen Jepang mengalami pelemahan terhadap Rupiah.

Kurs Jual-Beli di Bank Besar

Bagi mereka yang membutuhkan transaksi valas di bank besar, berikut adalah referensi kurs jual-beli untuk beberapa mata uang utama pada hari ini:

Bank BCA (e-Rate):

USD (Dolar AS): Beli Rp16.662, Jual Rp16.722

SGD (Dolar Singapura): Beli Rp13.211, Jual Rp13.257

Bank Mandiri (Special Rate):

USD (Dolar AS): Beli Rp16.710, Jual Rp16.740

SGD (Dolar Singapura): Beli Rp13.225, Jual Rp13.256

Data diambil pada pukul 09:45 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

Kondisi Pasar Dolar AS dan Imbal Hasil SBN Indonesia

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi penguatan Rupiah adalah penurunan Indeks Dolar AS (DXY). Penurunan DXY ini terjadi di tengah spekulasi pasar yang memprediksi langkah The Federal Reserve yang lebih dovish dalam menghadapi resesi yang mengancam perekonomian global. 

Dengan semakin banyaknya investor yang mengalihkan perhatian mereka dari Dolar AS, ini menciptakan peluang bagi mata uang negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk mengalami penguatan.

Sementara itu, dengan adanya tingkat imbal hasil yang tinggi di pasar SBN Indonesia, negara ini semakin menarik di mata investor global. Dengan yield yang stabil antara 6,8% hingga 7,0%, Indonesia terus menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor yang mencari keuntungan lebih tinggi di pasar berkembang. 

Hal ini membantu meningkatkan permintaan terhadap Rupiah, sehingga menguatkan nilai tukarnya.

Intervensi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas Rupiah di tengah volatilitas pasar global. Melalui intervensi di pasar spot dan pasar DNDF, BI berusaha meredam fluktuasi nilai tukar Rupiah yang terkadang sangat tajam. 

Komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar ini memberikan rasa aman kepada investor dan masyarakat domestik.

Gubernur BI juga menegaskan bahwa langkah-langkah intervensi yang dilakukan telah berhasil menstabilkan pasar, bahkan ketika ada tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap berada di kisaran yang stabil, yang akhirnya memberikan manfaat langsung bagi perekonomian Indonesia.

Kurs Rupiah pada hari ini, 28 Januari 2026, mengalami penguatan yang signifikan, menghindari level Rp17.000 yang sempat dikhawatirkan sebelumnya.

 Penguatan ini didorong oleh faktor eksternal, termasuk penurunan Dolar AS dan kebijakan The Federal Reserve, serta dukungan dari arus modal asing yang kembali masuk ke Indonesia.

 Dengan intervensi dari Bank Indonesia, Rupiah terus menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian pasar global.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tol Probowangi Paket 3 Hampir Rampung, Progres 97,66 Persen

Tol Probowangi Paket 3 Hampir Rampung, Progres 97,66 Persen

WIKA Realty Salurkan Bantuan Sekolah Darurat Aceh Tamiang

WIKA Realty Salurkan Bantuan Sekolah Darurat Aceh Tamiang

Jasamarga Perkuat Tol Jakarta–Cikampek Hadapi Cuaca Ekstrem

Jasamarga Perkuat Tol Jakarta–Cikampek Hadapi Cuaca Ekstrem

Manchester United Menang Dramatis di Markas Arsenal

Manchester United Menang Dramatis di Markas Arsenal

Xabi Alonso Siapkan Empat Transfer Jika Latih Liverpool

Xabi Alonso Siapkan Empat Transfer Jika Latih Liverpool