JAKARTA - Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri sering kali dipandang sebagai satu-satunya jalan pintas untuk memperbaiki taraf hidup bagi banyak perempuan di pedesaan. Namun, sebuah narasi perubahan kini tengah ditulis ulang di lereng Gunung Slamet. Tarisah (41), seorang perempuan asal Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, membuktikan bahwa kemandirian ekonomi tidak harus dicari di negeri orang, melainkan bisa dibangun di tanah kelahiran melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Setelah menghabiskan lebih dari satu dekade merantau di Arab Saudi, Tarisah memutuskan untuk berhenti mengejar riyal dan mulai merajut asa di sektor pariwisata lokal. Pilihannya untuk membuka warung kecil di kawasan wisata bukan sekadar upaya bertahan hidup, melainkan sebuah manifestasi dari kemerdekaan ekonomi dan keberanian untuk beradaptasi dengan teknologi keuangan modern.
Transformasi Mantan TKW Menjadi Wirausaha Mandiri
Baca JugaWapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana
Pengalaman hidup selama 12 tahun, tepatnya dari tahun 2007 hingga 2019 sebagai buruh migran, telah menempa mentalitas Tarisah menjadi pribadi yang tangguh. Alih-alih kembali ke jalur migrasi yang penuh risiko, ia memilih untuk mengelola potensinya sendiri di daerah asal. Baginya, perempuan di daerah harus bisa mandiri dengan memanfaatkan potensinya.
Keputusannya ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan keluarganya. Di hari-hari biasa, warung kecilnya mampu mencatatkan omzet sekitar Rp100 ribu per hari. Namun, saat momentum libur panjang tiba, pendapatannya melonjak drastis hingga menyentuh angka lebih dari Rp1 juta per hari. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM di sektor pariwisata memiliki daya ungkit ekonomi yang luar biasa.
Adaptasi Digital Sebagai Kunci Daya Saing UMKM
Satu hal yang menarik dari sosok Tarisah adalah keterbukaannya terhadap kemajuan teknologi. Di tengah warung sederhananya, ia telah mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Langkah ini tidak hanya memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Desa Melung, tetapi juga memperkuat posisinya dalam menghadapi persaingan yang kian ketat di kawasan wisata.
Cerita singkat Tarisah menjadi cermin dan contoh peran strategis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menggerakkan ekonomi daerah. Keberaniannya mengadopsi sistem pembayaran digital menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro di perdesaan pun mampu bersaing di era ekonomi digital jika diberikan ruang dan kesempatan yang tepat.
UMKM Sebagai Tulang Punggung Stabilitas Ekonomi Daerah
Kisah individu seperti Tarisah selaras dengan data makro yang dirilis oleh otoritas terkait. Sektor UMKM terbukti tetap kokoh meskipun dihantam badai ketidakpastian ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor UMKM masih menjadi tulang punggung kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, mengonfirmasi bahwa stabilitas ekonomi di wilayah ini tetap terjaga berkat denyut nadi UMKM yang terus berdetak. Menurutnya, sektor jasa keuangan di wilayah tersebut secara umum tetap terjaga stabil dan bertumbuh meskipun perekonomian global diliputi ketidakpastian. Kondisi ini menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi kerakyatan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Banyumas Raya
Daya tahan ekonomi ini tercermin secara eksplisit dalam laporan kinerja perbankan di wilayah setempat. Hingga periode November 2025, sektor perbankan baik bank umum maupun Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menunjukkan tren yang positif di sisi aset dan penghimpunan dana.
"Per November 2025, kinerja perbankan bank umum dan BPR/BPRS dari sisi aset dan DPK masing-masing tumbuh 4,78 persen dan 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun penyaluran kredit tercatat sedikit mengalami kontraksi sebesar 0,21 persen (yoy)," jelas Haramain Billady. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan tetap tinggi, yang pada gilirannya akan menjadi sumber pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Dominasi Kredit Produktif untuk Sektor Riil
Lebih lanjut, OJK menjelaskan bahwa penyaluran kredit perbankan, khususnya oleh bank perekonomian rakyat (BPR) dan BPR syariah (BPRS), masih didominasi pembiayaan produktif yang sebagian besar mengalir ke sektor UMKM. Hal ini mengindikasikan bahwa perbankan di Banyumas Raya sangat fokus pada pemberdayaan sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Penyaluran kredit UMKM tersebut tersebar di berbagai sektor yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Porsi terbesar mengalir pada sektor bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran—seperti jenis usaha yang dijalankan oleh Tarisah—serta sektor konstruksi. Sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha mikro ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kisah Tarisah dari Desa Melung adalah pengingat bahwa pahlawan devisa tidak selamanya harus bekerja di luar negeri. Dengan keberanian untuk berwirausaha dan keterbukaan terhadap teknologi, mereka bisa menjadi pahlawan ekonomi di rumah sendiri. Perjuangan Tarisah adalah representasi dari jutaan pelaku UMKM yang menjadi tumpuan harapan di tengah tantangan ekonomi masa kini, memastikan bahwa ekonomi daerah tetap berdenyut dan mandiri secara berkelanjutan.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)