Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman

Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman

JAKARTA - Dunia pasar modal Indonesia dikejutkan dengan sebuah keputusan besar yang datang dari pucuk pimpinan tertinggi otoritas bursa. Di tengah fluktuasi pasar yang dinamis, sebuah sikap ksatria ditunjukkan melalui keputusan pengunduran diri yang berakar pada prinsip tanggung jawab moral profesional. Langkah ini memicu refleksi mendalam mengenai perjalanan panjang seorang bankir investasi senior yang telah melanglang buana di berbagai sektor strategis nasional, mulai dari sekuritas, pelabuhan, hingga energi, sebelum akhirnya menakhodai Bursa Efek Indonesia.

Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pria yang menjabat sebagai Dirut BEI sejak 2022 itu merasa bertanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari terakhir. Keputusan ini menjadi titik balik bagi figur yang telah mendedikasikan bertahun-tahun pengalamannya untuk memperkuat fundamental ekonomi melalui berbagai pos jabatan penting di perusahaan pelat merah.

Fondasi Pendidikan dan Awal Karier di Sektor Sekuritas

Baca Juga

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Kematangan Iman dalam mengambil keputusan strategis tidak lepas dari latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang ekonomi dan finansial. Iman memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada 1995 dan melanjutkan studinya hingga meraih gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997. Bekal akademis ini menjadi modal utama saat ia menapaki anak tangga karier di industri keuangan tanah air.

Berikut rekam jejak Iman Rachman selama menjadi Dirut BEI, dilansir laman BEI, Jumat, 30 Januari 2026. Iman menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Ia memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas (1998-2003), sebuah tempat yang membentuk insting tajamnya terhadap dinamika pasar modal. Kariernya terus melesat hingga ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas selama tiga belas tahun (2003-2016).

Ekspansi Pengalaman di Industri Pelabuhan, PPA, hingga Pertamina

Setelah lama berkecimpung di dunia sekuritas, Iman mulai merambah ke sektor manajemen infrastruktur dan restrukturisasi perusahaan. Pengalaman manajerialnya semakin teruji saat ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016-2018), kemudian berpindah ke posisi yang sama sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (2018-2019). Keahliannya dalam mengelola arus kas dan strategi keuangan korporasi besar membuatnya kembali dipercaya menjadi nakhoda utama.

Ia sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019-2020), sebuah lembaga yang memiliki peran vital dalam menyehatkan aset-aset negara. Jabatan terakhir Iman Rachman sebelum menjadi Direktur Utama BEI adalah sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero). Di perusahaan migas raksasa inilah Iman mempertajam visi strategisnya sebelum akhirnya terpilih memimpin bursa saham Indonesia.

Visi Inovasi dan Efisiensi di Bursa Efek Indonesia

Saat mengawali masa jabatannya di bursa pada tahun 2022, Iman membawa semangat pembaruan dan optimisme tinggi. Ia berkomitmen untuk melanjutkan tonggak keberhasilan direksi sebelumnya dengan sentuhan inovasi yang lebih segar. Harapannya industri pasar modal bisa terus tumbuh dan berkembang lebih baik lagi melalui berbagai terobosan produk perdagangan.

Iman memastikan direksi-direksi sebelumnya telah melakukan serangkaian strategi untuk terus menumbuhkan pasar modal Indonesia, termasuk dalam hal produk perdagangan. "Kami akan melakukan beberapa inovasi produk yang mungkin sudah terpikirkan tapi belum dilakukan direksi sebelumnya," katanya, dalam konferensi pers, Rabu, 29 Juni 2022. Ia ingin memastikan bahwa bursa tidak stagnan, melainkan terus bergerak mengikuti tren pasar global.

Target Likuiditas dan Ambisi Kapitalisasi Pasar 2026

Di bawah kepemimpinannya, efisiensi menjadi kata kunci dalam setiap kebijakan yang diambil. Iman mengklaim bahwa bursa ke depannya akan lebih memudahkan perusahaan-perusahaan untuk bergabung dan melakukan penggalangan dana (fundraising). "Di tempat Pak Irvan sebagai Direktur Perdagangan yang akan dilakukan adalah peningkatan likuiditas perdagangan. Sehingga kami berharap target-target direksi akan terpenuhi," ujar Iman pada saat itu.

Fokus utamanya adalah menciptakan pasar modal yang atraktif dan inklusif bagi semua skala perusahaan. Adapun beberapa target yang ia ingin capai hingga 2026 adalah kapitalisasi pasar yang mencapai Rp13.500 triliun, peningkatan jumlah investor sebanyak dua kali lipat dari saat ini, serta peningkatan jumlah emiten sebesar 100 persen di tahun 2026. Meskipun kini ia telah menyatakan mundur, fondasi inovasi dan target besar yang dicanangkannya telah memberikan arah bagi masa depan pasar modal Indonesia.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global