8 Cara Mencegah Penyakit Stroke yang Bisa Dilakukan sejak Usia Muda
- Jumat, 30 Januari 2026
Jakarta - Cara mencegah penyakit stroke bisa diterapkan kapan saja, tanpa memandang usia, gejala, atau riwayat keluarga.
Langkah-langkah pencegahan biasanya meliputi perubahan gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta berhenti merokok.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.
Baca Juga12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
Kekurangan darah dan oksigen menyebabkan sel-sel otak tidak berfungsi bahkan bisa mati.
Beberapa faktor meningkatkan risiko stroke, termasuk memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, jenis kelamin laki-laki, dan bertambahnya usia.
Meski kondisi ini berpotensi serius, penerapan cara mencegah penyakit stroke secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko secara signifikan.
Beberapa Cara Mencegah Penyakit Stroke
Meskipun riwayat penyakit keluarga dan bertambahnya usia tidak bisa diubah, Anda tetap dapat menurunkan risiko stroke dengan menerapkan cara mencegah penyakit stroke berikut ini:
1. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Menjaga pola makan adalah langkah penting untuk menurunkan risiko stroke. Pola makan yang buruk dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas, yang berkontribusi meningkatkan kemungkinan terkena stroke hingga 22%.
Untuk itu, sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan, daging unggas, dan daging tanpa lemak.
Selain itu, batasi asupan garam dan gula karena kedua zat ini dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.
Dengan menerapkan pola makan sehat ini, peluang untuk terkena stroke dapat ditekan.
2. Rutin Berolahraga
Selain mengatur pola makan, olahraga juga penting untuk mengurangi risiko stroke. Aktivitas fisik yang dilakukan setidaknya 30 menit per hari bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi, kadar gula, dan kolesterol, yang merupakan faktor pemicu stroke.
Tidak perlu langsung melakukan latihan berat; langkah sederhana seperti berjalan kaki santai setiap pagi setelah sarapan, memilih tangga dibanding lift saat di kantor, atau bergabung dengan klub kebugaran bersama teman bisa memberikan manfaat.
Olahraga secara konsisten akan meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat jantung, dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
3. Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok meningkatkan risiko stroke hingga 2–4 kali lipat. Nikotin dalam rokok dapat menaikkan tekanan darah, sementara karbon monoksida menurunkan kadar oksigen dalam darah.
Selain itu, rokok meningkatkan kadar trigliserida, membuat darah lebih mudah menggumpal, dan merusak dinding pembuluh darah.
Untuk mengurangi risiko ini, menghentikan kebiasaan merokok sangat dianjurkan.
Penelitian menunjukkan, berhenti merokok selama 2–4 tahun dapat menurunkan risiko terkena stroke secara signifikan, sehingga tubuh memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah.
4. Mengurangi Konsumsi Alkohol
Salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko stroke adalah membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol.
Minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah serta memicu kondisi fibrilasi atrium, yang keduanya memperbesar kemungkinan terjadinya stroke.
Selain itu, alkohol mengandung kalori tinggi yang berpotensi menambah berat badan, sehingga semakin meningkatkan risiko tersebut.
Untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan pembuluh darah, sebaiknya hentikan konsumsi alkohol sesegera mungkin.
5. Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama stroke pada pria maupun wanita. Kondisi ini dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi rapuh dan memicu penyumbatan, sehingga arteri lebih mudah pecah.
Untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sekaligus sebagai cara mencegah penyakit stroke, penting untuk mengontrol tekanan darah.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain membatasi asupan garam hingga 1.500 miligram per hari, menghindari makanan tinggi kolesterol, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, rutin berolahraga, serta berhenti merokok.
6. Mengatur Kadar Gula Darah
Selain tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko stroke, terutama pada penderita diabetes.
Gula darah yang tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah secara bertahap dan menyebabkan penumpukan lemak atau gumpalan di pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terhambat atau bahkan berhenti.
Untuk meminimalkan risiko ini, rutinlah memeriksa kadar gula darah, mengikuti diet yang dianjurkan untuk diabetes, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi obat yang diresepkan dokter untuk menjaga kadar gula tetap stabil.
7. Menurunkan Kadar Kolesterol
Kebiasaan makan yang tidak sehat seringkali memicu kenaikan kadar kolesterol, masalah yang tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga kaum muda yang menjalani gaya hidup kurang sehat.
Kondisi ini sangat meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke. Sebagai langkah pencegahan, lakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin untuk mendeteksi risiko sejak dini.
Selain itu, perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak.
Jika diperlukan, konsumsi obat penurun kolesterol yang diresepkan dokter untuk mencegah penumpukan lemak di arteri yang dapat memicu stroke.
8. Menjaga Kualitas Tidur
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa tidur yang tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko stroke.
Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, rasa kantuk berlebihan di siang hari, atau tidur lebih dari 9 jam juga berhubungan dengan risiko stroke yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, menjaga durasi tidur antara 7 hingga 8 jam setiap malam sangat penting.
Selain itu, alih-alih tidur lama hingga siang, melakukan olahraga di pagi hari bisa menjadi langkah efektif untuk mencegah stroke sekaligus mendukung gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Pentingnya Mengenali Tanda-Tanda Stroke pada Usia Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus stroke pada orang muda meningkat pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurut data World Stroke Organization (WSO), sekitar 15–20% kasus stroke terjadi pada individu di bawah 45 tahun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa stroke bukan hanya masalah orang tua, melainkan bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki kebiasaan merokok, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak, atau memiliki tekanan darah tinggi.
1. Kesulitan berbicara secara tiba-tiba
Salah satu tanda stroke paling umum pada orang muda adalah gangguan berbicara. Penderitanya mungkin mendadak tidak bisa mengucapkan kata dengan jelas, terdengar pelo, atau tidak memahami percakapan di sekitarnya.
Kondisi ini terjadi karena area otak yang mengatur bahasa (seperti area Broca dan Wernicke) terganggu akibat suplai darah yang menurun. Tanpa penanganan cepat, kemampuan berbicara bisa menurun secara permanen.
2. Asimetri wajah atau wajah mencong
Tanda klasik lainnya adalah wajah yang tiba-tiba tampak mencong atau satu sisi wajah turun. Cara sederhana untuk mendeteksi hal ini adalah dengan meminta penderita tersenyum; jika satu sisi wajah tidak ikut bergerak, kemungkinan besar itu gejala stroke.
Kelemahan otot wajah ini disebabkan oleh kerusakan saraf motorik di otak. Metode deteksi sederhana ini juga digunakan tenaga medis melalui prosedur FAST (Face, Arm, Speech, Time) untuk identifikasi cepat stroke.
3. Mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh
Kelemahan mendadak pada lengan atau kaki, kesemutan, atau sulit digerakkan adalah ciri lain yang penting diwaspadai.
Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada bagian otak yang mengendalikan sisi tubuh tertentu.
Banyak orang muda mengira gejala ini hanya “pegal biasa,” sehingga sering diabaikan, padahal deteksi dini dan penanganan cepat menentukan keberhasilan pemulihan.
4. Gangguan penglihatan mendadak
Stroke dapat memengaruhi area otak yang mengatur penglihatan, sehingga penderita bisa mengalami pandangan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan secara mendadak pada satu atau kedua mata.
Gangguan ini bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung tingkat kerusakan otak. Jika terjadi perubahan penglihatan mendadak, segera periksakan ke unit gawat darurat.
5. Sakit kepala hebat tanpa sebab jelas
Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba, sering disertai mual, muntah, atau gangguan penglihatan, bisa menjadi tanda stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
Rasa sakit ini biasanya digambarkan sebagai “sakit kepala terburuk dalam hidup.” Kondisi ini termasuk darurat medis yang harus segera ditangani untuk mencegah pembengkakan otak atau perdarahan lebih luas.
6. Kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan
Kehilangan keseimbangan mendadak, mudah terjatuh, atau sulit mengontrol gerakan tubuh dapat menjadi pertanda stroke pada orang muda.
Kerusakan pada otak kecil (serebelum) menyebabkan gangguan koordinasi, vertigo, dan pusing berat.
Gejala ini sering disalahartikan sebagai kelelahan atau tekanan darah rendah, padahal merupakan tanda bahaya yang serius.
7. Penurunan kesadaran atau kebingungan mendadak
Gejala berat stroke termasuk penurunan kesadaran. Penderitanya mungkin bingung, tidak responsif, sulit memahami percakapan, atau bahkan pingsan.
Kondisi ini menunjukkan gangguan pada bagian otak yang mengatur kesadaran. Segera cari pertolongan medis, karena setiap menit keterlambatan bisa memperburuk kerusakan otak.
8. Kesulitan menelan atau tersedak saat makan
Beberapa pasien stroke muda mengalami gangguan menelan (disfagia). Mereka lebih mudah tersedak saat makan atau minum, karena otot-otot di tenggorokan dan mulut tidak bekerja selaras akibat kerusakan saraf di otak.
Jika tidak ditangani, makanan atau minuman bisa masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia aspirasi.
Sebagai penutup, dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga rutin, dan kontrol tekanan darah, Anda dapat secara efektif mengurangi risiko melalui cara mencegah penyakit stroke.
Enday Prasetyo
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)