Danantara: Investor Lokal Jadi Pilar Utama Stabilitas Pasar Modal Indonesia
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - Di tengah guncangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi sorotan pelaku ekonomi, arah baru kebijakan investasi nasional mulai menampakkan wajahnya. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan bahwa dinamika yang terjadi di lantai bursa merupakan manifestasi paling jujur dari sentimen publik. Bagi institusi pengelola investasi berdaulat ini, setiap pergerakan angka di papan saham adalah pesan penting mengenai sejauh mana kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional saat ini.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara memandang pergerakan pasar modal sebagai indikator utama kepercayaan investor. Fluktuasi indeks saham mencerminkan keyakinan pelaku pasar secara langsung. Pandangan itu disampaikan Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir saat Prasasti Economic Forum 2026 bertajuk “Navigating Indonesia’s Next Chapter” di Jakarta. “Pasar modal itu is the fastest way to express confidence in the market,” ujar Pandu.
Dominasi Investor Domestik dalam Struktur Pasar Modal
Baca JugaLewat Pameran Wewangian Perfume Pop Market 2026, Bank Mandiri Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan
Satu hal yang menjadi catatan penting dalam diskusi tersebut adalah pergeseran struktur kepemilikan modal di Indonesia. Jika satu dekade lalu stabilitas pasar sangat rentan terhadap aksi jual investor asing, kini kondisinya telah berubah secara signifikan. Pandu menilai kekuatan pasar modal Indonesia saat ini bertumpu pada investor domestik.
Investor lokal kini menjadi penyumbang dana terbesar di pasar saham. Kondisi tersebut membuat stabilitas pasar tidak lagi semata bergantung pada arus dana asing yang seringkali bersifat volatile. Kehadiran investor ritel dan institusi lokal memberikan bantalan yang lebih kuat saat terjadi guncangan global. “Menurut saya baik investor lokal dan investor asing, jangan salah, investor lokal itu makes up majority today of money in capital market,” katanya.
Responsitas Regulator sebagai Kunci Kepercayaan
Kemandirian pasar domestik tentu harus dibarengi dengan kualitas regulasi yang mumpuni. Bagi Danantara, kepercayaan pasar sangat ditentukan oleh sikap regulator. Kemauan mendengar masukan dan kemampuan merespons secara cepat menjadi faktor kunci dalam menjaga optimisme investor. Di era ekonomi digital yang bergerak cepat, keterbukaan regulator terhadap kritik dan saran menjadi krusial.
Pandu menekankan bahwa perdebatan masa lalu dinilai tidak lagi relevan untuk menghadapi tantangan ke depan. Fokus harus dialihkan pada solusi masa depan yang lebih adaptif. “Jadi balik lagi, you have to be able to have a willingness to listen and react. Jangan melihat ke belakang, melihat ke depan,” ucap Pandu.
Independensi Danantara sebagai Investor Murni
Menjawab pertanyaan mengenai peran Danantara di pasar modal, Pandu menegaskan bahwa lembaga ini beroperasi murni sebagai investor. Tidak ada hak istimewa atau intervensi kebijakan yang memengaruhi langkah bisnis mereka. Setiap keputusan investasi mengikuti kondisi pasar, bukan pertimbangan kebijakan pemerintahan tertentu.
Penempatan dana oleh Danantara disesuaikan secara proporsional dengan situasi yang dihadapi di lapangan. Jika likuiditas meningkat dan peluang dinilai menarik, hal itu akan mendorong peningkatan investasi. Sebaliknya, apabila risiko naik dan likuiditas menurun, akan diikuti penyesuaian atau pengurangan porsi dana sebagai bentuk manajemen risiko yang sehat.
Pemisahan Peran Antara Regulator dan Investor
Penting untuk dipahami bahwa meskipun Danantara merupakan badan pengelola investasi milik negara, terdapat garis demarkasi yang jelas antara fungsi pengawasan dan fungsi investasi. Pandu juga menegaskan pemisahan peran antara regulator dan investor. Regulator bertugas menyusun aturan dan menjaga sistem agar tetap adil bagi semua pihak.
Danantara berada pada posisi yang sama dengan investor lain, termasuk investor ritel, dengan kewajiban mematuhi aturan serta menimbang risiko dan imbal hasil secara objektif. Tidak ada perlakuan khusus yang diberikan oleh bursa kepada Danantara, sehingga kompetisi di pasar modal tetap berjalan sesuai mekanisme pasar yang transparan.
Profitabilitas sebagai Mandat Utama Investasi
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga investasi diukur dari kemampuan menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan. Danantara, kata Pandu, tidak akan bergerak di luar logika pasar atau mengejar tujuan di luar kepentingan investasi. Langkah-langkah "heroik" yang bertentangan dengan analisis risiko finansial tidak akan dilakukan demi kepentingan pencitraan semata.
Mandat utama Danantara tetap menghasilkan keuntungan bagi negara. Seluruh keputusan investasi harus rasional, terukur, dan bertanggung jawab secara finansial. Dengan pendekatan ini, Danantara berharap dapat menjadi jangkar stabilitas yang membawa pasar modal Indonesia ke babak baru yang lebih kompetitif dan kredibel di mata dunia. Fokus pada penguatan investor lokal dan responsivitas terhadap masa depan akan menjadi modal utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global tahun 2026.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)