Strategi Transfer PSIM: Lepas Kasim Botan Demi Slot Pemain Asing

Strategi Transfer PSIM: Lepas Kasim Botan Demi Slot Pemain Asing
Strategi Transfer PSIM: Lepas Kasim Botan Demi Slot Pemain Asing

JAKARTA - Dinamika bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 mulai memanas dengan pergerakan strategis yang dilakukan oleh PSIM Yogyakarta. Klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini mengambil langkah berani dengan merampingkan komposisi pemain lokal demi memperkuat lini pertahanan mereka. Fokus utama manajemen saat ini adalah menciptakan ruang bagi rekrutan anyar di sektor belakang, yang mengharuskan mereka melepas salah satu penggawa sayapnya ke klub rival.

PSIM Yogyakarta resmi berpisah dengan winger, Kasim Botan, pada bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Kabar kepergian pemain berusia 28 tahun itu diumumkan melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis malam WIB. Kasim Botan dilepas ke sesama kontestan Super League, Semen Padang, melalui kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Mekanisme Transfer dan Pertimbangan Jam Terbang Pemain

Baca Juga

Lewat Pameran Wewangian Perfume Pop Market 2026, Bank Mandiri Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan

Berbeda dengan skema pinjaman yang sering terjadi di paruh musim, kepindahan Kasim Botan ke tim berjuluk Kabau Sirah ini melibatkan mekanisme transfer penuh. Manajer PSIM, Razzi Taruna, mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai secara formal antara kedua manajemen klub. "Kami sudah sepakat untuk transfer Kasim Botan ke Semen Padang di putaran kedua ini,” ujarnya.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan teknis. Menumpuknya pemain di sektor sayap membuat Kasim kesulitan mendapatkan posisi utama di Laskar Mataram. "Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan jam terbang karena di posisi Kasim saat ini persaingannya sangat ketat. Kami ingin dia tetap kompetitif dan mendapatkan menit bermain yang cukup di level tertinggi di klub barunya," terang Razzi. Langkah ini dipandang sebagai solusi terbaik agar kualitas sang pemain tidak meredup di bangku cadangan.

Efektivitas Skuad dan Perburuan Bek Tengah Asing

Selain alasan menit bermain bagi Kasim, manuver ini merupakan bagian dari skema besar pelatih Jean-Paul van Gastel untuk menyeimbangkan kekuatan tim. Manajemen PSIM merasa perlu melakukan perampingan agar bisa mendatangkan tenaga baru yang lebih dibutuhkan sesuai dengan evaluasi performa di putaran pertama.

"Kami memutuskan ini sebagai salah satu jalan untuk efektivitas memperkuat skuad. Tim harus dikurangi untuk kemudian kami bisa merekrut satu pemain baru,” kata Razzi Taruna. Pengurangan jumlah pemain ini menjadi syarat mutlak agar pendaftaran pemain baru bisa berjalan lancar sesuai regulasi liga.

Prioritas PSIM saat ini adalah menambal lubang di barisan pertahanan. Razzi menambahkan, pemain yang akan didatangkan Laskar Mataram nantinya berposisi bek tengah dan berstatus pemain asing, sesuai rekomendasi pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. "Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia seorang pemain asing,” sambung pria berkacamata tersebut, memberikan sinyal bahwa lini belakang akan mendapatkan suntikan tenaga internasional.

Apresiasi Atas Pengabdian Singkat Kasim Botan

Meskipun kebersamaan ini berakhir lebih cepat dari durasi kontrak awal, pihak manajemen tetap memberikan apresiasi tinggi atas profesionalitas Kasim Botan selama berada di Yogyakarta. Pemain kelahiran Adonara, Nusa Tenggara Timur tersebut kini resmi mengakhiri masa baktinya di Stadion Mandala Krida.

"Karena kontrak Kasim di PSIM hanya satu musim, maka praktis kerja sama kami berakhir seiring dengan transfer ini,” jelas Razzi Taruna. Pihak manajemen mendoakan agar Kasim mampu menunjukkan taringnya kembali bersama Semen Padang di sisa musim kompetisi ini. "Tentu harapannya dia bisa memberikan kontribusi maksimal di Semen Padang dan terus menjaga performa terbaiknya di sisa musim ini," tambahnya.

Evaluasi Performa dan Catatan Statistik

Jika menilik ke belakang, perjalanan karier Kasim Botan di bawah asuhan Jean-Paul van Gastel memang terbilang berat. Direkrut pada 1 Juli 2025 dengan ekspektasi tinggi, Kasim kesulitan menembus ketatnya persaingan di posisi winger Laskar Mataram.

Karier Kasim bersama PSIM tidak berjalan mulus. Dia hanya mencatat sekali penampilan atau delapan menit bermain dari 18 pertandingan di BRI Super League musim lalu. Minimnya kesempatan tersebut menjadi pemicu utama bagi manajemen untuk melepasnya melalui skema transfer, demi memberi ruang bagi pemain asing baru yang diharapkan mampu memberikan dampak instan pada performa tim di putaran kedua nanti.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global