Sriwijaya Capital Gunakan PLTS Dorong Percepatan Transisi Energi Nasional
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA – Di tengah percepatan agenda transisi energi di Indonesia, salah satu perusahaan investasi terkemuka di kawasan Asia Tenggara mengambil langkah strategis dengan menanamkan modal besar ke dalam proyek energi terbarukan berbasis tenaga surya. Langkah ini menjadi bukti nyata peran pelaku swasta dalam memperkuat aksi nyata mendukung target Net Zero Emissions.
Investasi Besar Sriwijaya Capital di Energi Terbarukan
Sriwijaya Capital mengumumkan rencana investasinya ke sektor energi surya yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Perusahaan modal ventura ini menyuntikkan modal mencapai 20 juta dolar AS ke PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), sebuah perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang aktif menggarap proyek di berbagai wilayah Nusantara.
Menurut Founder dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, keputusan untuk berinvestasi di SESNA bukan sekadar langkah bisnis biasa. “Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” tegas Arsjad, yang dikutip dari siaran resmi.
Baca JugaBPJPH Dorong Produk Halal Nasional Mendunia Lewat Kerja Sama USDA
Dengan investasi ini, Sriwijaya Capital semakin menegaskan komitmen dan perspektif strategisnya untuk tidak hanya mencari keuntungan jangka pendek, namun juga mendukung agenda lingkungan dan energi bersih di Indonesia.
Momentum Transisi Energi Indonesia dan Tantangannya
Langkah investasi Sriwijaya Capital muncul di tengah momentum transisi energi yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah menetapkan target mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060, sebuah agenda besar yang memerlukan kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Kebutuhan untuk mempercepat transisi energi bukan hanya soal memenuhi target iklim global, tetapi juga soal menciptakan infrastruktur energi masa depan yang lebih stabil, efisien, dan bersih. Penggunaan energi fosil seperti batubara masih mendominasi sistem pembangkit listrik di Indonesia, sehingga pergeseran ke sumber energi baru dan terbarukan seperti tenaga surya sangat penting untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Dalam konteks ini, PLTS dengan solusi penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage Solutions (BESS) menawarkan kapasitas listrik yang lebih stabil dan mampu mendukung kontinuitas pasokan meskipun sumber energi terbarukan seperti surya bersifat intermittent atau tergantung pada kondisi cuaca.
Peran SESNA Dalam Proyek Skala Besar
PT Sumber Energi Surya Nusantara atau SESNA bukanlah pemain baru di industri energi bersih Indonesia. Sejak berdirinya pada 2013, perusahaan ini telah aktif mengembangkan berbagai proyek pembangkit listrik tenaga surya di sektor komersial, industri, bahkan menggarap kebutuhan di sektor pertambangan dan captive power.
Hingga kini, SESNA telah berhasil mengoperasikan lebih dari 30 megawatt–peak (MWp) proyek energi surya yang terintegrasi dengan sistem BESS. Portofolio perusahaan juga mencakup pipeline pengembangan yang lebih dari 450 MWp, menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar di masa depan.
Dengan dukungan dana dari Sriwijaya Capital, SESNA berencana mendorong pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang akan dipadukan dengan sistem BESS berkapasitas 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah.
CEO SESNA, Rico Syah Alam, menekankan bahwa masuknya investasi strategis dari Sriwijaya Capital akan mempercepat kemampuan perusahaan untuk mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar. “Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar,” ujarnya.
Model Kolaborasi Swasta dan Percepatan Energi Bersih
Investasi ini memperlihatkan bahwa model kolaborasi antara sektor swasta dan pengembang energi terbarukan dapat menjadi pendorong utama tercapainya target-target ambisius transisi energi nasional yang dicanangkan pemerintah.
Privat equity seperti Sriwijaya Capital memiliki fleksibilitas finansial dan visi jangka panjang yang sejalan dengan kebutuhan proyek energi bersih, sedangkan developer PLTS seperti SESNA membawa keahlian teknis dan pengalaman pelaksanaan proyek. Kombinasi keduanya menciptakan sinergi yang efektif untuk menghadirkan infrastruktur energi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dengan investasi yang berskala besar, proyek PLTS ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap target energi bersih nasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan pekerjaan, transfer teknologi, dan pembangunan infrastruktur hijau yang tahan lama.
Penutup: Melangkah Menuju Energi Bersih
Langkah Sriwijaya Capital untuk menanamkan investasi strategis dalam proyek energi surya di Indonesia mencerminkan tren global di mana sektor swasta berperan aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Investasi di sektor PLTS tidak hanya sekadar tren, tetapi sebuah keharusan untuk masa depan energi bersih yang berkelanjutan.
Dengan target Net Zero Emissions 2060 yang ditetapkan pemerintah, sinergi antara investor, pengembang proyek, dan regulator menjadi elemen yang tidak terpisahkan. Melalui model kolaboratif, proyek PLTS diharapkan menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan sistem energi nasional yang lebih hijau, berkelanjutan, dan kompetitif di tengah tantangan transisi energi.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)