Evaluasi Liga Champions: Wakil Italia Gagal Tembus Delapan Besar Klasemen

Evaluasi Liga Champions: Wakil Italia Gagal Tembus Delapan Besar Klasemen
Evaluasi Liga Champions: Wakil Italia Gagal Tembus Delapan Besar Klasemen

JAKARTA - Berakhirnya fase liga (league phase) Liga Champions musim 2025/2026 menyisakan catatan kelam bagi persepakbolaan Italia. Harapan untuk melihat adanya wakil Serie A yang mendominasi klasemen dan melenggang mulus ke babak 16 besar tanpa hambatan kini dipastikan sirna. Meski mengirimkan tim-tim terbaiknya, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa persaingan di level kontinental menuntut konsistensi yang lebih tinggi daripada sekadar performa di kompetisi domestik.

Kompetisi Liga Champions 2025/2026 telah menuntaskan babak league phase dan hasilnya terlihat kurang bagus bagi tim-tim asal Italia. Pada musim ini, Italia mendapat jatah empat tim untuk berlaga di UCL. Mereka adalah Napoli, Inter Milan, Atalanta, dan Juventus. Inter Milan datang dengan status mentereng sebagai juara Serie A 2024/2025, sementara Napoli menyusul di posisi runner-up. Di posisi ketiga ada Atalanta dan terakhir ditempati oleh Juventus. Sayangnya, kolektivitas tim Italia ini tidak diikuti dengan hasil yang memuaskan, bahkan satu di antaranya harus menelan pil pahit karena gagal total.

Nasib Sial Napoli di Bawah Arahan Antonio Conte

Baca Juga

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Fokus paling menyakitkan tertuju pada Partenopei. Napoli musim ini tampil kurang konsisten di Liga Champions. Ketidakstabilan performa ini terlihat jelas dari catatan statistik mereka. Dari tujuh pertandingan awal, mereka hanya mampu mengantongi kemenangan dua kali, seri dua kali, dan dipaksa menyerah sebanyak tiga kali. Kondisi ini membuat mereka terpojok dengan koleksi delapan poin saja hingga matchday ke-7.

Memasuki matchday ke-8, tak ada pilihan lain bagi tim asuhan Antonio Conte itu selain menang guna menjaga harapan. Namun, target itu cukup berat digapai karena lawan yang harus dihadapi adalah eks anak asuh Conte di Inggris, yakni Chelsea. Rasa optimisme sempat mencuat karena laga krusial ini digelar di markas keramat mereka, Stadio Diego Armando Maradona. Namun, dukungan publik Naples ternyata belum cukup untuk membendung kekuatan tim tamu.

Drama Kekalahan Menyakitkan di Stadio Diego Armando Maradona

Pertandingan berjalan penuh drama. Enzo Fernandez sempat membuat Chelsea unggul lebih dulu lewat eksekusi penaltinya pada menit ke-19. Napoli sempat memberikan perlawanan hebat yang membangkitkan harapan suporter. Dua gol dari Antonio Vergara dan Rasmus Hojlund pada menit ke-33 dan 43 membuat Napoli berbalik unggul 2-1 di penghujung babak pertama.

Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Brace atau dua gol balasan dari Joao Pedro pada menit 61 dan 82 menjadi bencana bagi Napoli. Mereka akhirnya ditekuk dengan skor 2-3 oleh Chelsea di laga tersebut. Hasil negatif ini melempar Partenopei ke posisi 30 klasemen akhir. Harapan untuk bisa melaju ke babak play-off pun sirna seketika, mengakhiri perjalanan Eropa mereka musim ini secara prematur.

Rasa Bangga di Tengah Kekecewaan Sang Pelatih

Meskipun gagal melangkah lebih jauh, Antonio Conte tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang anak asuhnya. Ia merasa Napoli sudah memberikan perlawanan maksimal meskipun harus menghadapi keterbatasan skuad akibat absennya beberapa pemain pilar.

"Kami merasa sangat bangga dan puas, karena meskipun kehilangan lebih dari setengah skuad, kami bermain, jika tidak pada level yang sama, bahkan lebih baik daripada Chelsea, dan pantas mendapatkan lebih banyak," katanya kepada Sky Sport Italia, seperti yang dilaporkan oleh Football Italia.

Conte menegaskan bahwa dari segi permainan, Napoli tidak kalah kelas dibandingkan klub asal London tersebut. Ia merasa timnya telah melakukan segala cara untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. "Saya sangat bangga dengan para pemain kami, karena kami menekan mereka, menciptakan peluang, berjuang untuk setiap bola. Sayang sekali, kami pantas setidaknya lolos ke babak play-off,” ucapnya dengan nada menyesal.

Pekerjaan Rumah Besar bagi Inter, Atalanta, dan Juventus

Dengan tersingkirnya Napoli, kini beban untuk menjaga marwah Italia berada di pundak Inter Milan, Atalanta, dan Juventus. Namun, posisi mereka yang tidak menempati peringkat delapan besar klasemen akhir league phase mengharuskan ketiganya melewati babak play-off yang melelahkan. Ini artinya, tidak ada satu pun klub Italia yang mendapatkan tiket lolos langsung ke babak 16 besar.

Hasil ini menjadi alarm bagi klub-klub Serie A bahwa persaingan di Liga Champions telah berevolusi dengan format baru yang lebih menuntut ketahanan fisik dan kedalaman skuad. Kegagalan Napoli dan sulitnya tiga tim lainnya menembus zona delapan besar menjadi bukti bahwa dominasi di liga domestik tidak serta-merta menjadi jaminan kesuksesan di kancah Eropa musim 2025/2026.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global