Petani Muda Desa Makarti Jaya Hemat Biaya Lewat Pertanian Semi Organik

Petani Muda Desa Makarti Jaya Hemat Biaya Lewat Pertanian Semi Organik
Petani Muda Desa Makarti Jaya Hemat Biaya Lewat Pertanian Semi Organik

JAKARTA - Kenaikan harga pupuk dan pestisida kimia dalam beberapa tahun terakhir memaksa petani di berbagai wilayah mencari solusi alternatif. 

Di Desa Makarti Jaya, Jawa Timur, sekelompok petani muda memilih untuk beralih dari pola pertanian konvensional yang bergantung pada bahan kimia menjadi pertanian semi organik.

Perubahan ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya produksi, tetapi juga memperbaiki kondisi tanah yang mulai menurun kualitasnya akibat pemakaian pestisida dan pupuk kimia secara terus-menerus.

Baca Juga

BPJPH Dorong Produk Halal Nasional Mendunia Lewat Kerja Sama USDA

Selama lebih dari empat dekade, pertanian di desa ini bergantung pada pupuk dan pestisida kimia untuk menjaga produktivitas tanaman. 

Namun, penggunaan jangka panjang bahan kimia ini telah menyebabkan tanah menjadi keras dan berkurangnya hasil panen, sementara biaya yang dikeluarkan semakin membengkak. 

Kondisi ini menjadi masalah serius bagi petani yang harus berjuang untuk mempertahankan keuntungan dari usaha tani mereka.

Sejarah dan Tantangan Pertanian Konvensional

Ketua Kelompok Tani Pomponangi, Irwanto, mengenang masa-masa sulit ketika biaya produksi hampir menyamai hasil yang diperoleh. 

“Dulu kami berpikir pupuk kimia adalah satu-satunya jalan supaya panen bisa banyak. Awalnya memang terlihat hasilnya, tapi lama-kelamaan tanah jadi keras, tanaman cepat menguning, dan hasilnya semakin kecil. Setiap musim kami harus menambah pupuk, sementara biaya makin besar,” ujarnya.

Biaya pupuk dan pestisida kimia dalam satu musim tanam bisa mencapai Rp5 juta per petani. Biaya yang besar ini menyulitkan petani untuk mendapatkan keuntungan yang layak. Di tengah tantangan ekonomi ini, petani muda mulai mencari metode lain yang lebih ramah lingkungan dan lebih hemat biaya.

Program Pemberdayaan dan Peralihan ke Pertanian Semi Organik

Sejak tahun 2023, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh perusahaan Hengjaya Mineralindo hadir sebagai solusi untuk masalah yang dihadapi petani di Desa Makarti Jaya. 

Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani muda untuk beralih ke sistem pertanian semi organik. Sistem ini memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai pupuk dan pestisida alami, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia impor yang mahal.

Pendampingan dilakukan melalui Program Harmoni Tani yang tidak hanya fokus pada teknik pertanian, tetapi juga membangun kesadaran petani akan pentingnya menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan usaha tani. Irwanto mengakui bahwa pendekatan ini mengubah cara pandang petani terhadap alam dan tanah yang mereka garap.

Potensi Desa Makarti Jaya Sebagai Sentra Pertanian Semi Organik

Desa Makarti Jaya memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas lahan mencapai 49,22 hektare. Beragam komoditas hortikultura tumbuh subur di wilayah ini, seperti sawi, kangkung, bayam, tomat, cabai, dan terong. Desa ini juga memiliki 805 jiwa usia produktif yang sebagian besar terlibat dalam kegiatan pertanian.

Dengan pendampingan dan pelatihan yang terus dilakukan, petani muda semakin percaya diri menggunakan metode semi organik. 

Mereka belajar membuat pupuk organik dan pestisida alami dari bahan-bahan lokal, sehingga tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang.

Dampak Positif Peralihan Sistem Pertanian

Perubahan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para petani muda. Umar, salah satu anggota Kelompok Tani Pomponangi, mengaku bahwa pengeluaran untuk usaha tani kini jauh lebih terkendali. 

“Alhamdulillah sangat terasa bedanya. Dengan pupuk buatan sendiri dan pembibitan mandiri, biaya bisa ditekan. Kami tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pupuk dari luar,” ujarnya.

Selain menghemat biaya, petani juga merasakan hasil panen yang lebih sehat dan tanaman yang tumbuh lebih segar. Kualitas tanah pun mulai membaik, menunjukkan bahwa pendekatan semi organik tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Pemberdayaan Keluarga Petani dan Perempuan Desa

Lebih dari sekadar meningkatkan hasil panen, sistem pertanian semi organik di Desa Makarti Jaya membuka peluang pemberdayaan keluarga petani dan perempuan desa. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia mahal, keluarga petani dapat mengalokasikan pengeluaran ke kebutuhan lain yang juga penting.

Perempuan desa yang selama ini juga terlibat dalam kegiatan pertanian mendapatkan kesempatan lebih luas untuk belajar dan berkontribusi dalam pembuatan pupuk dan pestisida alami. Ini memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Kolaborasi dan Harapan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

Transformasi pertanian di Desa Makarti Jaya menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menciptakan model pertanian yang berkelanjutan dan efisien. 

Dengan dukungan program pemberdayaan dan pendampingan, pertanian semi organik dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi petani, terutama di masa kenaikan biaya produksi dan perubahan iklim.

Para petani muda di Desa Makarti Jaya berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Mereka percaya bahwa pertanian ramah lingkungan dan hemat biaya adalah kunci untuk membangun ketahanan pangan nasional yang kokoh dan berkelanjutan.

Peralihan dari pertanian konvensional berbasis bahan kimia ke sistem semi organik di Desa Makarti Jaya membawa perubahan positif bagi petani muda, terutama dalam menekan biaya produksi dan memperbaiki kualitas tanah. Program pemberdayaan yang melibatkan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Dengan potensi lahan yang luas dan dukungan masyarakat, pertanian semi organik di desa ini menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan bukan hanya impian, tetapi dapat diwujudkan secara nyata melalui kolaborasi, edukasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

 Ini adalah langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global