Kemendagri Gelar Rekordas Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah

Kemendagri Gelar Rekordas Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah
Kemendagri Gelar Rekordas Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rekordas) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 yang kali ini bertempat di Ternate, Provinsi Maluku Utara. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi dan pemahaman dalam pengelolaan keuangan daerah.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Agus Fatoni, menegaskan bahwa Rekordas bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan ajang penting yang mengakomodasi koordinasi lintas daerah sekaligus penguatan tata kelola agar pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih efektif dan efisien.

Baca Juga

Lewat Pameran Wewangian Perfume Pop Market 2026, Bank Mandiri Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan

Partisipasi Luas dari Seluruh Daerah

Rekordas di Ternate diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi, mulai dari Inspektur Daerah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Bappeda, hingga pejabat-pejabat lain yang membidangi pengelolaan keuangan daerah. 

Selama tiga hari pelaksanaan, mereka berkomunikasi dan berdiskusi intensif mengenai berbagai aspek terkait pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi anggaran.

Keberadaan para pemangku kepentingan ini menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah. Agus Fatoni menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa memperhatikan keterkaitan yang erat dengan regulasi dan pengawasan dari pusat.

Sinergi Kebijakan Fiskal Pusat dan Daerah

Pengelolaan APBD yang produktif dan berkualitas menjadi tujuan utama Rekordas. Agus Fatoni menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah didorong untuk tetap memastikan APBD memberikan dampak langsung kepada masyarakat, tanpa mengorbankan pembangunan yang berkelanjutan.

Rekordas tahun ini juga menghadirkan narasumber dari kementerian dan lembaga strategis, seperti Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kehadiran mereka memperkuat pemahaman peserta terkait kebijakan fiskal yang saling berkaitan antara pusat dan daerah.

Perencanaan dan Evaluasi Anggaran yang Lebih Matang

Salah satu poin penting yang diangkat dalam Rekordas adalah penekanan pada perencanaan dan persiapan sejak awal tahun anggaran. Agus Fatoni menyoroti perlunya penelusuran serta evaluasi pelaksanaan APBD agar tidak terjadi keterlambatan realisasi maupun penumpukan anggaran di akhir tahun.

Pelaksanaan Rekordas di awal tahun ini menjadi momentum tepat untuk menyelaraskan kebijakan dan memberikan pedoman yang jelas dalam pelaksanaan APBD selama tahun berjalan. Dengan persiapan matang, pengelolaan anggaran daerah diharapkan lebih optimal, efisien, dan berdaya guna.

Optimalisasi Sumber Pendanaan Daerah

Tidak hanya mengandalkan Transfer ke Daerah (TKD), pemerintah daerah juga didorong untuk mengoptimalkan sumber pendanaan lain, khususnya anggaran dari kementerian dan lembaga pusat. 

Agus Fatoni menjelaskan bahwa dana kementerian dan lembaga memiliki nilai yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan daerah melalui program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Hal ini membuka peluang bagi daerah untuk meningkatkan pembiayaan pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada dana transfer, sehingga kemampuan fiskal daerah dapat lebih diperkuat dan beragam.

Tantangan Pendanaan Infrastruktur Daerah

Dalam diskusi terkait kondisi infrastruktur, terutama jalan nasional yang masih mengalami kerusakan di beberapa daerah, Agus Fatoni menjelaskan bahwa mekanisme pendanaan infrastruktur memiliki karakter yang berbeda-beda. Pendanaan tersebut melibatkan skema dana transfer, dana TDF, serta mekanisme kurang bayar yang penyelesaiannya mengacu pada peraturan keuangan negara.

Dengan memahami mekanisme ini, daerah dapat mengelola dan memanfaatkan pendanaan secara lebih efektif untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur vital.

Apresiasi Gubernur Maluku Utara Sebagai Tuan Rumah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk provinsinya sebagai tuan rumah pelaksanaan Rekordas Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola keuangan di daerah.

Sherly menekankan bahwa Rekordas memperkuat koordinasi lintas pemerintahan, memperluas wawasan terkait kebijakan fiskal nasional, dan meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan daerah secara menyeluruh.

Pelaksanaan Rekordas di awal tahun anggaran menjadi pedoman penting bagi daerah dalam menjalankan APBD serta bahan evaluasi dan perencanaan keuangan ke depan. Gubernur Maluku Utara berharap hasil dan rekomendasi dari Rekordas dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pemerintah daerah.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat agar pengelolaan keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rapat Koordinasi Daerah (Rekordas) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kemendagri di Ternate merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah secara nasional. 

Melalui partisipasi luas dari berbagai pemangku kepentingan, sinergi kebijakan fiskal pusat-daerah, dan penekanan pada perencanaan serta evaluasi yang matang, Rekordas diharapkan mampu mendorong pengelolaan APBD yang produktif dan berkualitas.

Optimalisasi berbagai sumber pendanaan pembangunan daerah serta perhatian terhadap mekanisme pendanaan infrastruktur menambah dimensi penting dalam pelaksanaan kebijakan fiskal. 

Apresiasi dari pemerintah daerah tuan rumah menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan sinergi lintas pemerintahan demi transparansi, akuntabilitas, dan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Rekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global

Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global