JAKARTA - Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, semakin menancapkan kuku kekuasaannya di kawasan Asia Tenggara dengan strategi ekspansi yang kian komprehensif. Tidak lagi sekadar mengandalkan penjualan unit kendaraan, perusahaan ini kini mulai membangun fondasi industri yang lebih dalam melalui produksi komponen inti. Dengan memilih Vietnam sebagai basis produksi baterai terbaru, BYD tidak hanya membidik pasar domestik yang tengah meledak, tetapi juga merancang sebuah hub strategis untuk mengoptimalkan jalur distribusi bebas bea ke seluruh penjuru ASEAN dan Eropa. Langkah ini menjadi bukti bahwa persaingan kendaraan listrik bukan lagi sekadar adu teknologi di jalan raya, melainkan adu efisiensi rantai pasok di tingkat global.
Perusahaan baterai dan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD secara resmi telah menandatangani perjanjian dengan Kim Long Motors dari Vietnam untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik baru di Vietnam bagian tengah. Dilaporkan Carnewschina pada Kamis waktu setempat, proyek senilai 130 juta dolar AS (Rp2,1 triliun) ini dinilai menjadi langkah signifikan dalam strategi ekspansi global BYD, khususnya di Asia Tenggara.
Sinergi Strategis dengan Produsen Lokal Kim Long Motors
Baca JugaRekomendasi Hotel di Braga Bandung di Bawah Rp500 Ribu di 2026
Dalam sebuah laporan, pemerintah Vietnam mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut awalnya akan fokus pada penyediaan baterai untuk kendaraan komersial. Pemilihan mitra lokal pun dilakukan secara cermat. Kim Long Motors selaku produsen otomotif swasta lokal Vietnam, mengkhususkan diri dalam penelitian, perakitan, produksi, dan penjualan truk komersial, bus, dan kendaraan khusus.
Menurut perjanjian tersebut, proyek pabrik baterai akan berjalan dalam dua fase. Fase pertama melibatkan pembangunan pabrik seluas 4,4 hektar dengan kapasitas produksi tahunan yang direncanakan sebesar 3 gigawatt-jam (GWh), terutama menargetkan kendaraan komersial seperti bus dan truk. Adapun fase kedua mencakup perluasan lebih lanjut seluas 6 hektar, sehingga total luas pabrik menjadi 10 hektar. Perluasan ini akan memperkenalkan jalur produksi untuk baterai kendaraan penumpang, meningkatkan total kapasitas tahunan menjadi 6 GWh.
Dukungan Teknis dan Pembagian Peran Industri
Meskipun detail spesifik mengenai pembagian ekuitas antara kedua pihak masih disimpan rapat, sumber internal BYD turut mengonfirmasi berita tersebut. Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa Kim Long Motors akan menanggung biaya konstruksi, sedangkan BYD menyediakan dukungan teknis yang komprehensif, meski informasi ini belum diverifikasi secara resmi oleh pihak BYD.
Keputusan BYD untuk mendirikan pabrik baterai di Vietnam diklaim terkait erat dengan pasar kendaraan energi baru yang berkembang pesat di negara tersebut. Vietnam telah menyaksikan pertumbuhan eksplosif dalam penjualan kendaraan listrik, melonjak dari 4.040 unit pada tahun 2022 menjadi 79.800 unit pada tahun 2024. Bahkan, dalam 11 bulan pertama tahun 2025, penjualan kendaraan listrik dan hybrid di Vietnam mencapai sekitar 160.000 unit, yang menyumbang sekitar 38,5 persen dari total pangsa pasar.
Dukungan Kebijakan Pemerintah Menuju Nol Emisi 2050
Pemerintah Vietnam secara aktif mendukung pengembangan kendaraan energi baru, sejalan dengan tujuannya untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050. Kebijakan tersebut mencakup perpanjangan pembebasan biaya pendaftaran EV pertama kali hingga tahun 2027, bersamaan dengan pengurangan pajak konsumsi dan subsidi untuk pengembangan infrastruktur pengisian daya, menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.
Bagi BYD, pabrik baterai di Vietnam merupakan pendalaman strategi Asia Tenggara mereka. Pada tahun 2024, BYD membuka toko pertamanya di Vietnam dan berencana untuk memperluas jaringan ritelnya menjadi sekitar 100 gerai pada tahun 2026. Selain itu, anak perusahaannya telah mendirikan pabrik elektronik di provinsi Phu Tho dan berencana untuk menginvestasikan lebih dari 250 juta dolar di pabrik suku cadang otomotif. Usaha patungan untuk produksi baterai ini menandai pembentukan awal tata letak rantai penuh lokal BYD di Vietnam, yang mencakup penjualan, pembuatan suku cadang, dan pasokan baterai inti.
Keunggulan Tarif: Pintu Masuk Bebas Bea ke ASEAN dan Uni Eropa
Meskipun merek lokal VinFast mendominasi pasar otomotif Vietnam dengan pangsa pasar 99 persen, rantai pasok kendaraan listrik negara tersebut masih sangat bergantung pada perusahaan Tiongkok seperti Gotion High-tech dan Sunwoda yang telah lebih dulu hadir. Namun, bagi BYD, pendirian pabrik di Vietnam memiliki nilai lebih dari sekadar pasar lokal; ini adalah soal pemanfaatan keunggulan tarif.
Berkat Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA), mobil dan komponen yang diproduksi di Vietnam yang memenuhi aturan asal ASEAN dapat menikmati tarif 0 persen saat diekspor ke negara anggota seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Ini berarti baterai BYD produksi Vietnam dapat diekspor bebas bea ke pabriknya di Thailand atau dijual langsung ke Indonesia, secara signifikan mengoptimalkan efisiensi biaya. Demikian pula, Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa (EVFTA) memungkinkan tarif 0 persen untuk ekspor ke Uni Eropa, menawarkan keuntungan biaya yang substansial dibandingkan dengan tarif tinggi pada ekspor langsung dari Tiongkok.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)