Kemenperin Catat Lonjakan Indeks Kepercayaan Industri Nasional Januari 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat lonjakan signifikan dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026.
IKI mencapai angka 54,12 poin, naik 2,22 poin dari bulan sebelumnya, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi sejak peluncuran indeks ini 49 bulan lalu pada November 2022. Lonjakan ini menandakan optimisme yang meningkat dari pelaku industri terhadap prospek usaha nasional di awal tahun 2026.
Penguatan Optimisme Pelaku Industri
Baca JugaBPJPH Dorong Produk Halal Nasional Mendunia Lewat Kerja Sama USDA
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin, menjelaskan bahwa peningkatan IKI ini merupakan refleksi nyata dari meningkatnya keyakinan para pelaku industri dalam menghadapi tahun baru.
“Capaian ini lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025 dan mencerminkan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha,” ujarnya.
ondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku usaha mulai menatap masa depan dengan lebih percaya diri setelah menghadapi tantangan ekonomi global selama beberapa tahun terakhir.
Peran Stabilitas Makroekonomi
Salah satu faktor pendukung utama adalah stabilitas kebijakan moneter yang menopang iklim usaha. Bank Indonesia (BI) pada 20–21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di angka 4,75 persen.
Keputusan ini memberikan kepastian bagi dunia usaha, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi nasional. Kebijakan ini dianggap mampu memberi ruang bagi pelaku industri untuk merencanakan investasi dan produksi dengan lebih matang tanpa khawatir terhadap fluktuasi ekonomi yang drastis.
Kondisi Aktivitas Manufaktur Nasional
Aktivitas manufaktur di Indonesia terus menunjukkan ekspansi positif. Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global Manufaktur Indonesia pada Desember 2025 mencapai 51,2, yang menandakan ekspansi selama lima bulan berturut-turut.
Selain itu, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) untuk triwulan IV 2025 juga meningkat ke angka 51,86 persen dan diproyeksikan terus menguat pada triwulan I 2026. Ini menjadi tanda bahwa produksi dan permintaan di sektor manufaktur masih berada dalam tren positif.
Perbaikan Merata Pada Berbagai Subsektor
IKI Januari 2026 memperlihatkan perbaikan yang merata di hampir semua subsektor industri pengolahan. Dari 23 subsektor yang dinilai, sebanyak 20 berada dalam fase ekspansi dan hanya tiga yang masih mengalami kontraksi.
Sub sektor yang tumbuh tersebut memberikan kontribusi sebesar 94,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar sektor industri pengolahan telah kembali berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Meningkatkan Produksi Menjelang Momen Penting
Menurut Febri, peningkatan indeks juga dipicu oleh intensifikasi kegiatan produksi menyambut momen-momen penting seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan hari raya keagamaan lainnya.
Para pelaku industri mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan konsumen yang biasanya terjadi pada periode tersebut. "Peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan produksi menyambut permintaan yang meningkat," jelasnya.
Dua Subsektor dengan Kontribusi Terbesar
Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, serta industri mesin dan perlengkapan mencatat nilai IKI tertinggi. Kenaikan pada subsektor ini didorong oleh respon positif atas surat Menteri Perindustrian kepada Menteri Keuangan, yang masih dalam tahap pembahasan.
Meski belum final, inisiatif tersebut memberi harapan bagi pelaku industri untuk terus meningkatkan produksi dan investasi di sektor tersebut.
Tantangan pada Beberapa Subsektor
Meski sebagian besar subsektor mengalami perbaikan, ada tiga subsektor yang masih mengalami kontraksi, yakni industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki; industri kayu, barang dari kayu dan gabus; serta industri komputer, barang elektronik dan optik. Kontraksi ini disebabkan oleh penurunan permintaan ekspor, faktor musiman, dan ketidakpastian geopolitik global yang mempengaruhi rantai pasok dan pasar internasional.
Komponen IKI yang Semuanya di Zona Ekspansi
Komponen penyusun IKI Januari 2026 menunjukkan hasil positif pada semua variabel yang diukur. Indeks pesanan mencapai 55,27, menandakan kenaikan permintaan pasar. Indeks produksi naik tajam ke level 54,86 setelah mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.
Indeks persediaan berada pada level 50,14, mengindikasikan stok bahan baku dan barang jadi dalam kondisi optimal untuk memenuhi permintaan.
Survei Pelaku Usaha dan Tingkat Optimisme
Survei terhadap pelaku usaha mengindikasikan bahwa 78,5 persen responden melaporkan kondisi usaha yang membaik dan stabil. Tingkat optimisme meningkat menjadi 72,5 persen, sementara tingkat pesimisme menurun drastis menjadi hanya 4,5 persen.
Data ini memperkuat keyakinan bahwa pelaku industri semakin optimistis terhadap prospek usaha mereka dalam jangka pendek hingga menengah.
Kinerja Ekspor dan Investasi Industri
Penguatan IKI juga tercermin dalam kinerja industri yang berorientasi ekspor, yang mencatat indeks 54,62 pada Januari 2026. Realisasi investasi di sektor industri pengolahan juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai Rp218,2 triliun pada triwulan IV 2025.
Investasi yang meningkat ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap industri manufaktur Indonesia terus membaik, dan mereka bersedia menanamkan modal lebih besar untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.
Modal Kuat untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Capaian Indeks Kepercayaan Industri pada Januari 2026 menjadi modal awal yang kuat bagi industri nasional untuk terus tumbuh secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan stabilitas ekonomi, sektor manufaktur Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan global dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Kemenperin optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Febri menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan sektor industri dan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Kami melihat ini sebagai fondasi yang sangat penting untuk memperkuat daya saing industri nasional dan mencapai target pembangunan industri berkelanjutan," tuturnya.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemlu Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman, Perkuat Layanan Publik
- Jumat, 30 Januari 2026
Tim Aerobatik TNI AU Siap Tunjukkan Kehebatan di Singapura Air Show 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Top Up E-Money Mandiri di Livin’ by Mandiri 2026
- Jumat, 30 Januari 2026
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026
Wamenlu Pastikan Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci Industri Semikonduktor Global
- Jumat, 30 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Mundur dari BEI, Ini Rekam Jejak Karier Iman Rachman
- 30 Januari 2026
5.
Strategi OJK dan BEI Pertahankan Posisi di Indeks MSCI
- 30 Januari 2026











.jpg)