CATIB Gencarkan Energi Surya 18 MW untuk Operasi Pabrik Baterai Karawang
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (PT CATIB) menegaskan komitmennya untuk menggabungkan prinsip industri hijau dalam pembangunan pabrik baterai kendaraan listriknya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Senin (2/2/2026), Direktur PT CATIB Bayu Yudhi Hermawan menyampaikan strategi perusahaan untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 18 MW yang akan mendukung keseluruhan operasional pabrik. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan penggunaan energi bersih bukan sekadar wacana, tetapi telah direncanakan sebagai bagian langsung dari struktur operasional industri baterai yang dibangun.
“PT CATIB berkomitmen untuk berkontribusi pada industri hijau. Salah satu implementasinya adalah penggunaan PLTS dengan kapasitas sekitar 18 MW dalam kegiatan operasional pabrik,” ujar Bayu pada pertemuan tersebut.
Inisiatif penggunaan PLTS ini mencerminkan upaya nyata dalam meminimalkan jejak karbon dan menekan emisi operasional pabrik baterai kendaraan listrik, sejalan dengan tren global energi bersih. Pernyataan Bayu tersebut juga memperkuat posisi CATIB sebagai salah satu pelaku industri yang mengambil langkah strategis dalam transisi energi di sektor manufaktur teknologi tinggi.
Baca JugaKemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
Profil Proyek dan Struktur Kepemilikan Perusahaan
PT CATIB merupakan perusahaan patungan dari CBL International Development Pte. Ltd yang memiliki sekitar 70% saham dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) sebesar 30%. Perusahaan ini hadir sebagai kekuatan utama dalam pengembangan fasilitas produksi baterai yang dikembangkan di Karawang. Proyek ini dirancang untuk menghasilkan baterai kendaraan listrik serta baterai untuk sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS).
Pabrik yang tengah dibangun tersebut memiliki kapasitas produksi direncanakan mencapai 6,9 gigawatt-jam (GWh). Dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun, target operasional komersial pabrik dijadwalkan pada kuartal III 2026. Kontribusi energi surya 18 MW merupakan salah satu fitur kunci yang akan membantu memenuhi kebutuhan energi pabrik pada fase awal operasi, sekaligus memberi contoh bagi pendekatan industri lain dalam mengadopsi energi bersih.
Selain kapasitas baterai untuk kendaraan listrik, produk ESS yang diproduksi CATIB merupakan elemen penting dalam memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia. Dengan meningkatnya adopsi sistem energi surya di berbagai sektor, kebutuhan akan sistem penyimpanan energi yang andal semakin besar dan akan mendukung infrastruktur energi bersih di masa depan.
Kontribusi terhadap Tenaga Kerja dan Transfer Pengetahuan
Dalam rapat yang sama, Bayu juga menjelaskan bahwa pembangunan pabrik baterai ini akan menyerap sejumlah tenaga kerja lokal. Proyek pabrik diperkirakan akan menyediakan lapangan kerja untuk sekitar 3.000 pekerja saat fasilitas mulai beroperasi. Ini menunjukkan bahwa dampak dari pembangunan pabrik tidak hanya pada aspek energi atau teknologi, tetapi juga pada penguatan tenaga kerja dan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, CATIB menerapkan strategi transfer of knowledge (alih pengetahuan) dengan cara mengirimkan sejumlah karyawannya untuk menjalani pelatihan di China. Hingga akhir 2026, dijadwalkan 369 pekerja akan mengikuti program pelatihan dengan durasi tugas sekitar enam bulan. Program ini memberi nilai tambah dan mempercepat peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam industri baterai nasional.
Dengan strategi seperti ini, CATIB tidak hanya mendirikan fasilitas produksi berteknologi tinggi — tetapi juga investasi dalam pembentukan tenaga kerja ahli yang mampu mendukung operasional dan pengembangan industri baterai mendatang.
Status Proyek dan Dukungan Pemerintah
Proyek pabrik baterai CATIB telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendapat beberapa fasilitas insentif, termasuk tax holiday dari Kementerian Keuangan. Langkah ini menunjukkan dukungan kuat pemerintah Indonesia terhadap pengembangan industri baterai domestik dan percepatan transisi energi bersih di sektor manufaktur.
Sejak groundbreaking yang dilaksanakan pada 29 Juni 2025, proyek telah melampaui sejumlah tahapan awal. Bayu menjelaskan bahwa pada awal Januari 2026, infrastruktur dasar pabrik sudah selesai dibangun. Saat ini, proyek memasuki tahapan instalasi peralatan dan penyelesaian fasilitas penunjang.
Bayu juga menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah tetap berlanjut—termasuk perluasan insentif fiskal dan kebijakan yang mendukung pasar kendaraan listrik dan ESS domestik. Ia menyampaikan bahwa peluang pengembangan baterai ESS di Indonesia sangat besar, dengan potensi mendekati angka yang signifikan di masa depan.
Arah Masa Depan dan Harapan Pengembangan Industri Baterai Nasional
Komitmen CATIB terhadap energi terbarukan yang terintegrasi dengan produksi teknologi tinggi memberi sinyal jelas bahwa industri baterai di Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi kapasitas produksi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan. Pengembangan PLTS berkapasitas besar untuk kebutuhan operasional pabrik dapat menjadi contoh penting bagi industri lain dalam merancang strategi energi bersih mereka.
Kolaborasi antara investasi asing, pemerintah, dan perusahaan lokal seperti yang terlihat dalam proyek CATIB di Karawang dapat mempercepat Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok baterai global. Dengan fokus yang kuat pada hybrid energi (kombinasi grid listrik dan energi surya), serta dukungan kebijakan dan pelatihan SDM, pabrik ini diproyeksikan tidak hanya menjadi fasilitas produksi — tetapi juga pusat inovasi dalam pengembangan solusi energi bersih di Asia Tenggara.
Fery
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026







