Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah

Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah
Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah

JAKARTA - Banyumas, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan nasional terkait pengelolaan sampah berbasis hulu.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, sehingga layak menjadi barometer nasional.

Penilaian ini diberikan saat peluncuran Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Baca Juga

Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah

“Tadi malam (saat Rapat Koordinasi Nasional 2026 di Sentul) diserukan perang melawan sampah, pagi ini Selasa, 3 Februari 2026 Pak Bupati sudah langsung terjun. Ini menunjukkan daerah bisa menjadi garda terdepan. Banyumas tidak ragu saya sebut sebagai barometer penanganan sampah,” ujar Diaz.

TPS3R Banyumas Berjalan Relatif Baik

Diaz menilai pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Banyumas berjalan relatif baik. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), terdapat sekitar 4.494 TPS3R di Indonesia, namun sekitar 35 persen tidak aktif.

“Karena itu KLH mendorong reaktivasi TPS3R dan pembangunan TPS3R baru agar paradigma kumpul-angkut-buang tidak lagi digunakan,” tambah Diaz.

Banyumas berhasil mencapai pengelolaan sampah sekitar 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 25–39 persen. Capaian ini dianggap cukup tinggi dan patut diapresiasi sebagai contoh bagi daerah lain.

Pentingnya Kepastian Off-Taker dan Distribusi RDF

Dalam pengelolaan sampah menjadi RDF, Diaz menekankan pentingnya kepastian pihak pembeli (off-taker). Hal ini diperlukan agar pasokan dan distribusi bahan baku berjalan stabil dan tidak menimbulkan permasalahan baru, seperti bau dan penumpukan sampah.

Diaz menekankan, pengelolaan RDF memerlukan sistem tertutup, pengangkutan tepat waktu, dan pasokan stabil agar kerja sama dengan pabrik semen berjalan optimal.

“Kalau suplai tidak stabil, sistem tidak akan berjalan dengan baik. Dari pengalaman RDF yang gagal, kita bisa belajar, dan saya rasa di Banyumas ini tidak akan bernasib sama,” tegas Diaz.

Banyumas Raih Dana Hibah UNCDF

Keberhasilan Banyumas juga mendapat pengakuan internasional. Kabupaten ini memperoleh dana hibah sebesar 150.000 dolar Amerika Serikat dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) untuk pengelolaan lingkungan.

“Di ASEAN banyak kota menerima, tapi di Indonesia hanya Banyumas. Ini membuktikan ada kerja nyata dari Pak Bupati dan jajarannya,” kata Wamen LH.

Meskipun alokasi anggaran lingkungan hidup dalam APBD Banyumas masih di bawah 3 persen, capaian ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, dan investor dapat menghasilkan hasil nyata.

Upaya Banyumas Menuju Adipura dan Pengelolaan Optimal

Diaz berharap upaya yang dilakukan Banyumas dapat mendorong daerah ini kembali meraih penghargaan Adipura dan terhindar dari kategori daerah dengan pengelolaan lingkungan yang buruk.

“Masalah sampah bukan sekadar soal estetika, tetapi menyangkut kesehatan dan eksistensi manusia. Karena itu, kerja nyata seperti ini sangat penting untuk masa depan,” ujar Diaz.

Pengelolaan yang disiplin dan inovatif di Banyumas dapat menjadi percontohan nasional, terutama untuk daerah lain yang masih bergantung pada sistem kumpul-angkut-buang.

Inovasi RDF dan Recycling Center di TPST Sokaraja Kulon

Peluncuran RDF dan Recycling Center di TPST Sokaraja Kulon menjadi bukti nyata kerja keras Pemkab Banyumas. Sistem ini memungkinkan pengelolaan sampah lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Diaz menegaskan bahwa pola pengelolaan sampah ini dapat direplikasi di daerah lain dengan syarat pengelolaan dilakukan secara disiplin dan sesuai standar lingkungan.

Keberhasilan Banyumas dalam RDF menunjukkan pentingnya perencanaan matang, inovasi, dan kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan komunitas lokal.

Peran Banyumas Sebagai Barometer Nasional

Dengan capaian pengelolaan sampah sekitar 77 persen, Banyumas kini menjadi tolok ukur bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah berbasis hulu. Pencapaian ini membuktikan bahwa kepemimpinan cepat tanggap, inovatif, dan kolaboratif dapat menghasilkan hasil nyata.

Diaz menekankan, pengalaman Banyumas dapat dijadikan standar nasional, di mana pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan masalah estetika, tetapi juga mengutamakan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Banyumas menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis hulu yang sukses di Indonesia. Dengan TPS3R yang aktif, inovasi RDF, dukungan off-taker, dan kolaborasi lintas pihak, daerah ini mampu mencapai pengelolaan sampah 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Penghargaan dana hibah UNCDF dan peluncuran Recycling Center menunjukkan bahwa kerja nyata dan inovasi dapat menghasilkan dampak signifikan. Sistem yang diterapkan Banyumas dapat direplikasi di daerah lain, menjadi barometer nasional, dan mendorong Indonesia ke arah pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Diaz menekankan, keberhasilan ini bukan hanya soal angka atau capaian teknis, tetapi terkait kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan, estetika, dan eksistensi manusia melalui pengelolaan sampah yang baik.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung