Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit
Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat awal tahun 2026 sebagai momen signifikan dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Program subsidi perumahan ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah pertama.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa pada bulan pertama 2026, pihaknya telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp912,4 miliar untuk mendukung 7.312 unit rumah subsidi. 

Baca Juga

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Penyaluran ini menunjukkan lonjakan signifikan dibanding Januari 2025, yang tercatat hanya 2.633 unit, atau meningkat 177,7% secara tahunan.

“Penyaluran ini meningkat hingga 177,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ada peningkatan signifikan penyaluran FLPP bulan Januari tahun ini jika dibandingkan tahun lalu,” jelas Heru.

Kontribusi Pengembang dalam Penyaluran FLPP

Heru menekankan bahwa kesuksesan penyaluran FLPP Januari 2026 tidak lepas dari kontribusi 2.435 pengembang yang tersebar di 33 provinsi dan 293 kabupaten/kota. Dukungan pengembang ini menjadi salah satu faktor kunci yang memastikan target rumah subsidi dapat dicapai lebih cepat.

Selain itu, bank penyalur mengatur target mingguan untuk cabang-cabang mereka, sehingga penyaluran dapat lebih terukur dan tepat sasaran. Strategi ini membantu memastikan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terpenuhi secara efisien.

Profil Penerima FLPP: Pekerja Swasta Mendominasi

Berdasarkan profil penerima, pekerja swasta mendominasi serapan FLPP, yakni mencapai 75,85% dari total unit yang tersalurkan. Sementara itu, wiraswasta 14,33%, PNS 6,37%, dan kategori lain 3,45%.

“Selain itu, bank penyalur FLPP juga telah menargetkan secara mingguan kepada bank penyalur yang ada di cabang-cabang mereka. Sehingga target lebih terukur,” tambah Heru.

Dominasi pekerja swasta sebagai penerima FLPP menunjukkan tingginya kebutuhan rumah bagi masyarakat urban yang berpenghasilan rendah. Program ini sekaligus menjadi instrumen penting pemerintah dalam mendukung pemerataan kepemilikan rumah di kota dan daerah berkembang.

Rekam Jejak Penyaluran FLPP Sejak 2010

Sejak 2010 hingga 2025, BP Tapera mencatat akumulasi penyaluran FLPP telah menyasar 1.877.747 debitur MBR. Total dana yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp185,87 triliun.

Program FLPP terbukti menjadi instrumen strategis dalam menekan backlog perumahan dan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak.

Pada 2025, realisasi penyaluran FLPP bahkan mencatat sejarah tertinggi, dengan 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Pencapaian ini menegaskan bahwa komitmen pemerintah melalui BP Tapera untuk menyediakan rumah subsidi bagi MBR terus meningkat dari tahun ke tahun.

Target FLPP Tahun 2026: Optimisme Tembus 350.000 Unit

Heru menegaskan bahwa penyaluran FLPP Januari 2026 menjadi indikator optimisme tinggi BP Tapera untuk mencapai target 350.000 unit rumah subsidi sepanjang 2026.

“Kami optimistis seluruh kuota yang disediakan pada tahun ini dapat terserap. Penyaluran Januari ini menjadi indikator awal yang positif dan menunjukkan kesiapan pengembang, bank, dan masyarakat,” katanya.

Pencapaian ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pengembang, bank penyalur, dan masyarakat dapat menghadirkan hasil nyata dalam penyaluran rumah subsidi.

Peran Strategis Bank Penyalur

Bank penyalur memiliki peran penting dalam memastikan FLPP tepat sasaran. Dengan menetapkan target mingguan, bank dapat memantau penyaluran di setiap cabang dan mengatur aliran dana secara efisien.

Selain itu, bank juga bertugas memastikan debitur memenuhi syarat untuk mendapatkan rumah subsidi. Proses ini mencakup verifikasi dokumen, evaluasi kemampuan pembayaran, dan monitoring pembangunan rumah agar sesuai standar FLPP.

Langkah ini membantu mengurangi risiko gagal bayar sekaligus meningkatkan akuntabilitas program pemerintah.

Dampak Sosial dan Ekonomi Penyaluran FLPP

Program FLPP tidak hanya memberikan akses rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah.

Setiap unit rumah yang dibangun menyerap tenaga kerja lokal, memacu industri material bangunan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota terkait.

Dengan demikian, penyaluran FLPP menjadi instrumen multifungsi, yang mendukung pemerataan ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan tempat tinggal layak.

Prospek FLPP 2026

Penyaluran FLPP Januari 2026 melonjak hingga 7.312 unit rumah, meningkat 177,7% dibanding Januari 2025, menandakan efektivitas program dan komitmen pemerintah dalam mendukung MBR memiliki rumah layak.

Dengan dukungan 2.435 pengembang, bank penyalur yang terstruktur, dan partisipasi masyarakat, BP Tapera optimistis dapat menyalurkan 350.000 unit rumah sepanjang tahun 2026.

Pencapaian ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menyediakan perumahan terjangkau. Program FLPP diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama dalam mengurangi backlog perumahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung