UMPR Cetak 2.000 Ahli Pratama Pertanian untuk Perkuat Food Estate Kalteng

UMPR Cetak 2.000 Ahli Pratama Pertanian untuk Perkuat Food Estate Kalteng

JAKARTA - Sebagai respons terhadap kebutuhan sumber daya manusia (SDM) terampil di sektor pertanian yang semakin meningkat, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) meluncurkan Program Diploma 1 (D1) Pertanian. Program ini dirancang serta disiapkan untuk mencetak sekitar 2.000 ahli pratama pertanian dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Inisiatif strategis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan pemuda di bidang pertanian, tetapi juga menjadi dukungan nyata terhadap pembangunan lumbung pangan nasional atau food estate yang tengah digencarkan pemerintah di provinsi tersebut.

Langkah UMPR ini merupakan tindakan langsung untuk menjawab tantangan ketahanan pangan serta memastikan bahwa kebutuhan tenaga terampil di sektor pertanian dapat dipenuhi secara efektif dan berkelanjutan.

Pendekatan Baru dalam Pendidikan Pertanian

Baca Juga

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Program D1 Pertanian yang dibuka oleh UMPR menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembelajaran pertanian. Fokus utama program ini lebih praktis dan aplikatif, menggabungkan teori pendidikan dengan praktik lapangan secara intensif. Bentuk pendidikan vokasional ini dirancang selama dua semester atau setara satu tahun, sehingga lulusannya diharapkan mampu langsung terjun dan berkontribusi di sektor pertanian secara profesional.

Pendidikan ini berbeda dengan pendekatan akademik yang panjang dan umum pada program sarjana. Justru, pola vokasional singkat namun intensif ini memberi UMPR peluang untuk cepat mencetak tenaga yang “siap kerja” yang adaptif terhadap kebutuhan riil industri pertanian.

Menurut Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP, lembaganya siap mendidik tenaga ahli dengan keterampilan yang relevan dan sesuai harapan dunia kerja. Ia menyatakan bahwa program tersebut secara khusus dirancang untuk mendukung sektor pertanian serta program lumbung pangan di Kalteng, sehingga kehadiran SDM yang kompeten akan memperkuat ketahanan pangan regional.

Pemenuhan Kebutuhan SDM untuk Food Estate

Food estate adalah program strategis pemerintah yang dirancang memperluas basis produksi pangan nasional, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah. Tantangan utama yang sering disebut dalam program ini adalah ketersediaan SDM yang kompeten dan terlatih sesuai kebutuhan teknologi serta praktik pertanian modern. Kondisi ini menjadi salah satu alasan UMPR membuka program vokasional pertanian.

Rencana UMPR untuk menerima 2.000 peserta dari berbagai daerah di Kalteng bukan hanya untuk memenuhi kuota pendidikan semata, tetapi dirancang sedemikian rupa agar distribusi tenaga ahli ini dapat tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota. Dengan demikian, daerah-daerah yang menjadi lokasi utama program food estate akan memiliki tenaga ahli yang siap operasional dan mendukung produktivitas pertanian setempat.

Upaya pemerataan ini sekaligus menanggapi kebutuhan nyata di lapangan: banyak lokasi food estate yang membutuhkan tenaga terampil agar pengelolaan lahan pangan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan berdampak luas bagi ketahanan pangan.

Kurikulum Berbasis Kompetensi Lapangan

Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR, Nanang Hanafi, S.Hut., M.P, menekankan bahwa kurikulum program ini dirancang dengan basis praktik dan kebutuhan langsung di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mahir di tiga kualifikasi utama yang saat ini sangat dibutuhkan dalam dunia pertanian modern, yaitu:

Penyuluhan Pertanian – keahlian dalam memberikan pendampingan teknis bagi petani;

Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) – pengoperasian dan pemeliharaan mesin pertanian modern;

Manajemen dan Mekanisme SDM Pasar Pertanian – kemampuan memahami siklus pemasaran dari hasil pertanian dan beradaptasi dengan dinamika pasar.

Dengan struktur kurikulum seperti ini, UMPR berharap lulusannya bukan hanya siap menghadapi tantangan teknis pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang dalam ekosistem pertanian modern yang terus berkembang.

Langkah ini juga menjawab kritik dan masukan dari berbagai pihak bahwa program vokasional harus benar-benar “nyambung” dengan kebutuhan industri saat ini — terutama di sektor yang mendorong modernisasi seperti food estate yang berskala besar.

Visi Jangka Panjang dan Ekspansi Program

Komitmen UMPR tidak berhenti pada program D1 Pertanian saja. Rencana ke depan menunjukkan bahwa universitas ini berupaya memperluas cakupan bidang pendidikan vokasional dan keterampilan di sektor pangan lainnya. Di antara rencana yang sedang dipertimbangkan adalah pembukaan Program Diploma Peternakan dan Diploma Perikanan, yang masing-masing akan menambah kontribusi UMPR dalam memenuhi kebutuhan SDM sektor pangan secara keseluruhan.

Langkah strategis ini sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di sektor pertanian dan pangan — di mana tidak hanya tenaga di bidang tanaman pangan yang dibutuhkan, tetapi juga tenaga ahli dari subsektor peternakan, akuakultur, serta pengolahan produk pangan.

Selain mencetak tenaga kerja untuk mendukung food estate, UMPR ingin memainkan peran yang lebih luas dalam penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah dan bahkan di tingkat nasional. Kontribusi ini diharapkan dapat mendorong stabilitas pasokan pangan, pengembangan teknologi pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani setempat.

Pendidikan Pertanian sebagai Solusi SDM Ketahanan Pangan

Inisiatif UMPR membuka Program D1 Pertanian untuk mencetak 2.000 ahli pratama pertanian merupakan jawaban konkret terhadap kebutuhan SDM berkualitas di sektor pertanian dan food estate. Fokus pada praktik lapangan, distribusi merata peserta, serta kurikulum yang relevan menunjukkan pendekatan holistik dalam memperkuat ketahanan pangan regional.

Dengan langkah ini, UMPR tidak hanya menghadirkan tenaga ahli yang siap kerja, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam pengembangan sektor pangan yang berkelanjutan — sebuah strategi penting di tengah upaya nasional memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Fery

Fery

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Penyaluran FLPP Januari 2026 Capai Rekor Tertinggi Tembus Ribuan Unit

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung

Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung

Peningkatan Free Float Jadi 15 Persen, OJK Siapkan Revisi Target

Peningkatan Free Float Jadi 15 Persen, OJK Siapkan Revisi Target