JAKARTA - Kursi kepelatihan Real Madrid kembali menjadi panggung drama yang melibatkan harmonisasi ruang ganti. Alvaro Arbeloa, yang kini menakhodai Los Blancos, tengah menghadapi tantangan besar untuk memenangkan kepercayaan penuh dari para pemainnya di Santiago Bernabeu. Meskipun secara statistik tim mulai menunjukkan tren positif di La Liga, dinamika internal klub justru menunjukkan adanya ketegangan akibat sejumlah kebijakan teknis yang dianggap kontroversial oleh skuad senior.
Arbeloa memang menjalani awal masa jabatan yang penuh tekanan. Real Madrid harus menelan pil pahit tersingkir dari Copa del Rey pada laga debutnya melawan Albacete, ditambah kegagalan menembus babak delapan besar Liga Champions. Namun, di tengah badai tersebut, ia berhasil membawa angin segar di kompetisi domestik dengan memangkas jarak poin dengan Barcelona di klasemen La Liga hingga hanya menyisakan selisih satu angka saja.
Upaya Rekonsiliasi Ruang Ganti Pasca-Era Xabi Alonso
Baca Juga
Laporan dari Cadena SER mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama Arbeloa sejak tiba adalah memperbaiki keretakan suasana ruang ganti. Sebelumnya, atmosfer tim dikabarkan sangat tegang di bawah kepemimpinan Xabi Alonso. Pihak manajemen Real Madrid sendiri menilai bahwa keputusan melakukan pergantian pelatih adalah langkah yang tepat untuk menyelamatkan musim ini.
Arbeloa telah berupaya membangun kedekatan emosional dengan para pemain guna mencairkan suasana. Namun, langkah ini tidak sepenuhnya diterima dengan tangan terbuka. Sebagian pihak di internal tim menilai pendekatan personal yang dilakukan Arbeloa terasa terlalu berlebihan, sehingga menimbulkan kesan canggung alih-alih membangun otoritas yang kuat sebagai pelatih utama.
Kontroversi Pemilihan Pemain dan Keputusan Teknis
Masalah mulai meruncing ketika Arbeloa melakukan eksperimen dalam pemilihan susunan pemain. Beberapa keputusan taktisnya memicu keheranan di kalangan pemain senior. Salah satu momen yang paling disorot adalah saat kekalahan menyakitkan 2-4 dari Benfica. Dalam laga krusial tersebut, Dani Ceballos tidak dimainkan sama sekali oleh Arbeloa. Sebaliknya, sang manajer justru memberikan menit bermain kepada pemain dari tim Castilla, Jorge Cestero, pada menit-menit akhir pertandingan.
Keputusan tersebut dianggap tidak lazim bagi skuad yang sedang mengejar ketertinggalan. Situasi itu disebut disampaikan langsung oleh para pemain kepada Arbeloa sebagai bentuk protes terselubung. Menanggapi ketidakpuasan tersebut, pada laga berikutnya melawan Rayo Vallecano, Ceballos akhirnya diturunkan sebagai pemain pengganti di babak kedua. Langkah ini dinilai banyak pengamat sebagai upaya pragmatis Arbeloa untuk meredam api ketidakpuasan yang mulai membara di internal tim.
Ketidakpastian Taktis dan Diskusi Alot Pasca-Laga
Meskipun hasil di papan klasemen membaik, pengaturan taktis Arbeloa belum sepenuhnya meyakinkan skuad. Di kalangan pemain, muncul anggapan bahwa belum ada perubahan taktik signifikan yang diterapkan oleh pelatih baru ini. Para penggawa Los Blancos dikabarkan masih mengharapkan pendekatan strategi yang lebih jelas, tegas, dan berkarakter saat berada di lapangan hijau.
Ketegangan ini terlihat nyata usai kemenangan tipis 2-1 atas Rayo Vallecano. Arbeloa dilaporkan terlambat menghadiri konferensi pers karena terlibat diskusi panjang dan alot dengan para pemain di ruang ganti. Kabarnya, diskusi tersebut berkaitan erat dengan evaluasi pergantian pemain serta pilihan taktik yang diterapkan selama pertandingan berlangsung. Fenomena pelatih yang "disidang" oleh pemainnya sendiri ini menunjukkan bahwa otoritas Arbeloa masih goyah.
Status Pelatih Sementara dan Ancaman Evaluasi Musim Panas
Masa depan Alvaro Arbeloa di kursi panas Madrid masih diselimuti tanda tanya besar. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Arbeloa belum dipandang sebagai solusi jangka panjang oleh manajemen klub. Di internal tim, posisinya lebih dianggap sebagai pelatih Castilla yang naik sementara untuk mengisi kekosongan jabatan.
Pihak klub dilaporkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan pengaruhnya di ruang ganti pada bursa musim panas mendatang. Hal ini menempatkan Arbeloa dalam posisi yang sulit; ia harus terus memberikan hasil instan sembari meyakinkan para bintang Madrid bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang klub.
Pemanfaatan Jeda Internasional untuk Pembenahan
Kini, Real Madrid memasuki periode dua pekan tanpa pertandingan resmi. Momentum ini menjadi waktu yang sangat berharga bagi Arbeloa. Bersama pelatih kebugaran Antonio Pintus, Arbeloa memiliki kesempatan untuk melakukan pembenahan total di sesi latihan, baik dari sisi fisik maupun pemahaman taktik.
Ini adalah masa pembuktian bagi sang legenda klub. Tanpa peningkatan performa yang jelas dan konsistensi taktik yang mampu memuaskan para pemain, posisinya di kursi pelatih Real Madrid disebut berisiko semakin melemah. Publik Madrid kini menanti apakah jeda ini akan membawa perubahan positif atau justru menjadi awal dari berakhirnya petualangan singkat Arbeloa di tim utama.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis Demi Target Elektrifikasi 100 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis Demi Target Elektrifikasi 100 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
Moratorium Tambang Banten: Langkah Tegas Lindungi Lingkungan dan Nyawa Masyarakat
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Berapa Modal Usaha Kopi Keliling? Simak Pembahasan Ini
- 04 Februari 2026
3.
Apa itu CEO Perusahaan? Peran, Fungsi, Jobdesk, dan Gajinya
- 04 Februari 2026
4.
10 Contoh Struktur Perusahaan untuk Efisiensi Bisnis
- 04 Februari 2026
5.
Strategi Cerdas Chelsea Redam Teror Bola Mati Arsenal di Carabao Cup
- 04 Februari 2026







