Berapa Modal Usaha Kopi Keliling? Simak Pembahasan Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
Jakarta - Modal usaha kopi keliling kini jadi pilihan menarik bagi yang ingin memulai bisnis fleksibel dengan biaya relatif terjangkau.
Usaha ini memungkinkan penjual menjajakan kopi di berbagai lokasi dan waktu strategis untuk mendulang keuntungan, misalnya di sekitar perkantoran saat jam makan siang, menyasar pekerja yang ingin rehat sejenak sambil menikmati kopi.
Selain fleksibel, modal usaha kopi keliling juga lebih ringan dibandingkan membuka kedai atau kios tetap, karena cukup menggunakan gerobak, motor, atau sepeda yang dimodifikasi untuk jualan.
Baca JugaFenomena Lisa BLACKPINK Dorong Red Lotus Sea Thailand Banjir Wisatawan Mancanegara
Dengan strategi lokasi dan waktu yang tepat, peluang meraih untung pun lebih tinggi.
Potensi Usaha Kopi Keliling
Sebelum menghitung biaya yang dibutuhkan, penting untuk memahami terlebih dahulu potensi dan keunggulan dari bisnis kopi keliling:
• Pasar yang luas dan beragam – Peluang penjualan cukup besar karena target konsumen fleksibel.
Kamu bisa menyasar pekerja kantoran yang butuh kopi saat jam istirahat atau makan siang, mahasiswa yang mencari minuman hangat atau segar di kampus, hingga komunitas atau pertemuan kecil yang ingin menikmati kopi tanpa harus pergi ke kedai.
Semakin banyak segmen yang bisa dijangkau, semakin besar peluang keuntungan.
• Modal yang bisa disesuaikan – Salah satu keunggulan bisnis ini adalah fleksibilitas modal. Penjual bisa memulai dengan gerobak dorong sederhana untuk menekan biaya awal.
Jika ingin lebih cepat menjangkau lokasi, sepeda atau motor yang dimodifikasi untuk jualan kopi bisa dipakai.
Pilihan peralatan bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial, sehingga bisnis ini bisa dijalankan bahkan dengan modal terbatas.
• Harga yang bersahabat bagi konsumen – Kopi keliling memiliki kelebihan karena bisa dijual dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per gelas.
Harga ini relatif terjangkau bagi berbagai kalangan, sehingga volume penjualan bisa tinggi. Strategi harga yang tepat juga memungkinkan penjual tetap mendapatkan keuntungan walaupun modal awal terbatas.
• Mobilitas dan fleksibilitas lokasi – Tidak seperti kedai kopi yang memerlukan tempat tetap, bisnis kopi keliling memungkinkan penjual berpindah-pindah sesuai peluang.
Kamu bisa memilih lokasi ramai, seperti dekat perkantoran, kampus, pasar, atau pusat kegiatan komunitas.
Kemampuan untuk bergerak membuat usaha ini adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen.
Berapa Modal Usaha Kopi Keliling?
Jadi, berapa kira-kira modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini? Berikut adalah rincian dari modal usaha kopi keliling yang perlu dipersiapkan:
1. Peralatan Dasar
Modal awal terbesar dalam usaha kopi keliling umumnya digunakan untuk membeli perlengkapan utama yang diperlukan untuk berjualan. Beberapa kebutuhan pokok antara lain:
- Sepeda, gerobak, atau motor: biaya mulai dari sekitar Rp6.000.000 hingga Rp10.000.000, tergantung jenis kendaraan dan modifikasi yang dibutuhkan untuk menempatkan peralatan kopi.
- Termos: sekitar Rp200.000, digunakan untuk menjaga suhu kopi tetap panas atau dingin selama berjualan.
- Gelas dan sendok sekali pakai: diperkirakan Rp200.000 untuk stok awal agar dapat melayani pelanggan tanpa repot.
- Container penyimpanan: biaya sekitar Rp100.000, berguna untuk menyimpan bahan atau peralatan tambahan dengan rapi.
Jika dijumlahkan, total biaya awal untuk perlengkapan berjualan kopi keliling berkisar antara Rp6.500.000 hingga Rp10.500.000, tergantung pilihan kendaraan dan kualitas peralatan.
2. Bahan Baku
Selain peralatan, pengeluaran rutin yang harus diperhitungkan setiap bulan adalah biaya bahan baku.
Biaya ini meliputi kopi, gula, susu, dan air minum yang digunakan dalam proses pembuatan minuman. Rincian estimasinya sebagai berikut:
- Kopi dan minuman saset: sekitar Rp300.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan harian.
- Gula: Rp75.000, cukup untuk menambah rasa manis kopi sesuai selera pelanggan.
- Susu kental manis: Rp250.000 per bulan, dipakai untuk menu kopi susu atau varian minuman lainnya.
- Air siap minum: Rp75.000 untuk menjaga kualitas minuman tetap higienis.
Sehingga, total biaya bahan baku per bulan sekitar Rp700.000, yang akan selalu berulang seiring dengan frekuensi penjualan dan jumlah pelanggan.
3. Biaya Operasional Lainnya
Selain membeli peralatan dan menyiapkan bahan baku, ada beberapa pengeluaran tambahan yang perlu diperhitungkan agar bisnis kopi keliling berjalan lancar.
Biaya ini biasanya mencakup transportasi, perawatan kendaraan, izin usaha, dan pengeluaran tak terduga lainnya. Perkiraan rinciannya adalah:
- Transportasi: sekitar Rp350.000 per bulan untuk bensin atau biaya perawatan motor/gerobak agar tetap layak digunakan.
- Izin usaha: sekitar Rp200.000, jika lokasi penjualan memerlukan surat izin atau pendaftaran resmi.
- Pengeluaran tak terduga: sekitar Rp150.000, untuk hal-hal yang tidak terduga seperti perbaikan alat, pembelian perlengkapan tambahan, atau kebutuhan darurat lainnya.
Sehingga, total biaya operasional bulanan diperkirakan mencapai Rp700.000. Biaya ini bersifat fleksibel dan bisa naik-turun tergantung kebutuhan dan frekuensi aktivitas berjualan.
4. Total Estimasi Modal Awal
Jika semua komponen modal digabungkan, berikut perkiraan total pengeluaran untuk memulai usaha kopi keliling:
- Perlengkapan: Rp6.500.000 – Rp10.500.000
- Bahan baku bulan pertama: Rp700.000
- Biaya operasional bulan pertama: Rp700.000
Total estimasi modal awal: Rp7.900.000 – Rp11.900.000
Perlu dicatat, angka ini bersifat perkiraan dan dapat berbeda-beda tergantung lokasi berjualan, skala usaha, jenis minuman yang dijual, serta strategi operasional yang dipilih.
Dengan perencanaan yang matang, modal ini bisa dikelola dengan efisien sehingga usaha kopi keliling berjalan lancar dan menguntungkan.
Estimasi Keuntungan Jualan Kopi Keliling
Untuk memperkirakan potensi keuntungan dari bisnis kopi keliling, langkah pertama adalah menentukan harga jual kopi yang akan ditawarkan.
Agar tetap kompetitif dengan penjual lain di sekitar, disarankan menetapkan harga per gelas antara Rp5.000 hingga Rp8.000, tergantung jenis kopi yang disajikan dan target konsumen.
Jika dalam sehari penjual berhasil menjual sekitar 40 hingga 50 gelas, maka estimasi pendapatan harian bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp400.000.
Dari situ, keuntungan kotor bulanan dari usaha ini dapat diperkirakan antara Rp6.000.000 hingga Rp12.000.000, dengan catatan biaya bahan baku dan operasional telah diperhitungkan secara efisien.
Angka ini menunjukkan bahwa dengan strategi penentuan harga yang tepat dan lokasi jualan yang ramai, usaha kopi keliling dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan bahkan bagi pelaku usaha pemula.
Tips Sukses Jualan Kopi Keliling
• Tentukan lokasi yang tepat: pilih area dengan banyak orang lewat seperti sekitar kampus, gedung perkantoran, atau dekat halte dan stasiun transportasi umum agar peluang penjualan meningkat.
• Tawarkan variasi menu: selain kopi hitam klasik, sediakan kopi susu, es kopi, dan minuman kopi kekinian untuk menarik berbagai selera pelanggan.
• Pertahankan rasa yang konsisten: kualitas rasa harus selalu sama setiap hari supaya pelanggan puas dan mau kembali membeli lagi.
• Gunakan branding sederhana: berikan nama yang mudah diingat dan cup dengan logo atau desain unik untuk membangun identitas usaha yang menonjol di mata konsumen.
• Maksimalkan promosi melalui media sosial: buat konten menarik, foto produk, dan info lokasi jualan agar lebih banyak orang tahu dan tertarik membeli.
Sebagai penutup, dengan perencanaan matang, modal usaha kopi keliling bisa dioptimalkan untuk meraih keuntungan maksimal dan bisnis berjalan lancar.
Enday Prasetyo
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Menteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
Analisis Prospek Saham Batu Bara BUMI hingga PTBA Tahun 2026
- 04 Februari 2026
2.
3.
Strategi Sudirman Widhy Hartono Amankan Pasokan Emas Nasional 2026
- 04 Februari 2026
4.
Moeldoko: Limbah Baterai EV Jadi Peluang Bisnis dan Lapangan Kerja
- 04 Februari 2026
5.
Inovasi Aki Massiv Thunder EV Dukung Efisiensi Baterai Mobil Listrik
- 04 Februari 2026







