Gubernur NTT Dorong Kolaborasi Pers dan Perbankan Perkuat UMKM

Gubernur NTT Dorong Kolaborasi Pers dan Perbankan Perkuat UMKM
Gubernur NTT Dorong Kolaborasi Pers dan Perbankan Perkuat UMKM

JAKARTA - Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal, pemerintah daerah bersama insan pers dan sektor perbankan terus mengupayakan optimalisasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diskusi publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wadah penting bagi pemangku kepentingan untuk membahas langkah nyata mempercepat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTT.

Penguatan Peran Pers dalam Pembangunan Ekonomi

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberi penekanan kuat pada peran pers di tengah dinamika pembangunan daerah. Menurutnya, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 PWI bukan hanya momen seremoni, tetapi ajang refleksi kontribusi media terhadap perkembangan ekonomi lokal. “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026 lalu kepada seluruh insan pers, khususnya di NTT. Semoga pers semakin profesional, independen, dan berintegritas dalam menjalankan fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial, dan perekat persatuan bangsa,” ujarnya saat membuka diskusi.

Baca Juga

Gubernur NTT Dorong Kolaborasi Pers dan Perbankan Perkuat UMKM

Gubernur menilai media memiliki peran strategis yang jauh melampaui tugas menyebarkan informasi. Pers disebutnya sebagai mitra pembangunan yang dapat mendukung percepatan ekonomi kerakyatan, terutama pada segmen pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian. Kolaborasi dengan media diharapkan dapat membantu mengedukasi dan menyosialisasikan program pembiayaan KUR kepada masyarakat luas sehingga lebih mudah dipahami dan diakses.

Kolaborasi dengan Sektor Perbankan

Diskusi publik yang bertajuk “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat: Peran Perbankan dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT melalui Kredit Usaha Rakyat” menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari perbankan dan lembaga keuangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pers, dan bank penyalur dalam rangka membuka akses modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Gubernur NTT juga menyampaikan apresiasi kepada PWI NTT karena telah menggagas inisiatif diskusi tersebut. Ia menilai kolaborasi yang dibangun bukan semata untuk memenuhi agenda seremonial HPN, tetapi sebagai ruang dialog yang menghasilkan rekomendasi konkret bagi perkembangan UMKM. Pihak perbankan diharapkan mampu melihat peluang sebesar-besarnya dalam menyalurkan KUR secara tepat sasaran sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan oleh pelaku usaha kecil di seluruh daerah.

KUR sebagai Dorongan Utama Pertumbuhan UMKM

Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang dinilai efektif untuk membantu pelaku UMKM dalam memperluas usaha mereka. Dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah dibandingkan kredit komersial pada umumnya, KUR diharapkan dapat menjadi solusi pembiayaan yang mendorong produktivitas dan daya saing UMKM di NTT.

Menurut gubernur, penyaluran kredit tersebut seyogianya didukung oleh komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, perbankan maupun media. Kolaborasi ini menjadi penting karena setiap sektor memiliki peran masing-masing dalam mendorong keberhasilan KUR, mulai dari penyuluhan kepada masyarakat, fasilitasi proses pengajuan kredit, hingga pengawasan penggunaan dana agar tepat guna.

Tantangan dan Peluang di Lapangan

Walaupun KUR memiliki banyak potensi untuk membantu pelaku UMKM, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian bersama. Di antaranya adalah keterbatasan informasi dan pemahaman pelaku UMKM mengenai mekanisme permodalan di sektor perbankan, serta tantangan administratif yang terkadang mempersulit akses pembiayaan. Dengan keterlibatan media, persoalan tersebut dapat dibawa ke ruang publik sehingga solusinya dapat dirumuskan secara bersama.

Pemerintah daerah dan perbankan juga menghadapi tantangan internal seperti kemampuan bank untuk menilai risiko kredit di daerah berbasis kepulauan seperti NTT. Hal ini memerlukan pendekatan yang sensitif terhadap karakteristik ekonomi lokal dan strategi pelayanan perbankan yang ramah UMKM.

Langkah Ke Depan untuk Sinergi Lintas Sektor

Menutup diskusi, gubernur menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di NTT. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pers tidak hanya harus berhenti pada acara diskusi, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam program kerja nyata yang berkelanjutan. Dengan begitu, pelaku UMKM di seluruh Nusa Tenggara Timur dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih besar, berdaya saing, dan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Fery

Fery

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Volume Pengiriman Barang Konsumen Meningkat Jelang Ramadan, KAI Logistik Terbanyak Antar Ke Wilayah Ini

Volume Pengiriman Barang Konsumen Meningkat Jelang Ramadan, KAI Logistik Terbanyak Antar Ke Wilayah Ini

Program Lalamove Perkuat Perlindungan Driver dan Dukung Industri Logistik Berkelanjutan

Program Lalamove Perkuat Perlindungan Driver dan Dukung Industri Logistik Berkelanjutan

Petani Sawit Apresiasi Kinerja PalmCo, Usulkan Bursa CPO Indonesia Segera

Petani Sawit Apresiasi Kinerja PalmCo, Usulkan Bursa CPO Indonesia Segera

Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kebijakan Baru Kemenag Atur Jadwal Pembelajaran Pesantren Selama Ramadhan 1447 H dengan Rinci

Kebijakan Baru Kemenag Atur Jadwal Pembelajaran Pesantren Selama Ramadhan 1447 H dengan Rinci